Memahami Penyakit Croup Infeksi Saluran Nafas Pada Balita

Diperjumpaan kita kali ini, saya akan mengupas secara tuntas mengeni Penyakit Croup. Sejenis penyakit apa sih ini? Apa saja sih yang menyebabkan penyakit Croup? Berbahaya dan menular apa nggak ya kira-kira? Nah, mungkin setelah membaca judul artikel ini, pastinya anda bertanya dalam hati seperti diatas tadi. Pertanyaan anda semuanya itu, bakal saya jawab melalui artikel kesehatan saya yang sudah saya rangkum menjadi satu.

Saya juga akan memulai dengan perngertiannya terlebih dahulu. Agar anda bisa mendalami apa itu penyakit Croup tersebut. Croup adalah salah satu infeksi saluran pernapasan yang pada umumnya lebih sering di alami anak-anak yang berusia Enam bulan hingga Tiga tahun. Wow, masih terbilang balita juga ya, sangat prihatin juga jika seorang bailta yang akan mengalaminya. Namun, penyakit semacam ini tidak hanya menyerang anak-anak saja, bahkan orang yang sudah dewasa juga akan diserang penyakit ini.

Pada umumnya, Penyakit Croup ini juga disebabkan oleh virus yang memang menjangkit laring atau kotak suara dan trakea serta batang tenggorokan juga. Dari yang saya sebutkan tadi adalah jalan masuknya udara ke paru-paru manusia. Infeksi yang terjadi pada saluran pernapasan atas, akan mengakibatkan batuk yang sangat khas seperti menggonggong. Waduh, pastinya akan terasa sakit jika balita yang merasakannya. Maka dari itu, bagi anda yang memiliki balita, pastinya nggak tega kalau terjadi pada anak anda. Yuk simak, agar tidak terjadi sama balita anda.

Gejala Croup

Memang pada gejala penyakit ini akan sedikit menyerupai flu yang lebih sering akan dialami oleh anak-anak dalam beberapa hari sebelum timbulnya gejala Croup. Akan terasa seperti sakit tenggorokkan, batuk serta demam yang berlangsung sampai beberapa hari saja. Gejala Croup biasanya juga di iringi dengan kondisi kesulitan dalam berpasa, suaranya akan serak, akan terasa batuk yang suaranya nyaring, serta suara kasar bernada tinggi pada saat menghirup napas.

Suara dan gejala seperti itu biasanya akan lebih sering terdengar dan akan bertambah buruk juga pada saat si anak menangis atau bisa terdengar semakin buruk pada saat balita akan tertidur di malam hari. Gejala tersebut juga akan berlangsung beberapa hari, bahkan bisa sampai pada dua minggu. Jika terjadi gejala seperti yang saya sebutkan tadi, maka segeralah untuk menemui dokter. Guna mendapatkan penangan yang serius oleh dokter tersebut. Nah dengan begitu, cobalah untuk selalu mendengarkan suara napas anak anda agar anda bisa mengetahui.

Nggak hanya itu saja yang harus anda perhatikan sebagai gejala pada anak anda. Karena masih ada juga gejala lainnya yang bisa anda ketahui dan akan semakin memburuk jika terjadi gejalanya seperti dibawah ini :

  • Anak akan merasa resah
  • Mudah terganggu
  • Akan selalu merasa lelah dan mengantuk
  • Batuknya yang bertambah parah
  • Demam
  • Warna kulitnya akan berubah menjadi membiru dan pucat
  • Tulang dada dan rusuknya yang akan terlihat sebagai gejala juga

Jika terjadi gejala-gejala semakin memburuk pada anak anda, seperti yang saya sebutkan diatas tersebut. Maka dengan segeralah anda untuk menemui dokter yang ahli pada penyakit tersebut. Ceritakan semua segala gejala-gejala yang anak anda rasakan tersebut. Agar mendapatkan penangan yang serius dari para medis juga. Dengan Pemeriksaan tenggorokan anak yang dilakukan sendiri sangat tidak disarankan karena dapat berdampak buruk kepada saluran udara dan menambah pembengkakan yang membuat bernapas menjadi makin sulit.

Bawalah anak ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang sesuai dengan gejala yang dialaminya. Selanjutnya anda juga harus mengenali segla penyebab dari Croup tersebut yang menyerang anak laki-laki anda. Yuk simak lebih dalam lagi.

Penyebab Croup

Pada umumnya, penyebab penyakit semacam ini adalah Virus ParainFluenza. Nah, virus semacam inilah yang menjadi penyebab paling awal dan paling sering dirasakan yang berakibat penyakit Croup tersebut. Virus ini juga bisa menyebar luas melalui bersentuhan dengan oranng lainnya ataupun permukaan apa saja yang telah terkontaminasi. Tidak hanya itu saja yang menjadi penyebab dan pemicu penyakit Croup tersebut. Berikut dibawah ini adalah pemicu lainnya :

  • Virus Flu (Influenza A dan B)
  • Campak
  • Pilek (Rhinovirus)
  • Enterovirus (Penyebab penyakit tangan, kaki dan mulut)
  • RSV (Penyebab Pneumonia pada bayi dan orang dewasa)

Pada umumnya Penyakit Croup ini juga bakal dialami anak anda lebih dari dari satu kali selama masa kanak-kanak mereka. Hal seperti ini juga akan terjadi pada saat yang sma juga dengan merebaknya flu dan pilek. Biasanya sih, penyakit semacam ini lebih sering dialami anak laki-laki dibandingkan anak perempuan anda. Namun, Infeksi dari Virus juga akan menyebabkan pembengkakan Pada laring dan akan terjadi penyumbatan pada Trakea yang memang sangat berpengaruh juga pada paru-paru si anak.

Selain infeksi virus, infeksi bakteri juga dapat menjadi penyebab. Beberapa kondisi lain juga bisa memicu croup, seperti tanpa sengaja menghirup benda atau zat yang kecil, misalnya kacang, peradangan pada area Epiglotis dan alergi. Menghirup zat kimia turut dapat menyebabkan peradangan dan memicu kondisi croup, begitu juga dengan keadaan keluarnya asam dari perut menuju tenggorokan atau Acid Reflux.

Diagnosis Croup

Jika anda sudah mengetahui gejala dan penyebab dari penyakit Croup tersebut. Maka saya juga sudah merangkum bagaimana para medis mendiagnosa penyakit tersebut. Dengan mempelajari gejala dan mengecek kondisi anak anda yang terserang penyakit tersebut. Dapat juga dilakukan untuk mempersempit dugaan penyebab Croup. Berikut dibawah ini adalah cara para medis untuk melakukan beberapa tes dari Croup :

  • Dokter mungkin akan melakukan sebuah tes untuk mengetahui kadar oksigen di dalam darah (pulse oxymetry) serta memastikan keperluan perawatan di rumah sakit atau di rumah.
  • Untuk itu beberapa tes tambahan, seperti pemindaian dada atau trakea bagian atas, mungkin dilakukan untuk mengesampingkan faktor yang bukan penyebab kondisi ini.

Beberapa gangguan lain, seperti gangguan pada saluran udara, abses pada jaringan tenggorokan dan reaksi alergi memiliki gejala yang serupa dengan croup. Nah, seperti itulah mungkin yang akan diterapkan para medis kepada pasiennya yang menderita Croup tersebut. Selain itu, bakal ada pengobatan juga pada saat anak anda telah selesai diagnosis oleh para medis. Guna melakukan penyembuhannya juga, yuk simak lebih lanjut lagi

Pencegahan 

Menjaga kebersihan serta menjauhkan anak dari penderita lainnya adalah hal utama dalam pencegahan penyebaran croup. Seperti halnya flu, penyakit ini dapat menyebar dengan mudah jika Anda tidak rajin membiasakan anak untuk rajin mencuci tangan. Anjurkan anak untuk mengarahkan bersin ke area siku untuk mengurangi risiko penularan virus ke orang lain. Selain itu, vaksinasi rutin juga menjadi satu cara lain melindungi anak dari jenis infeksi pemicu kondisi croup.

Beberapa vaksin anak yang memiliki pencegahan ini, antara lain vaksin MMR untuk perlindungan dari campak, campak jerman atau rubella, dan gondongan. Lalu Vaksin DtaP/IPV/Hib untuk perlindungan dari Tetanus, polio, difteri, batuk rejan, dan Haemophilus influenzae type b penyebab pneumonia.

Pengobatan 

Pengobatan yang bisa anda terapkan paling utama pada Croup ringan saat dirumah dengan mencegahnya dehidrasi yang akan terjadi pada anak anda. Bisa juga anda memberikan air putih, Asi atau susu Formula, hal semacam ini bisa anda berikan pada anak bayi ataupun anak yang lebih besar juga. Lalu, buatlah anak anda merasa nyaman dan tenang, jangan sampai anak anda menangis. Sebab, jika anak anda menangis, maka akan memperburuk gejala kondisi yang di rasakan si anak juga.

Namun, jika anda akan ke dokter untuk memeriksakan anak anda atau melakukan pengobatan. Maka dokter akan memberikan jenis obat Kortisteroid Oral yang akan membantu meredakan pembengkakan di tenggorokkan dan parasetamol khusus untuk anak, guna meredakan demam dan rasa sakit yang akan muncul. Akan tetapi, ada juga efek samping dari obat-obatan tersebut. Berikut dibawah ini adalah efek samping obatnya :

  • Anak akan merasa seperti gelisah
  • Anak akan merasa pusing
  • Akan ada gangguan pada perut
  • Lalu akan muntah

Dengan begitu Jangan berikan obat batuk atau Dekongestan karena dapat membahayakan kondisi anak yang sedang mengalami kesulitan bernapas. Anak yang berusia di bawah 16 tahun sebaiknya tidak diberikan Sspirin. Bicarakan bersama dokter atau apoteker mengenai jenis obat yang sesuai untuk kondisi dan usia anak Anda. Anak yang terus mengalami gangguan pernapasan sebaiknya segera diperiksakan ke dokter karena dapat memerlukan penanganan lebih lanjut di rumah sakit.

  • Suntikan adrenalin melalui nebulizer dapat mengurangi gejala croup yang makin parah. Dengan begitu anak akan menghirup obat dalam bentuk titik-titik air kecil.
  • Dimasukannya sebuah selang melalui lubang hidung atau mulut hingga melewati trakea untuk mempermudah pernapasan. Proses ini membutuhkan pembiusan umum agar anak tidak merasa takut dan sakit.

Kasus kematian anak akibat croup sangat jarang ditemukan karena pada sebagian besar kasus, kondisi ini akan membaik dengan sendirinya dalam waktu 48 jam. Gejala croup dapat berlangsung hingga dua minggu dan jika tidak segera diobati croup dapat menimbulkan komplikasi seperti infeksi telinga bagian tengah atau pneumonia. Jika setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit kondisi anak tidak kunjung membaik, dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan lebih lanjut untuk mencari kemungkinan gangguan lain, misalnya pemeriksaan X-ray di area leher dan dada.

Komplikasi Croup

Walau jarang, croup dapat menyebabkan gangguan saluran napas yang berujung pada gangguan napas berat, bahkan gagal napas. Kondisi gagal napas ditandai dengan terhentinya pernapasan, namun jantung tetap berdetak. Komplikasi lainnya adalah peradangan pada salah satu atau kedua jaringan paru-paru yang dikenal dengan penyakit pneumonia. Infeksi lainnya adalah bakteri trakeitis (peradangan pada trakea), infeksi telinga tengah dan lymphadenitis atau peradangan pada kelenjar getah bening.

Nah, jika anda sudah mengetahui berbagai dari penyakit croup tersebut. Tentunya anda akan melakukan pencegahan dong, pada saat anda mengetahui gejalanya. Setelah anda mengetahui pencegahannya, anda pastinya kepingin tau, apa sih penyebab dari croup tersebut. Setelah anda sudah mengetahuinya, pastinya anda ingin memeriksakan anak anda juga agar dapat pengobatan yang pas menurut para medis.

Sampai disini sajalah perjumpaan kita kali di artikel kesehatan yang telah saya rangkum menjadi satu. Semoga artikel ini juga bisa menjadi saru acuan anda untuk mngetahui penyakit Croup. Akhir kata saya ucapkan banyak terimakasih atas waktu dan perhatiannya.

Next ArticleWow, Wanita Paruh Baya Masih Bisa Melahirkan Seorang Bayi