Suka Dengarin Musik, Ini Dampak Buruknya

Musik sudah menjadi bagian dari hidup manusia yang tidak bisa di pisahkan. Setiap saat aktivitas manusia hampir tidak pernah lepas dari musik. Mulai bangun tidur sampai tidur lagi, sajian musik selalu ada. Baik di radio, televisi, laptop, sampai handphone yang setiap saat mengiringi aktivitas kehidupan manusia setiap hari. Bagi kebanyakan orang, mendengarkan musik dapat menenangkan hati, mengembalikan mood serta mengenang masa lalu.

Berbagai jenis musik yang didengar orang dengan kesukaan yang berbeda-beda. Begitupun cara mendengarkannya, ada yang suka mendengar dengan volume rendah ada juga yang suka volume keras. Ada yang suka mendengar di ruang terbuka dan tempat ramai. Selain dapat mengusir kegalauan, musik juga dapat memberikan ketenangan saat dibutuhkan, semangat untuk menjalani hari-hari dan dapat menyehatkan organ-organ tubuh, termasuk hormon-hormon di dalam tubuh. Tetapi ada beberapa hal yang harus tetap diperhatikan selama mendengarkan musik. Sebab, musik bisa jadi bahaya jika asal-asalan didengarkan.

Dampak Mendengar Musik Dengan Earphone

Salah satu alat yang digunakan untuk mendengar musik antara lain dengan menggunakan Earphone, yang merupakan alat yang dipasang pada telinga. Dengan alat ini kita bisa menikmati musik dengan jelas dan mengurangi adanya gangguan suara lain. Selain itu, dengan alat ini kita dapat mendengarkan musik dengan keras tanpa mengganggu orang sekitar karena bising. Kebiasaan lain yang dilakukan orang saat mendengar musik, adalah mendengar musik sambil tidur-tiduran. Saking terasa nyaman, kadang terbawa tidur dengan earphone masih terpasang pada telinga hingga bangun. Di samping memberi dampak positif, musik juga dapat memberi dampak negatif bagi pendengarnya.

1. Menurunkan Waspada

Pendengaran adalah salah satu fungsi dari sistem indera kita. Memakai earphone cenderung membuat pendengar merasa nyaman dan tertidur. Semakin keras suara atau musik yang didengarkan membuat kewaspadaan menurun. Disaat kita tertidur, sistem pendengaran kadang berfungsi sebagai alarm jika ada bahaya atau sesuatu di dekat kita. Kita ambil contoh saat alarm hidup, kita terbangun dengan irama alarm tersebut. Tetapi bagaimana dengan kejadian keributan yang terjadi diluar kamar kita, saat tertidur dengan menggunakan earphone serta musik yang keras?

Ketika kita tertidur sambil mendengar musik di dalam kamar, kita tidak akan mendengar apabila ada suatu keributan yang terjadi diluar dan ini cenderung membahayakan diri kita. Kita tidak tahu kapan bencana seperti kericuhan atau kebakaran yang terjadi disekitar kita, namun kita tidak dapat mendengar atau mengetahuinya. Bisa-bisa kita menyadarinya ketika bencana sudah didepan mata.

2. Melukai Kulit Telinga

Earphone umumnya dibuat oleh Produsennya senyaman mungkin agar betah dipakai oleh penggunanya. Salah satunya adalah pemasangan perangkat karet atau silikon di ujung earphone agar tidak menyakiti telinga. Namun hal tersebut bukan berarti semua earphone terpasang dengan silikon pelindung. Banyak earphone yang dibeli dengan harga murah atau terjangkau namun ternyata tidak memiliki pelindung telinga berupa silikon tersebut.

Jika hal ini kita anggap biasa dan tetap memakainya, lama-kelamaan kulit telinga akan lecet dan luka. Dalam keadaan lanjut luka ini akan sembuh dengan sendirinya. Tetapi pada kenyatannya, tidak semua luka tersebut langsung mengering dan sembuh. Banyak kejadian, lecet tersebut kemudian mengalami infeksi sehingga membuat kulit liang telinga meradang.

Akibatnya lama kelamaan, kulit liang telinga akan membengkak sehingga membuat liang telinga menyempit dan tertutup. Akhirnya menyebabkan gangguan pendengaran. Selain itu radang tersebut dapat menyebabkan terbentuknya nanah akibat infeksi. Oleh karenanya banyak orang sadar setelah telinganya mengalami pengeluaran cairan kekuningan dan berbau. Kejadian infeksi ini biasa disebut dengan Otitis Eksterna. Salah satu cirinya adalah nyeri yang amat sakit pada telinga, disertai cairan, dan bengkak pada kulit liang telinga.

3. Mempengaruhi Psikologis Kejiwaan

Mungkin kita merasa hanya menikmati iramanya tanpa memperhatikan syairnya. Tetapi tanpa kita sadari, ternyata kata yang berulang-ulang yang kita dengar itu masuk ke dalam alam bawah sadar kita. Ada sebuah penelitian yang menyatakan bahwa kata-kata yang di ulang pada diri kita dapat mempengaruhi diri kita. Dalam buku The Hidden Messages In Water, Masaru Emoto membuktikan bahwa karekter kristal yang terbentuk dalam air beku dapat berubah ketika kata tertentu diarahkan padanya.

Air yang dihadapkan pada kata-kata indah semacam ‘Kasih Sayang’, ‘Maaf’, Terima Kasih, ‘Cinta’ ternyata menunjukan pola kristal mirip kepingan salju yang indah serta memiliki warna memukau. Sementara itu, air yang diberikan kata-kata negatif menghasilkan pola kristal yang kacau-balau dam asimetris dengan warna-warna buruk.

Pada manusia terbagi atas alam sadar dan alam bawah sadar. Pada lagu mellow, kita sering menghafal lagu tersebut karena kondisi yang menyentuh hati dan cepat masuk ke alam bawah sadar. Dan alam bawah sadar ini sendiri menguasai seseorang sampai 80% dan alam sadar sebesar 20%. Tentu ini menjadi suatu kebiasaan yang berulang-ulang yang dapat terekam seseorang dengan cepat.

4. Menurunkan Pendengaran

Mendengar musik saat tidur apalagi dengan menggunakan Earphone kadang membuat penggunanya secara tidak sadar merusak sistem pendengaran. Disaat pengguna sedang tidur, sura yang didengar dalam volume tinggi dan waktu yang lama menyebabkan kerusakan pada penjalaran pendengaran pada koklea telinga (seperti keong) yaitu merusak sel rambut pada koklea. (Baca juga: Kuping kemasukan air – Cara menjaga telinga agar tetap sehat)

Penurunan pendengaran awalnya tidak disadari oleh orang tersebut. Hal ini baru dapat dideteksi jika melakukan screening pada dokter. Screening biasa dilakukan pada karyawan atau pegawai dari perusaan yang bekerja di tempat bising. Hal itu juga dilakukan biasanya pada anak-anak di sekolah jurusan. Terjadinya gangguan tersebut dipengaruhi oleh besarnya volume, frekuensi, serta lamanya paparan bising.

Pada saat menggunakan earphone ketika tidur, pengguna cenderung tidak menyadari lamanya menggunakan earphone. Terlebih lagi jika dalam volume tinggi. Hal tersebut dapat menyebabkan penurunan pendengaran pada orang yang sering menggunakan earphone saat tidur. Hal ini dibuktikan, banyaknya kasus penurunan pendengaran dipertengahan usia 20-an tahun. Jika hal ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin orang tersebut akan dengan cepat mengalami tidak mendengar sama sekali.

Musik memang menyenangkan karena bisa mewarnai hari-hari yang membosankan menjadi lebih seru dan menyenangkan. Tapi kamu juga perlu hati-hati, jangan sampai musik tersebut malah memberikan efek negatif pada kesehatan jiwa dan mentalmu

Next ArticleYuk, Memahami Arti Kode Dari Botol Plastik