Sakit Gigi? Ini Penyebab Dan Gejalanya

Sakit gigi adalah keadaan dimana bagian gigi seseorang terasa nyeri akibat dari timbulnya berbagai masalah pada bagian gigi dan rahang. Sakit gigi sering dianggap enteng oleh sebagian besar orang, padahal sakit gigi bisa menyebabkan dampak yang sangat serius bagi kesehatan. Tanpa penanganan yang serius, masalah sakit gigi yang dianggap sepele bisa bisa berujung pada akibat yang fatal. Apabila gigi rusak atau terasa sakit, maka proses dalam penghancuran makanan yang terjadi pada mulut menjadi kurang maksimal.

Penyebab Sakit Gigi

Untuk menghindari dari masalah gigi seperti sakit gigi atau untuk mengobati sakit gigi, maka pengetahuan tentang penyebab rusaknya gigi menjadi hal yang penting untuk diketahui. Sakit gigi bisa menyebabkan gigi ngilu, berdenyut-denyut bahkan orang yang sakit gigi biasanya tidak bisa tidur nyenyak dimalam hari karena merasakan sakit. Namun tahukah Anda, selain kerusakan pada struktur gigi, ternyata ada banyak penyebab sakit gigi lainnya. Hal ini penting untuk diketahui karena dengan mengetahui penyebabnya akan membantu kita mencegah bahkan mengatasi sakit gigi sampai batas tertentu.

Berikut penyebab-penyebab sakit gigi yang mungkin sedang anda alami:

Kerusakan gigi

Ini merupakan penyebab sakit gigi yang paling utama dan tersering. Rongga kecil yang terdapat hanya pada lapisan luar gigi (enamel) biasanya tidak menimbulkan rasa sakit. Tapi ketika rongga berubah menjadi lubang yang dalam dan menembus melalui email dan sampai pada lapisan dalam gigi (dentin), maka akan menjadi sangat sensitif dan mudah terasa sakit. Pada tahap lanjut pembusukan gigi berlubang berlangsung lebih dalam menuju lapisan terdalam (pulpa) sehingga akan mengakibatkan sakit gigi yang intens, nyeri yang tajam, terasa ngenyut dan lebih sakit daripada sakit hati. Infeksi dari gigi berlubang dalam tersebut dapat menyebabkan kematian jaringan pulpa dan menyebabkan abses (nanah) di bawah akar gigi

Penyakit Gusi

Peradangan pada gusi akan menyebabkannya menjadi merah, bengkak, bahkan berdarah. Tentunya hal ini juga menimbulkan rasa sakit apalagi infeksi gusi lanjut yang juga dapat menyebabkan sakit gigi. Hal ini terjadi karena infeksi gusi menyebabkan peradangan pada gusi dan tulang yang menyebabkan pembengkakan jaringan penyokong gigi yang diliputi oleh gusi.

Makanan Manis

Memakan makanan manis juga mendorong kemungkinan seseorang untuk sakit gigi. Kondisi manis lebih memicu bakteri untuk datang dan tinggal menetap di sarang. Sehingga jika anda tidak segera membersihkan, bakteri tersebut semakin banyak. Bahkan mampu merusak gigi anda. Solusinya dengan mengurangi makanan manis dan yang mengandung tepung.

Gigi Yang Erosi

Gigi surut (erosi / abrasi gigi), gusi terjadi biasanya karena anda menyikat gigi namun dengan cara yang salah. Sehingga membuat akar bawah gigi terbuka. Karena tak ada pelindung di bagian akar gigi bawah, hal ini menjadikan ia lebih sensitive. Apalagi jika berkontakan langsung dengan makanan panas, dingin dan asam. Menurut penelitian bahwa asam pada makanan atau minuman mampu mengikis akar gigi. Sehingga memperburuk kondisi sensitifitas gigi.

Tumbuh Molar 3

Salah satu paling banyak orang merasakan sakit adalah saat pertumbuhan gigi terakhir. Gigi molar 3 yang mau keluar memang membuat nyeri. Sebab tempat untuk ia keluar sudah tidak ada, namun ia dipaksa harus keluar. Sehingga ia terpaksa tumbuh dengan menekan gigi disampingnya. Hal inilah yang membuat nyeri pada gigi karena pertumbuhanya juga lumayan lama, letak gigi geraham bungsu juga paling ujung. Sulit dijangkau untuk dibersihkan. Hal ini memicu bakteri untuk tumbuh berkembang biak yang meningkatkan adanya resiko pada gusi dan gigi.

Perawatan dengan Kawat

Fungsi anda menggunakan kawat gigi memang untuk meratakan tampilan gigi. Karena pada awalnya gigi anda belum rata, jadi ketika dilakukan perataan (ortodentik) terjadi penyesuaian yang menyebabkan sakit. Selain itu, menggunakan kawat gigi mampu memicu bakteri tumbuh. Sebab, keadaan bawah kawat gigi atau bagian logamnya sangat sulit dijangkau untuk dibersihkan. Akibatnya tumbuhlah karang yang mampu merusak gigi anda.

Jarang membersihkan gigi

Kebiasaan buruk orang-orang adalah malas untuk membersihkan giginya. Apalagi yang pulang kerja malam karena terlalu letih akhirnya tertidur. Faktor ini menjadi pemicu seseorang mengalami sakit gigi. Bakteri yang menumpuk pada sisa makanan tidak dibersihkan. Sehingga menjadikan kerusakan gigi yang parah dan akhirnya menjadi rapuh. Untuk itu biasakan minimal menggosok gigi dua kali sehari.

Gejala

Gejala sakit gigi meliputi:

  • Nyeri gigi yang terasa tajam, berdenyut atau konstan (terus menerus). Pada beberapa orang, nyeri terasa terutama saat diberikan penekanan atau berkontak dengan makanan atau minuman panas maupun dingin. Jika rasa nyeri tetap terasa lebih dari 15 detik setelah tekanan atau kontak dengan panas dan dingin, maka kerusakan yang terjadi mungkin cukup serius. Rasa nyeri dapat menjalar ke pipi, telinga dan rahang.
  • Bengkak di sekitar gigi, bahkan hingga pipi dan rahang
  • Demam atau nyeri kepala
  • Keluar darah atau nanah dari gigi yang terinfeksi.

PENGOBATAN

Saat gigi terasa nyeri, hal yang paling penting dilakukan adalah segera memeriksakan diri ke dokter gigi untuk mencari penyebab sakit gigi. Dokter gigi biasanya akan memberikan obat-obatan anti nyeri dan jika ditemukan adanya infeksi, biasanya dokter gigi akan memberikan obat tambahan berupa antibiotik.

Beberapa kondisi gigi memerlukan tindakan, seperti penambalan gigi, penyuntikan bius lokal untuk mengurangi nyeri hebat atau bahkan pencabutan gigi. Untuk penanganan sementara di rumah, seseorang dapat menggunakan obat-obatan anti nyeri yang dijual bebas di toko, seperti paracetamol atau ibuprofen. Hindari makanan yang terlalu dingin atau panas yang dapat membuat nyeri bertambah parah.

Untuk mencegah terjadinya sakit gigi, sebaiknya seseorang menjaga higienitas mulutnya dengan menyikat gigi 2 kali sehari dengan pasta gigi yang mengandung fluoride. Biasakan juga menyikat gusi dan lidah. Lakukan pembersihan sela-sela gigi dengan floss sekali sehari. Kurangi makanan yang mengandung gula atau memakan makanan tersebut hanya jika ada jamuan atau waktu sarapan pagi. Periksakan gigi ke dokter gigi sebanyak 2 kali dalam setahun. Yang paling penting adalah jangan merokok, karena merokok dapat merusak permukaan gigi

Sekian artikel tentang “Penyebab Sakit Gigi dan Cara Mengatasinya” semoga bisa bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan Anda seputar kesehatan gigi. Tips lainnya juga bisa Anda lakukan yaitu berkumur menggunakan air setelah mengkonsumsi makanan agar sisa-sisa makanan bisa keluar dari sela-sela gigi sehingga gigi tidak mudah rusak karena sisa makanan yang menempel pada gigi. Jaga selalu kesehatan Anda

Next ArticleSungguh Mengerikan, Akibat Pakai Pakaian Ketat