Rekor Paling Tua Di Dunia Yang Berasal Dari Indonesia

Tanah Air kita ini sejak jaman dulu kala memang sudah terkenal sangat kaya, baik itu dari segi sumber daya alam, kebudayaan maupun beragam ras yang terdapat di Indonesia. Maka tak heran banyak bangsa dari negara lain yang tergiur dengan segala kekayaan tersebut dan berusaha untuk menguasainya.

Sejarah telah mencatat mulai dari bangsa Portugis, Belanda hingga Jepang, pernah datang dan menjajah negeri kita ini pada jaman dahulu. Tapi hebatnya meski pernah di jarah oleh bangsa asing “kekayaan” alam yang ada Indonesia, hingga kini masih cukup banyak dibandingkan dengan bangsa-bangsa lainya. Selain kaya akan sumber daya alamnya, Indonesia juga memiliki beberapa rekor yang masuk kategori tertua di dunia. Penasaran seperti apa saja rekor-rekor paling tua dunia yang berasal dari Indonesia? Simak ulasannya berikut ini:

1. Piramida Sekaligus Candi Tertua di Dunia

Walaupun sudah ada sejak beribu-ribu tahun lalu, namun baru beberapa tahun belakangan ini saja, Situs Gunung Padang mulai dipelajari secara menyeluruh oleh para arkeolog baik dari Indonesia ataupun dari luar negeri. Satu hal yang menarik perhatian banyak pihak adalah diperkirakan Situs Gunung Padang merupakan salah satu jenis piramida yang umurnya lebih tua dari piramida tertua di Mesir dan dapat dikatakan sebagai piramida paling tua sejagat.

Dari hasil penelitian berdasarkan penanggalan karbon atau carbon dating, Situs Gunung Padang diperkirakan dibuat sekitar 20 ribu tahun lalu, sedangkan piramida paling tua di Mesir dibangun sekitar 5 ribu tahun lalu. Dr Danny Hilman, salah seorang peneliti yang juga pakar geologi pernah menyatakan bahwa situs yang terletak di antara gunung berapi dan didirikan di atas ketinggian 885 dpl ini dibangun dengan cara menumpuk bebatuan vulkanis yang besar dan sangat berat. Belum diketahui bagaimana cara orang-orang terdahulu membawa bebatuan berat dan besar tersebut ke atas bukit di mana Situs Gunung Padang berada.

2. Suku tertua di Dunia

Siapa sangka ternyata menurut penelitian yang dilakukan oleh Tim Bennet Bronson yang kemudian ditindaklanjuti oleh Dr Bennet Bronson dari Amerika Serikat bersama bersama tim Lembaga Purbakala dan Peninggalan Nasional Jakarta tahun 1973, mengemukakan bahwa suku tertua di dunia berasal dari Indonesia, yaitu Suku Kerinci.

Suku Kerinci merupakan suku asli yang hidup dan mendiami wilayah di sekitaran Kabupaten Kerinci, Jambi dan menurut Tim Bennet Bronson, suku ini sudah ada di tempat tersebut sejak lebih dari 10 ribu tahun lalu. Menurut Tim, Suku Kerinci awalnya tidak memiliki nama paten yang digunakan sebagai identifikasi kesukuan mereka sampai akhirnya masuk orang-orang dari Suku Proto-Melayu ke daerah mereka.

Nama Kerinci sendiri diambil dari Bahasa Tamil yang merupakan nama sebuah bunga yang hanya tumbuh di Indoa Selatan di atas ketinggian 1.800 mdpl dan mekar hanya sekali dalam 12 tahun, yaitu Kurinji (Strobilanthes kunthiana). Dengan logat dan pelafalan lidah orang setempat, nama Kurinji berganti menjadi Kerinci.

Tidak hanya para ahli di atas saja yang pernah melakukan penelitian, beberapa pakar lain juga pernah meneliti hal yang sama, seperti yang dilakukan oleh Kern pada tahun 1889 atau Sarasin pada tahun 1982. Dalam penelitian mereka orang-orang di daerah tersebut yang dikenal dengan nama “Kecik Wok Gedang Wok” ini menerima kedatangan Suku proto-Melayu sekitar 4.000 SM dan terjadi percampuran darah antara suku asli dengan pendatang. Hal ini membuat Suku Kerinci asli perlahan-lahan menghilang.

3. Ras tertua di Dunia

Nggak ada yang salah kalau kamu beranggapan ras tertua dari Afrika, yaitu dari suku San, namun hal ini perlu dikoreksi lagi, soalnya menurut Dr. Guztav Heinrich Ralph von Koenigswald, seorang pakar paleontologi dan geologi berdarah Jerman-Belanda yang melakukan penelitian terhadap Homo erectus pada 1678 mengatakan bahwa ras tertua di dunia ternyata adalah Ras Nusantara.

Menurutnya, pada dasarnya semua manusia modern di bumi ini berasal dari satu keturunan yaitu Ras Nusantara atau yang dikenal dengan nama lain Austronesia dan mendiami kepulauan yang bernama Dwipantara atau nama lain dari Indonesia sekarang ini. Manusia modern pertama yang lahir di muka bumi ini berasal dari generasi Meganthropus paleo nusantaranicus yang menjadi cikal bakal lahirnya generasi Hominid dan Homo sapiens. Generasi ini diperkirakan sudah hidup di muka bumi sejak 1-4 juta tahun lalu. Bahkan banyak fosil dari manusia purba tertua di dunia yang ditemukan di Indonesia, salah satunya di Situs Trinil dan Sangiran.

4. Seni tato tertua di Dunia

Menilik dari sejarah, banyak anggapan bahwa seni tato berasal dari Mesir atau juga di suatu masa ketika mumi “The Ice Man” masih hidup. Sayangnya, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar karena justru seni tato tertua di dunia berasal dari Mentawai. Seni tato Mentawai ini sudah dipraktikkan sejak 1.500 – 500 SM.

Bagi masyarakat Mentawai, tato bukan digunakan sebagai ajang gaya-gayaan agar terlihat kekinian, akan tetapi lebih sebagai budaya dan identitas setiap anggota keluarga. Menurut budaya Mentawai, rajah yang ada di tubuh diibaratkan sebagai baju yang setiap guratannya memiliki makna yang berbeda-beda.

Untuk memiliki sebuah tato, maka persiapan yang harus dilakukan membutuhkan waktu sangat lama, hingga berbulan-bulan dan seseorang yang akan dirajah kulit tubuhnya harus mengikuti berbagai upacara adat dan tidak boleh melanggar pantangan yang diberikan. Setelah lulus, maka Sipatiti atau sang pembuat tato terpilih baru dapat membuatkan gambar dan goresan pada tubuh orang yang bersangkutan.

Itulah beberapa rekor dunia tertua yang berasal dari nusantara. Dengan adanya rekor-rekor tersebut, seolah membuka mata kita jika negri kita tercinta ini, memanglah sangat kaya. Nyaris tiap hari kita dapat menemukan fakta baru tentang betapa luar biasanya tanah air yang kita pijak ini. Hanya saja sayangnya saat ini generasi muda justru kurang menaruh minat pada budaya bangsanya sendiri dan cenderung menyukai budaya Impor dari luar.

Next ArticleWaspada, Gejala Awal Penyakit Liver