Pulau Sabu: Keindahan dan Kekayaan Alam Yang Bersembunyi Di Indonesia Bagian Timur

Sekian banyak pulau yang berada di Indonesia, namun pulau yang satu ini benar-benar belum banyak yang mengetahui keberadaannya. Pulau tersebut biasanya dikenal dengan Pulau Sabu yang terletak di Nusa Tenggara Timur (NTT), Tak kalah menariknya lagi, jika anda mendatangi pulau tersebut. Ada sejumlah tempat yang bisa dikunjungi untuk memanjakan mata dan menenangkan pikiran anda. Sekarang saya akan membahas pulau tersebut dengan merangkumnya menjadi satu arkitel ini. Dikupas secara tuntas.

Tapi sebelumnya, saya akan berbagi sedikit informasi tentang bagaimana caranya untuk menuju kesana dan akan melalui Kupang. Ada beberapa opsi yang bisa anda lalui, ketika hendak berangkat ke Pulau Sabu tersebut dengan menggunakan Feri atau kapal cepat. Kapal cepat itu sendiri ada dua pilihan waktu keberangkatannya. Pada pagi hari dengan waktu perjalanan 4-6 jam dan jika anda berangkat pada malam hari waktu prjalanan bisa sampai 9 jam. Opsi kedua anda bisa menggunakan pesawat terbang perintis yang berisi 12 penumpang saja. Namun, waktu tempunya hanya 55 menit saja.

Nah, jika anda sudah tiba di Pulau Sabu dan pastinya anda akan merasakan kelelahan pada saat di perjanan menuju pulau tersebut. Tenang guys, karena disana bisa juga anda untuk bermalaman di tempat penginapannya yang memang sudah disediakan juga. Ya’ walaupun disana belum bisa anda jumpai hotel yang layaknya seperti di kota-kota besar juga. Karena disana hanya ada penginapan yang biasa-biasa saja, akan tetapi, fasilitasnya cukup memadai jugua kok. Didalam kamarnya ada AC, tv dan tempat tidur juga untuk mengistirahatkan anggota tubuhy anda.

Namun, pada saat malam hari, memang anda tidak bisa menikmati semua fasilitas yang tersedia disana, karena kalau semua peralatan elektronik yang ada disana anda nyalakan, maka listrik akan sering turun. Kalau kita ngomong soal listrik, di pulau tersebut ada juga sejumlah wilayah yang memang belum ada masuk tenaga listrik atau belum ada sedikit pun aliran listrik. Salah satunya adalah daerah Liae, Tapi menurut pemaparan warga setempat listrik akan masuk daerah mereka pada Desember 2017. Sejauh yang saya perhatikan memang di pinggir jalan sudah diletakkan tiang-tiang listrik.

Jikalau tempat penginapan sudah anda temukan, maka petualangan anda pada keesokan harinya bisa dimulai dengan menjelajahi kota Seba. Namun, jangan pernah juga anda untuk membayangkan kalau disana itu adalah kota besar. Karena Pusat kota di Pulau Sabu ini bisa anda kelilingi dengan hanya menggunakan kendaran bermotor saja dalam hitungan menit, sekitar 10-15 menit saja waktu yang diperlukan untuk mengelilingi Pulau tersebut. Ya’ itu karena pada saat anda mengelilinginya, tidak akan pernah meraskan kemacetan juga sih, makanya hanya memerlukan waktu 10-15 menit saja.

Pusat kotanya memang sangat dekat keberadaannya dengan pelabuhan disana, tentunya anda bisa menyaksikan momen matahari tenggelam dari dalam pelabuhan tersebut. Kalau anda sudah tiba di Pelabuhan, maka langsung saja untuk masuk, karena tidak akan dipungut biaya apapun. Setelah itu, anda bisa juga mencari makan di restoran yang ada di sekliling kota tersebut. Eittss,, tentu saja menu utama disana adalah ikan.

Jika kota tersebut sudah puas and mengelinginya, nah sekarang saatnya anda untuk bersiap-siap untuk menjelajahi daerah-daerah perdesaan dan pasisir pantai juga. Namun, di sabu tidak mendukung anda kalau ingin berselancar, ya hal seperti ini juga yang dijadikan alasan para turis mancanegara, kurang berminat untuk mengunjunginya. Akan tetapi, pantai-pantai yang berada di Sabu tersebut banyak dimanfaatkan sebagai tambak garam dan bisa juga untuk menanam Rumput Laut disana.

Garam yang memang sudah menjadi komoditi unggulan sabu dan nggak ada salahnya juga untuk ada singgah dan melihat-lihat keberadaan tambak-tambak tersebut. Pada saat anda menuju kesana, tidak ada pungutan biaya sepeser pun untuk anda masuk ke wilayah tambak tersebut.

Sementara itu di dataran yang lebih tinggi, ada satu objek wisata favorit yang bernama Kalabamaja. Tempat ini merupakan perbukitan batu yang memiliki warna-warna bervariasi. Anda bisa naik sampai ke puncak dan menikmati pemandangan di atas sana dengan leluasa. Tidak ada tiket masuk dengan harga tertentu, namun tidak ada salahnya jika Anda memberikan kontribusi kepada pemerintah setempat dengan mengeluarkan selembar uang Rp 10 ribu atau lebih, bisa juga terserah Anda, karena memang tidak di patokkan biayanya.

Dalam perjalanan pulang kembali ke kota, kalau Anda melihat ada warga yang sedang naik ke pohon aren, berhentilah sejenak. Mereka sedang memanen cairan nira yang manis. Sehari mereka bisa dua kali panen, pada waktu subuh dan sore hari. Jika diproses lebih lanjut, bahan dasar nira tersebut bisa menjadi minuman tuak dan juga gula Sabu. Tak ada salahnya juga kalau Anda mampir ke rumah warga sebentar untuk melihat proses pengolahan tuak dan gula sabu. Sambil melihat prosesnya mintalah segelas atau lebih nira atau tuak untuk diminum.

Rasanya manis dan tidak memabukkan. Bayar sewajarnya saja, sekitar Rp 10 ribu-Rp 20 ribu. Begitulah kira-kira beberapa hal yang bisa dilakukan jika Anda berada di Sabu untuk waktu 2-3 hari. Setelah itu, Anda bisa melanjutkan perjalanan ke pulau-pulau lain di NTT yang menawarkan keunikan-keunikan wisata lainnya. Apakah anda sudah memikirkan satu jadwal untuk berkunjung kesana? Menikmati semua pesona alam yang ada disana.

Yang pastinya, cintailah keindahan alam di indonesia dengan mengunjunginya dan mengetahuinya sekaligus. Karena untuk apa memanjakan mata keluar negeri, kalau di Indonesi saja anda sudah bisa memanjakan mata dan pikiran anda. Nah, itu saja yang bisa saya bagikan melalui artikel ini tentang pulau sabu tersebut. Semoga anda sangat menyukai pulau tersebut dengan adanya artikenal ini. Akhir kata saya ucapkan banyak terimakasih atas waktu dan perhatiaannya.

Next ArticleWow, Ternyata Tidak Semua Bahan Makanan Bisa Kamu Simpan Di Kulkas Lho