Tragedi Ambon Pada Tahun 1999

Kerusuhan Kota Ambon yang di sebabkan oleh umat beragama Yaitu umat Kristen dan Islam telah merebut nyawa sekitar 100 jiwa dan 140 korban. Atas kejadian ini, Mayor Jenderal Amir Sembiring mengarahkan Ribuan Polisi Anti Huru-hara Ke Ambon dan memerintahkan pasukannya menembak Gas Air Mata Agar kerusuhan yang disebabkan Oleh umat beragama dapat terselesaikan.

Sebagai Ibu Kota Provinsi Maluku, Kota Ambon, Peristiwa kerusuhan tersebut mengakibatkan Gereja Dan Mesjid dibakar Beserta Ratusan rumah, Bank, Toko, Kendaraan, Dan bangunan pemerintah juga ikut menjadi sasaran kerusuhan. Keparahan Kerusuhan Mengakibatkan Banyak warga Ambon sekitar 20.000 Orang memilih Untuk mengungsi dan berlindung ke tempat yang aman seperti Markas Militer, Rumah Iabadah Dan Tempat Aman lainnya.

Banyak korban Berjatuhan di Ambon, Seperti sebuah pulau yang bernama Telaga Kodok rata-rata ditempati oleh beragama Kristen sebanyak 40 jiwa di bantai dan rumahnya di bakar, Mendengar laporan tersebut, Orang Kristen menghambat 5 laki-laki muslim yang sedang mengendarai motor dan menghambat lalu di bunuh dan kemudian dibakar.

Banyak Jumlah kematian yang resmi di bawa ke rumah sakit mencapai 60 jiwa resmi, Dan tak terhitung jumlah mayat yang dibuang ke laut, Sungai Atau dibakar. Menurut Karyono yang sebagai Kolonel polisi menyatakan Jumlah korban mungkin meningkatkan, seperti yang dikatakan oleh pihak rumah sakit utama Ambon banyak korban yang cedera adalah gasil dari penusukan, Pemukulan, Dan di bakar.

Ketegangan Di Ambon semakin meningkat karena pembunuhan terhadap sejumlah Pria Ambon yang tinggal di Jakarta Oleh masyarakat Muslim. Namun dalam beberapa kasus, ada bukti bahwa krisis sosial yang dimanfaatkan oleh unsur-unsur militer, pemimpin agama dan kelompok-kelompok lain dengan sengaja memicu konflik rasial dan agama.

Selaku Ketua Partai PAN, Amien Rais Angkat Bicara dan menyatakan bahwa ada Pihak lain yang ingin mencoba untuk membatalkan pemelihan Nasional. Selain itu, Amien Rais juga menyatakan bahwa pendukung mantan Presiden Soeharto dan Keluarganya menghasut masyarakat untuk melakukan kekerasan atau kerusuhan.

 

Next ArticleDaerah Banjir Dalam Sejarah