Tradisi Kejam Terhadap Wanita Di Dunia

Seperti yang kita tahu bahwa sudah sejak lama Hak Asasi Manusia sangat diagungkan, apalagi jika bicara soal hak asasi wanita. Tapi hal tersebut tidak berlaku kepada para wanita yang hidup di suku pedalaman. Dan konyolnya, fenomena ini bukan hanya ada di jaman kuno saja, di era modern sekarang pun tradisi nyeleneh ini masih ada yang tetap dipelihara.
Namun di dunia ini ada beberapa aksi yang sangat membuat para wanita ini terganggu dan menjadi kaum yang ditindas. Tidak hanya pada tindakan kriminal, namun juga beberapa tradisi yang dibuat oleh beberapa suku ini sepertinya terus memberikan kekejaman bagi para wanita. Berikut ulasan mengenai tradisi-tradisi kejam terhadap wanita yang sangat mengerikan:

1. Khitan Perempuan

Banyak mungkin yang mengatakan bahwa khitan adalah salah satu hal yang wajib dilakukan teruntuk kaum lelaki saja. Namun jangan salah, ternyata perempuan juga bisa di khitan loh! Dari beberapa kelompok golongan atau suku, tradisi khitan pada perempuan ini wajib hukumnya untuk dilakukan. Suku yang masih mempertahankan dan menjalankan tradisi Khitan pada kaum hawa adalah suku Sabiny yang berada di wilayah Uganda.

Tradisi khitan ini terbilang cukup ngeri dan sangar, bagaimana tidak ngeri jika khitan yang dilakukan di suku ini harus dengan memotong sebagian klitoris atau mungkin bahkan semua bagian klitoris yang bertujuan untuk menjadikan hasrat seksual wanita menjadi berkurang, sehingga akan menjadikannya pasangan yang selalu setia kepada suaminya kelak. Bayangkan betapa sakitnya tradisi ini, wajib dilakukan oleh perempuan yang mulai menginjak dewasa, duhhh bikin gimana gitu kan?

2. Setrika Dada

Tradisi yang memperlakukan wanita dengan sangat kejam adalah sebuah tradisi yang dilakukan di Kamerun. Di negara ini terutama di suku yang hidup di pedalaman, ada sebuah tradisi yaitu setrika payudara. Ya, tentunya tradisi ini dilakukan hanya kepada wanita dan dilakukan saat wanita ini masih berusia sangat kecil yang baru mengalami pubertas. Orang Kamerun mempercayai bahwa payudara yang besar dan menonjol seperti yang diinginkan oleh banyak wanita di dunia ini adalah sumber nafsu dari para pria di sekitarnya. Sehingga tujuan dalam melakukan setrika payudara ini untuk menjauhkan sang wanita itu sendiri dari pelecehan seksual dan juga hamil di luar nikah. Caranya pun sangat kejam, yaitu wanita ini akan disetrika dadanya dengan batu atau logam yang telah dipanaskan dan setelah itu dadanya terus diikat dengan rapat menggunakan korslet.

3. Berlari Saat Haid

Tradisi aneh ini dapat ditemui di suku Navajo khususnya suku Indian Apache yang tinggal di Amerika bagian utara. Di suku pribumi yang satu ini, para wanita yang telah haid harus melakukan sebuah ritual yang sangat melelahkan bahkan terkesan kejam.

Bagi para wanita yang mengalami haid pertama kali, mereka harus berlari dengan menggunakan pakaian tradisional terbuat dari kulit rusa. Sambil memakai baju yang berat, selama 4 hari berturut-turut, wanita tersebut harus berlari ke arah timur dimana matahari terbit.

Pada malam harinya yaitu hanya di malam pertama setelah wanita tersebut berlari, dia harus duduk dengan posisi selonjor dan harus dilakukan sampai pagi menjelang. Bukan hanya itu saja, esoknya dia diwajibkan untuk membuat kue besar terbuat dari tepung jagung. Kue tersebut dibuat untuk semua anggota suku yang menghadiri acara tradisi tersebut.

4. Berendam Saat Menstruasi

Selain suku Navajo di Amerika Utara, suku Nootka yang ada di Kepulauan Vancouver juga memiliki ritual tak kalah kejam dalam memperlakukan kaum wanita disana. Untuk para wanita yang baru menstruasi atau dalam bahasa mereka disebut dengan menarche, mereka harus menjalani sebuah tradisi yang tidak lazim karena tetua suku akan membawa mereka ke laut lalu meninggalkan mereka sendirian disana.

Di laut tersebut, wanita yang sedang haid harus berendam buka-bukaan total selama beberapa hari. Hal ini dilakukan untuk menguji kekuatan wanita tersebut. Mungkin tujuan ritual ini ialah untuk membuat wanita tersebut bisa menahan rasa sakit saat melahirkan nanti.

Akan tetapi, apapun alasannya, di akhir ritual banyak wanita yang melakukan hal tersebut tidak kuat untuk berdiri karena kelelahan dan saat itulah anggota suku akan bersorak gembira karena menganggap wanita tersebut telah berhasil melewati ritual kedewasaan.

5. Dibakar dan Digigit Semut Beracun, Suriname

Di Suriname khususnya di suku yang bernama Carib ini juga terdapat sebuah tradisi yang sangat kejam dan juga tidak berperikemanusiaan kepada para kaum wanitanya. Tradisi ini adalah semacam tradisi penyambutan masa pubertas sang wanita. Ketika sang wanita telah mengalami haid untuk pertama kali, ada ada tradisi dimana wanita ini harus menguji kekuatannya dan keberaniannya dengan memegang kapas berapi hingga tangan melepuh dan juga memakai baju dari tikar yang penuh dengan semut beracun. Hal ini tentunya tidak hanya menimbulkan luka bakar yang parah, namun juga gigitan menyakitkan dari sang semut.

Ngeri rasanya melihat tradisi yang menyakitkan tersebut harus dilakukan oleh para wanita di sana. Karena jika tidak dilaksanakan, justru mereka yang akan diasingkan. Padahal beberapa ritual tersebut sebenarnya justru berpotensi membahayakan si gadis. Beruntunglah bagi para wanita yang tidak perlu merasakan ritual tersebut agar dianggap sudah dewasa.

Next ArticleRekor Paling Tua Di Dunia Yang Berasal Dari Indonesia