Sungguh Mengerikan, Akibat Pakai Pakaian Ketat

Pakaian sudah menjadi salah satu kebutuhan pokok manusia yang tidak bisa ditinggalkan, selain makan dan tempat tinggal. Namun dengan semakin berkembagnya zaman, pakaian pun saat ini sudah menjadi simbol status, jabatan dan kedudukan bagi pemakainya. Salah satu tujuan manusia berpakaian adalah untuk menjaga dan melindungi tubuh, memberikan kenyamanan bagi pemakainya.

Trend saat ini pakaian modis adalah pakaian yang malah jauh dari rasa nyaman, seperti celana jeans, baju-baju ketat, yang ketika dipakai seperti pakaian yang kurang bahan karena semua bentuk tubuh terlihat. Beberapa orang merasa bangga ketika menggunakan pakaian dengan ketat, baik itu celana ataupun baju. Bahkan tren fashion pakaian serba ketat ini sangat digemari, mulai dari remaja sampai orang dewasa sekalipun, baik itu wanita atau pria, hingga saat ini.

Memang pakaian ketat wanita bisa buat kamu para wanita jadi tampil seksi dan menarik dan pakaian ketat pria membuat dia tampil lebih keren dan percaya diri. Makanya lebih baik para wanita yang berpakaian ketat maupun pria itu sedikit merenung dan berpikir secara ilmiah, seharusnya mereka meninggalkan trend fashion yang menggunakan pakaian serba ketat. Namun jika mereka tetap berkeyakinan bahwa pakaian ketat adalah modis, trend dan modern, maka otak mereka telah terkena penyakit akut yang bernama kebodohan.

Tentu mereka yang akalnya sehat hanya akan melakukan hal-hal yang bermanfaat dan meninggalkan yang berbahaya bagi dirinya. Maka ketahuilah bahaya akibat menggunakan pakaian serba ketat.

Pernahkah anda mendengar dan coba cari tahu dampak-dampak yang timbul akibat berpakaian serba ketat ini? Bahaya pakaian ketat yang ditinjau dari segi medis dan fakta-fakta di lapangan yang menunjukkan bahaya pakaian ketat bagi kesehatan sungguh mengerikan, akibatnya mulai dari mandul sampai bisa terserang kanker ganas. Ketahuilah beberapa efek berikut ini mungkin pernah kamu alami bahkan pernah menjalar menjadi penyakit yang sedang kamu alami.

1. Kemandulan

Berdasarkan penelitian bahwa penggunaan pakaian ketat menyebabkan penurunan kualitas sperma yaitu jumlah sperma yang biasanya 60 juta per mililiter kini turun drastis hingga ke angka 20 juta per mililiter. Setelah dilakukan penelitian mendalam ternyata masalahnya masih terjadi pada skrotum lapisan yang melindungi penis. Suhu yang tidak normal pada skrotum karena sering ditekan oleh celana jeans ketat bisa berakibat buruk pada kualitas sperma karena tumpukan keringat yang tidak bisa keluar disekitar penis tentu akan menimbulkan jamur yang akan meningkatkan suhu testis dalam produksi sperma.

Kurang lebih sama saja dengan wanita, penggunaan celana ketat bisa menimbulkan kekurangan udara terutama kepada organ vital. Umumnya suhu udara yang kondusif untuk organ vital normalnya sampai 36,5 derajat celcius, namun saat memakai celana ketat, suhu udarapun naik menjadi 39 derajat celcius. Kondisi yang panas ini sangat berbahaya buat sperma. Sebuah penelitian membuktikannya dengan mengambil sampel pria yang suka mengenakan celana ketat. Jumlah sperma yang diproduksi biasanya 60 juta permilimiter dengan menggunakan celana ketat jumlah sperma turun drastis sepertiganya, yakni 20 juta permililiter

2. Kanker Ganas Melanoma

Penelitian ilmiah telah menemukan bahwasanya yang menggunakan berpakaian ketat atau transparan, maka ia berpotensi mengalami berbagai penyakit kanker ganas melanoma di sekujur anggota tubuhnya yang terbuka. Hasil penelitian ilmiah ini mengutip beberapa fakta, diantaranya bahwasanya kanker ganas melanoma yang masih berusia dini akan semakin bertambah dan menyebar sampai ke kaki. Penyakit ini disebabkan sengatan matahari yang mengandung ultraviolet dalam waktu yang panjang di sekujur tubuh yang berpakaian ketat atau berpakaian pantai (yang biasa dipakai wanita ketika di pantai dan berjemur)

Penyakit ini mengenai seluruh tubuh dengan kadar yang berbeda-beda. Tanda-tanda penyakit ini muncul pertama kali adalah seperti bulatan berwarna hitam agak lebar. Terkadang berupa bulatan kecil saja, kebanyakan di daerah kaki atau betis dan biasanya di daerah sekitar mata, kemudian menyebar ke seluruh bagian tubuh disertai pertumbuhan di daerah-daerah yang biasa terlihat dan menyerang darah, lalu menetap di hati serta merusaknya. Terkadang juga menetap di sekujur tubuh, diantaranya tulang dan bagian dalam dada. Juga bagian perut karena adanya dua ginjal yang menyebabkan air kencing berwarna hitam karena rusaknya ginjal akibat serangan penyakit kanker ganas ini. Penyakit ini juga menyerang janin di dalam rahim ibu yang sedang mengandung. Orang yang menderita kanker ganas ini tidak akan hidup lama. Obat-obatan belum bisa mengobati kanker ganas ini.

3. Berbekas Hitam

Gejala gatal dan beruntusan yang menjadi trade mark sang dermatitis hanya muncul bila terjadi gesekan antara kulit dengan benda dari luar tubuh. Benda asing yang berpotensi gesek tinggi tidak hanya benda keras saja misalnya perhiasan, jam tangan atau ikat pinggang bahkan busana sehari-hari, jika terlalu ketat menempel di tubuh atau terbuat dari bahan berkontur kasar juga dapat memicu luka. “Celana ketat terutama berpengaruh pada kondisi kulit di sela-sela paha. Awalnya mungkin cuma radang ringan. Tapi kalau prosesnya berlangsung lama, bisa menimbulkan bercak hitam di pangkal paha kata Dr. Kusmarinah Bramono Sp.KK.

Jika si pemilik tubuh insaf dan menjauhkan diri dari busana ketat, warna hitam tadi mungkin saja berkurang atau hilang sama sekali. Namun Dr. Kusmarinah mengingatkan, proses menghilangkan noda hitam itu tak bisa dilakukan secepat membalik telapak tangan. Jenis penyakit kulit lain yang biasa menghinggapi pemakai celana ketat adalah biduran atau kaligata. Bentuknya bentol-bentol mirip bekas gigitan ulat bulu. Tingkat keparahannya mulai bentol sebesar biji jagung hingga bibir bengkak. Biduran bisa muncul di bagian tubuh mana pun. Berdasarkan pengamatan Dr. Kusmarinah, banyak pasien tidak menyadari kalau biduran dapat juga disebabkan oleh tekanan serta ketatnya pakaian.

4. Mengganggu Kesuburan Wanita Dan Gangguan Jamur Di Sekitar Organ

Endometriosis merupakan suatu gangguan yang sering mengakibatkan gangguan kesuburan pada wanita diduga karena disebabkan kebiasaan seseorang yang selalu memakai pakaian ketat selama bertahun-tahun. Menggunakan pakaian ketat akan memicu sel-sel endometrium selaput lendir rahim untuk melarikan diri dari rongga rahim lalu berdiam di indung telur, sehingga kesehatan menjadi terganggu.

Bila hal ini dibiarkan terus menerus, maka akan menimbulkan gangguan jamur di sekitar organ intim wanita. Bila sudah menimbulkan jamur, maka dapat dipastikan seorang wanita akan mengalami berbagai gangguan.

Perlu diketahui bahwa jamur itu sangat suka suasana lembab. Ia akan tumbuh subur. Jika menggunakan celana ketat jeans maka daerah lipatanya akan menjadi lembab apalagi jika dipakai seharian, itulah salah satu yang menjadi munculnya keputihan.

5. Menaikan Asam Lambung

Terlalu ketat juga akan menyebabkan naiknya cairan asam lambung karena tekanan yang terlalu besar pada perut. Hal ini dapat meningkatkan tekanan di daerah abdominal yang akan menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan. Melihat dampaknya terhadap kesehatan, maka berpikirlah dengan bijaksana jika Anda bermaksud membeli pakaian dengan ukuran yang lebih kecil dari ukuran tubuh Anda. Janganlah mengambil resiko untuk tampil seksi dan trendi, namun hal tersebut justru dapat menyebabkan efek yang buruk bagi diri anda.

6. Paresthesia

Dr. Malvinder Parmar dari Timmins & District Hospital, Ontario, Kanada, baru-baru ini menyatakan bahwa celana ketat sepinggul berpeluang menimbulkan penyakit paresthesia. Tahukah kamu Paresthesia itu apa? Paresthesia adalah sensasi kesemutan, menggelitik, menusuk-nusuk atau pembakaran kulit seseorang tanpa efek fisik jangka panjang yang jelas. Indikasi dari Paresthesia mungkin bersifat sementara atau bahkan bisa menjadi kronis. Yang paling familiar dari jenis paresthesia adalah sensasi yang dikenal sebagai “Kesemutan”atau anggota tubuh “Tertidur”.

Gejala sejenis Paresthesia lainnya yang kurang terkenal tetapi masih cukup umum adalah formikasi. Paresthesia sering menyerang pada tangan dan kaki. Hal ini biasanya disebabkan oleh pembatasan, sementara karena suplai darah ke saraf terhalang karena ketatnya celana yang dipakai atau juga disebabkan oleh orang yang bersandar atau beristirahat pada bagian-bagian tubuh seperti kaki. Penyebab lain meliputi kondisi seperti sindrom hiperventilasi dan serangan panik.

Demikianlah bahaya dari pakaian ketat dilihat dari sisi medis. Tentu lebih banyak lagi bahaya yang timbul akibat wanita maupun pria berpakaian ketat jika dilihat dari sisi psikologi dan medis. Namun yang sedikit ini semoga menjadi pelajaran bagi kita semua. Mencegah lebih baik daripada mengobati, untuk itu saya pribadi menghimbau kepada para remaja untuk tidak mengedepankan fashion yang berdampak buruk bagi kesehatan anda. Masih bisa dijumpai pakaian modis yang aman untuk kesehatan pribadi anda.

Next ArticleTrypophobia, Penyebab Dan Cara Mengatasinya