Selingkuh? Ini Alasan Dan Penyebabnya

Memiliki istri cantik, penuh perhatian dan hebat di ranjang ternyata bukan ukuran seorang suami betah di rumah. Ada beberapa hal yang membuat seorang pria akhirnya berselingkuh. Selingkuh adalah masalah yang umum ditemui dalam sebuah hubungan zaman sekarang. Seberapa sering Anda mendengar kisah perselingkuhan terjadi atau bahkan mengalaminya sendiri? Sungguh ironis, meskipun semua orang setuju bahwa selingkuh adalah perbuatan yang salah, tapi nyatanya banyak orang yang melakukannya.

Lucunya lagi, pria sepertinya sudah dicap sebagai oknum yang lebih mudah melakukan perselingkuhan. Padahal logikanya, priakan selingkuhnya dengan wanita. Wanita pun sama seringnya melakukan aksi selingkuh, bukan pria saja. Tapi memang bila memiliki alasan dan penyebabnya, ada perbedaan yang cukup mendasar mengapa pria berselingkuh dibandingkan dengan wanita. Dengan mengetahui perbedaan tersebut, Anda jadi bisa mengantisipasi dan mencegah sebelum selingkuh terjadi karena mencegah lebih baik daripada memperbaiki.

Alasan Pria Dan Wanita Selingkuh

Pria adalah mahluk dangkal yang dengan mudah bisa teralihkan fokusnya bila melihat ada hal lain yang lebih menarik. Meskipun penyebab selingkuh bisa saja karena kebutuhan emosional yang tidak terpenuhi, tapi pria adalah mahluk visual. Alasan paling utama kenapa pria selingkuh adalah karena ada wanita lain yang lebih cantik dan meresponnya dengan baik.

Ini yang menyebabkan pria seringkali dicap sebagai peselingkuh ulung karena ketika melihat wanita lain yang menarik, pria memang sepenuhnya sadar bahwa ia menginginkan wanita tersebut. Sebagai pihak yang lebih aktif, pria secara sadar mengajak ngobrol, menawarkan antar-jemput dan memberikan perhatian pada orang ketiga.

Meskipun sudah memiliki pasangan, seringkali pria tidak bisa menahan diri untuk sekedar iseng. Hanya untuk melihat seberapa jauh sih dia bisa mendekati, sebagai ajang pembuktian diri dan validasi. Dalam hal ini, memang harus diakui pria bisa langsung dinyatakan bersalah karena secara sadar melanggar batas yang dibuatnya sendiri.

Untuk mencegah hal ini, tentu saja pria harus menahan diri dan menutup mata. Sebagai pria, Anda harus bisa menguasai diri dan keinginan Anda sendiri. Anda harus ingat bahwa hubungan Anda dengan pasangan jauh lebih berharga daripada kepuasan sementara.

Berbeda dengan pria yang secara sadar menginginkan orang lain, wanita tidak seperti itu. Wanita berselingkuh biasanya karena kedekatan emosional. Karena mendapatkan kenyamanan emosional yang tidak didapatkan oleh pasangannya, mungkin karena mendapatkan perhatian yang lebih atau bisa jadi karena hal sesederhana obrolan yang nyambung.

Dalam hal ini, perselingkuhan wanita jauh lebih berbahaya karena wanita biasanya tidak sadar bahwa ia sedang bermain api. Wanita tidak sadar bahwa ketika dia meladeni obrolan dan menikmati menghabiskan waktu dengan pria lain akan membuatnya semakin dekat secara emosional dengan pria tersebut. Awalnya hanya sekedar curhat, menceritakan isi hati yang tidak bisa diceritakan pada kekasihnya. Wanita menganggap kenyamanan emosional belum masuk definisi perselingkuhan.

“Kan dia cuma teman, kan saya cuma curhat, kan kita cuma ngobrol…” Kata cuma ini yang membuat wanita terlambat menyadari apa yang terjadi. Tahu-tahu sudah terpikat dan lebih menikmati kebersamaan dengannya dibanding kekasihnya. Tahu-tahu sudah jauh dari kekasihnya. Bagaikan seekor katak yang direbus pelan-pelan, awalnya menikmati kehangatan dan ketika menyadari airnya sudah mendidih, semuanya sudah terlambat.

Untuk mencegah hal ini, tentu saja wanita harus menahan diri untuk tidak membiarkan dirinya terbuai dalam kenyamanan emosional dengan pria lain. Mulailah tindakan pencegahan dengan tidak curhat kepada siapapun selain sahabat wanita. Memang terkesannya jadi membatasi diri, tapi sebuah hubungan membutuhkan pengorbanan dan batasan yang jelas. Bila Anda tidak mau membatasi diri, mungkin lebih baik Anda tidak usah pacaran dulu.

Penyebab Selingkuh

Bagi yang pernah diselingkuhi beberapa kali oleh orang yang sama atau mungkin Anda sendiri hobi selingkuh, Anda perlu memahami bahwa permintaan maaf atau penyesalan semata tak bisa jadi jaminan orang tersebut tak akan selingkuh lagi.

Pasalnya, selingkuh bila dilihat dari sudut pandang psikologis merupakan suatu perilaku rumit yang didasari oleh alasan yang berlapis-lapis. Ketahuan oleh pasangan saja tak akan membuatnya kapok. Yang ada ia justru semakin mahir menutupi tindak-tanduknya. Untuk itu, Anda perlu memahami lebih jauh apa yang ada dalam pikiran si tukang selingkuh. Berikut adalah beberapa penyebab seseorang langganan selingkuh.

Terintimidasi Oleh Pasangan

Menurut seorang pakar psikologi klinis sekaligus anggota American Psychological Association, Linda Hatch, Ph.D, Anda mungkin selingkuh karena merasa terintimidasi oleh pasangan. Misalnya pasangan Anda adalah orang yang nyaris sempurna atau jauh lebih sukses dari Anda. Lama-lama Anda justru merasa minder dan akhirnya mencari sosok lain yang bisa membuat Anda merasa lebih baik. Inilah mengapa kadang orang berselingkuh dengan seseorang yang sepertinya tak lebih baik dari pasangannya sendiri.

Merasa Ada Yang Kurang

Ada juga alasan selingkuh yang umum ditemui, yaitu merasa bahwa ada yang kurang dari pasangan. Sebagai contoh, Anda mengira pasangan Anda cuma menyayangi Anda karena kekayaan Anda. Anda pun mencari sosok lain yang bisa menghargai sisi lain dalam diri Anda, misalnya sifat Anda yang humoris.

Padahal belum tentu pandangan dan perkiraan Anda soal pasangan benar. Bisa saja pasangan menghargai Anda sepenuhnya, tetapi Anda tak menyadarinya. Jadi bukan berarti Anda tak pernah puas. Justru orang yang hobi selingkuh biasanya adalah pribadi yang tidak percaya diri.

Maniak Seks

Banyak orang yang langganan selingkuh ternyata juga seorang maniak seks. Jadi perselingkuhan di sini adalah gejala dari gangguan yang serius, yaitu maniak. Orang-orang seperti ini tidak bisa mengendalikan nafsu dan dorongan seksual yang begitu besar, meskipun dirinya sudah memiliki pasangan. Maka meski dia sudah pernah ketahuan selingkuh, seorang maniak seks akan tetap selingkuh lagi di kesempatan berikutnya.

Apakah Selingkuh Bisa Berubah Dan Menghentikan Kebiasaannya? Tukang selingkuh bisa saja berubah dan menghentikan kebiasaannya. Namun Anda memerlukan pendekatan dan metode yang tepat untuk sepenuhnya menghapus kecondongan selingkuh. Merasa kasihan dengan pasangan yang Anda sakiti saja tak mempan untuk mencegah Anda selingkuh di kemudian hari. Inilah mengapa orang yang suka selingkuh susah berubah.

Untuk berubah, Anda harus tahu akar permasalahannya dalam diri Anda, bukan pada diri pasangan. Selingkuh adalah pilihan Anda sendiri, tak ada yang bisa dilakukan pasangan Anda untuk mengendalikan perilaku Anda. Maka selama Anda belum benar-benar memahami alasan selingkuh, perubahan rasanya hampir mustahil.

Cara Menghentikan Keinginan Selingkuh

Psikologi klinis dan konseling Jay Kent-Ferraro, Ph.D, yang seharusnya menjadi fokus bukanlah apakah tukang selingkuh bisa berubah. Melainkan apa saja faktor yang membuat Anda mengkhianati pasangan dan mengapa caranya adalah dengan selingkuh? Dengan menjawab pertanyaan ini, Anda baru saja menapakkan langkah pertama menuju perubahan.

Sebagai gambarannya, Anda tahu bahwa Anda merasa minder terhadap pasangan. Dengan mengetahui alasan tersebut, Anda pun bisa mengatasi rasa minder. Misalnya lewat komunikasi yang lebih jujur dengan pasangan atau mengembangkan diri agar Anda jadi lebih percaya diri. Dengan begitu, hasrat selingkuh pun redam.

Memang tak mudah untuk memahami alasan Anda atau pasangan selingkuh. Anda butuh kepekaan dan pemahaman diri yang cukup dalam. Untuk itu, Anda bisa melakukan konseling psikologis dengan seorang terapis. Terapis akan membantu menganalisis pola pikir Anda serta cara menghindari agar tidak terjebak lagi dalam perselingkuhan. Tanpa bantuan psikolog profesional, memang sulit sekali bagi seorang tukang selingkuh untuk berubah dan mengakhiri kebiasaan buruknya.

Banyak wanita yang percaya bahwa pria akan berubah setelah diberikan kesempatan, terlebih jika mereka baru diselingkuhi sekali. Lalu bagaimana jika sudah berkali-kali? Ternyata nggak ada yang bisa menjamin kalau pria itu mau berubah, kecuali dia sendiri menginginkan perubahan. Kalau sang pria nggak ada keinginan untuk berubah, kamu pun nggak bisa membuatnya berubah. Jadi buat apa diberi kesempatan dan bertahan dengannya? Maafkan, pergilah dan move on dari dirinya. Itulah yang harus kamu lakukan.

Next ArticleAlasan Wanita Sering Mendesah Di Ranjang