Wabah Aneh Yang Pernah Melanda Dunia

Umat manusia pernah dirundung masa kelam, ketika dunia medis kedokteran perkembangannya masih sangat terbatas. Beberapa wabah pandemik tercatat telah menyebabkan kematian hingga puluhan juta orang di belahan dunia dalam kurun waktu tertentu. Dunia Internasional termasuk Indonesia dihebohkan dengan mewabahnya flu burung. Banyak peternak unggas di Indonesia harus merugi karena ribuan hewan yang mereka ternak harus mati secara massal. Selain itu, di benua Afrika, wabah penyakit HIV/AIDS juga menyebar dengan cepat karena tingkat pendidikan yang rendah dalam hal menjaga kesehatan tubuh.

Wabah penyakit umum sekali terjadi di dunia ini. Beberapa sudah ditemukan obat dan cara penanggulangannya, namun beberapa masih coba dipahami oleh para peneliti. Di dunia ini, pernah ada wabah aneh tapi nyata. Wabah yang tidak akan bisa masuk nalar kita. yuk simak ulasan nya Berikut ini:

Wabah Hitam

Kematian Hitam atau Wabah Hitam adalah suatu pandemi hebat yang pertama kali melanda Eropa pada pertengahan hingga akhir abad ke-14 (1347 – 1351) dan membunuh sepertiga hingga dua pertiga populasi Eropa. Pada saat yang hampir bersamaan, terjadi pula epidemi pada sebagian besar Asia dan Timur Tengah yang menunjukkan bahwa peristiwa di Eropa sebenarnya merupakan bagian dari pandemi multi-regional. Jika termasuk Timur Tengah, India dan Tiongkok, Kematian Hitam telah merenggut sedikitnya 75 juta nyawa.

Penyakit yang sama diduga kembali melanda Eropa pada setiap generasi dengan perbedaan intensitas dan tingkat fatalitas yang berbeda hingga dasawarsa 1700-an. Penyakit ini berhasil dimusnahkan di Eropa pada awal abad ke-19, tapi masih berlanjut pada bagian lain dunia (Afrika Tengah dan Oriental, Madagaskar, Asia, beberapa bagian Amerika Selatan).

Kejadian awal di Eropa awalnya disebut sebagai “Mortalitas Besar” (Great Mortality) oleh para penulis kontemporer. Nama “Kematian Hitam” umumnya dianggap berasal dari gejala khas dari penyakit ini yang disebut acral necrosis, di mana kulit penderita menjadi menghitam karena pendarahan subdermal. Catatan sejarah telah membuat sebagian besar ilmuwan meyakini bahwa Kematian Hitam adalah suatu serangan wabah bubonik yang disebabkan bakteri Yersinia pestis dan disebarkan oleh lalat dengan bantuan hewan seperti tikus hitam (Rattus rattus).

Wabah Penyakit Tidur

Di Spanyol pada tahun 1918-1920 pernah ada sebuah wabah yang sangat aneh. Penderita yang terjangkit penyakit ini akan mengalami tidur yang sangat lama sepanjang hari. Penyakit ini sering disebut dengan Encephalitis Lethargica. Penyakit ini pada puncaknya membunuh hingga jutaan orang dan beberapa yang tidak meninggal akan mengalami kelumpuhan tubuh secara total. Penyakit ini memiliki ratio kematian hingga 40% dari penderitanya.

Penderita biasanya memiliki gejala berupa tenggorokan yang sangat sakit dan tubuh mendadak kaku. Pada tahun 1926 wabah ini selesai dan sampai sekarang belum ditemukan penyebab dan obatnya.

Wabah yang hampir mirip tapi bukan Encephalitis Lethargica, terjadi di Kalachi, Kazakhstan tahun 2013. Sebanyak seperempat penduduk kota Kalachi mengalami penyakit tidur. Penderita penyakit ini akan mengalami tidur seharian dan saat bangun tidur akan mengalami mual, saki kepala dan kehilangan memori di otak. Diduga penularan terjadi melalui udara, air dan makanan, tapi sampai saat ini belum ada penjelasan ilmiah yang dapat menjelaskan penyebab dan cara penyembuhan penyakit tidur ini.

Wabah Dancing Plague

Pada abad ke-16 masehi terletak di kota Strasbourg bagian dari Perancis pernah terjadi wabah menari yang membuat pelakunya tidak bisa berhenti. Wabah ini dimulai saat seorang wanita bernama Frau Troffea mulai menari di jalanan kota. Wanita ini menari di jalanan tanpa suatu alasan yang jelas, bahkan tanpa adanya iringan musik. Dalam seminggu ada sekitar 34 orang ikut bergabung menari dan hingga sebulan orang yang menari mencapai 400.

Pada awalnya musisi setempat menyediakan musik agar kegiatan menari nampak lebih bagus. Namun lama-lama kaki para penari menjadi berdarah karena tidak bisa berhenti menari. Beberapa di antaranya mengalami kematian karena serangan jantung. Beberapa penari yang meminta bantuan berhasil disembuhkan. Beberapa orang setempat menyebut kejadian itu adalah sebuah kutukan dari St. Vitus. Namun dunia modern menyebut itu sebagai histeria massal, keadaan psikologis yang diakibatkan stress.

Wabah Pes

Wabah pes adalah penyakit zoonosis yang bersumber dari tikus kecil dan kutu-nya dan merupakan salah satu dari tiga jenis infeksi yang disebabkan oleh Yersinia pestis (sebelumnya dikenal sebagai Pasteurella pestis), yang termasuk dalam keluarga Enterobacteriaceae.

Wabah pes membunuh sekitar dua dari tiga manusia yang terjangkit dalam waktu 4 hari. Istilah wabah pes berasal dari Bubo kata Yunani, berarti “kelenjar bengkak”. Kelenjar getah bening (buboes) terutama terjadi di ketiak dan pangkal paha pada orang yang menderita wabah pes.wabah pes sering digunakan secara sinonim untuk penyakit, tetapi sebenarnya merujuk secara khusus untuk infeksi yang masuk melalui kulit dan berjalan melalui limfatik, seperti yang sering terlihat pada infeksi kutu-borne. Penyakit pes umumnya diyakini menjadi penyebab Kematian Hitam yang melanda Eropa pada abad ke-14 dan menewaskan sekitar 75 juta orang diperkirakan, 30-60% dari populasi Eropa bersama dengan wabah septicemia dan wabah pneumonia. Karena wabah membunuh begitu banyak penduduk yang bekerja.

Nah, itulah Wabah teraneh yang pernah melanda dunia. Hal yang aneh memang kerap terjadi di sekitar kita. Yang bisa kita lakukan adalah menyikapinya dengan baik. Tidak segala hal aneh bisa kita kaitkan dengan hal-hal berbau mistis. Kita harus mencari hal yang lebih rasional dan bisa diterima oleh akal sehat

Next ArticleKasus Paling Langka Di Dunia Kedokteran