Waspada, Inilah Bahayanya Air Seni Berbusa

Pernahkah anda memperhatikan air seni atau air kencing anda ketika buang air kecil? Suatu penyakit bisa dilihat atau dideteksi hanya melalui air kencing, tak jarang jika Anda sedang dalam kondisi kurang sehat dokter menanyakan apa warna dari air kencing anda, apakah berbusa atau berbau busuk. Bukan begitu?

Pada dasarnya air seni atau air kencing adalah cairan sisa yang diekskresikan oleh ginjal yang kemudian akan dikeluarkan dari dalam tubuh oleh urinasi. Air seni adalah proses alami untuk membuang molekul-molekul sisa dalam darah yang disaring oleh ginjal untuk menjaga hemeostasis cairan tubuh. Kencing bertujuan untuk membuang racun atau sisa-sisa yang berbahaya bagi tubuh anda. Jika anda melihat busa pada air kencing anda, maka bisa jadi hal ini menandakan ketidaknormalan atau gangguan kesehatan pada tubuh anda. Ada penyebab klinis yang lebih berbahaya. Beberapa gangguan medis bisa ditandai dengan gejala urin berbusa yaitu:

Penyakit Ginjal

Penyakit ini terjadi akibat komplikasi dari diabetes atau batu ginjal. Tidak bisa dipungkiri jika terjadi gangguan pada ginjal, maka otomatis air kencing kita akan mengalami sesuatu hal yang tidak normal. Penyakit ginjal akan mampu menyebabkan kinerja ginjal yang tidak maksimal sehingga mampu membuat air kencing anda nampak lebih berbusa.

Proteinuria

Proteinuria merupakan salah satu penyakit yang diakibatkan kelebihan protein dalam tubuh. Maka dari itu banyak pihak atau ahli kesehatan memberikan saran kepada kita untuk mengkonsumsi protein dengan takaran yang cukup. Karena jika tubuh anda kebanyakan menyimpan protein, maka hal itu bisa membuat air kencing anda berbusa. Lakukan pengobatan yang tepat dengan mengonsultasikannya dengan dokter.

Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih biasanya disebabkan oleh bakteri atau jamur. Bakteri dan jamur ini akan menyerang dan mengganggu saluran kemih anda sehingga bisa membuat pengeluaran air seni anda terganggu dan biasanya disertai dengan rasa nyeri dan panas saat proses pengeluaran air seni anda sehingga akan berbusa. Selain itu, gangguan pada saluran kemih juga bisa mengakibatkan air seni berbusa.

Sifilis

Sifilis merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Treponema pallidum. Penyakit ini bisa menular melalui hubungan seksual, baik vaginal, rektum, anal maupun oral. Sifilis tidak menular melalui peralatan makan, tempat dudukan toilet, knop pintu, kolam renang dan tukar-menukar pakaian. Penyakit ini bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya air kencing berbusa.

Dehidrasi

Saat anda kekurangan cairan, maka urine yang terbentuk juga akan lebih pekat dan terkonsentrasi. Air seni yang lebih terkonsentrasi ini cenderung untuk membentuk busa. Oleh karena itu, penuhi kebutuhan cairan anda setiap harinya dengan mengonsumsi 7-8 gelas air per hari guna menghindari kondisi dehidrasi dan urine berbusa akibat kekurangan cairan.

Gejala Urin Berbusa

  • Kelelahan
  • Kehilangan nafsu makan
  • Mual dan muntah
  • Perubahan jumlah air kencing yang keluar
  • Air kencing keruh, berwarna gelap atau kadang berdarah
  • Pembengkakan pada tangan, kaki, wajah dan perut. Ini bisa terjadi karena adanya penumpukan cairan pada ginjal.

Jika anda mengalami gejala-gejala seperti di atas ( air kencing berbusa setiap kali buang air kecil), sebaiknya segera periksakan diri anda ke dokter. Dokter mungkin akan memeriksa air kencing anda untuk memastikan adanya protein dalam air kencing atau proteinuria, yang biasa menjadi penyebab paling sering dari air kencing berbusa.

Komplikasi Akibat Urin Berbusa

Jika penyakit ini tidak segera diobati, maka akan bisa menimbulkan komplikasi, antara lain :

1. Lemas

Untuk kanak-kanak, penyakit ini akan menyebabkan mereka mengalami gangguan kesehatan berupa lemas dan tidak bisa bergerak dan pada akhirnya harus mendapat perawatan dari rumah sakit hingga sembuh.

2. Antibodi Lemah

Penyakit ini menyebabkan antibodi badan menjadi lemah. Hal ini memberikan peluang bagi kuman untuk menjangkit atau menyerang tubuh yang antibodinya lemah, hal buruk bisa terjadi ketika kuman yang menyerang sangatlah kuat bahkan bisa menimbulkan kematian.

3. ESRF

Komplikasi yang menakutkan ialah kegagalan fungsi buah pinggang peringkat akhir atau End Stage Renal Failure (ESRF) di mana buah pinggang tidak lagi dapat berfungsi. Dengan begini maka penderita tidak akan bisa bergerak atau beraktifitas. Selain itu, penyakit ini juga bisa membuat darah menjadi pekat. Hal ini akan menyebabkan terjadinya penyumbatan pada saluran darah. Seperti gangguan pada saluran darah di dalam kaki (Deep Vein Thrombosis).

Cara Mengatasi Urin Berbusa

Untuk mengatasi masalah berbusanya air seni kita. Ada beberapa yang bisa kita lakukan untun mengatasinya, baik menggunakan bahan herbal atau bahan kimia yaitu :

Obat Steroid

Obat steroid bisa digunakan untuk menetralisir kandungan protein yang berlebih dalam air kencing. Dengan netralnya kandungan protein maka air kencing kita otomatis menjadi normal dan tidak berbusa.

Menggunakan Obat Diuretics

Cara ini bisa dilakukan ketika muka dan badan kita mulai membengkak. Dengan menggunakan obat ini kencing anda akan lancar dan pembengkakan yang terjadi akan perlahan mengempis.

Antibiotik

Pemberian zat antibiotik bisa digunakan untuk mengobati kencing berbusa ini. Dengan adanya zat antibiotik diharapkan kuman-kuman penyebab berbuihnya air kencing bisa hilang dan larut bersama air kencing yang keluar.

Itulah informasi mengenai bahaya dirapkan pola hidup sehat. Semoga dengan adanya informasi ini menambah pengetahuan anda dan semakin waspada akan tanda-tanda yang dikeluarkan oleh tubuh.

Next ArticleDeretan kelainan Pada Mata Yang Mengerikan