Kisah Awal Mula Kematian Manusia Pertama

Mengapa manusia harus mati dan meninggalkan dunia ini? Pertanyaan mengenai asal mula kematian manusia sangatlah popular sejak berabad-abad lalu. Ajaran agama samawi (Yahudi, Kristen, Islam, budha) juga menjelaskan tentang fenomena kematian ini, dimana kisah Adam dan Hawa setelah memakan buah terlarang dan diusir dari surga, menyebabkan mereka sampai dengan keturunannya bisa merasakan sakit, tua dan meninggal dunia dan semua makhluk yang bernyawa pun cepat atau lambat akan merasakan hal yang sama. Nah,bagaimana jika dibandingkan dengan asal mula kematian manusia pertama di bumi menurut kisah mitologi ini, yang menjelaskan tentang mitos-mitos penyebab mengapa manusia harus mati dan tidak dapat lagi hidup abadi selamanya di dunia. Berikut kisah mengenai asal mula keberadaan kematian manusia.

1. Kebohongan Sang Penyebab Kematian, Mitologi Afrika Tengah

Kisah manusia yang pertama kali mati ini berasal dari suku tradisional yang hidup di tepi sungai Kivu, Afrika tengah. Menceritakan tentang dewa yang menciptakan umat manusia yang selalu merasakan hidup bahagia tanpa harus takut atas kematian, sakit meskipun menjadi tua. dewa selalu berusaha menyembunyikan rahasia itu dengan menghilangkan sumber penyebab kemusnahan manusia yang bernama ‘kematian’.

Akan tetapi pada suatu hari saat dewa sedang mengejar-ngejar si Kematian, ia menghampiri seorang wanita tua yang sedang duduk dekat perapian. Ia berkata ingin bersembunyi didalam roknya dan akan mengabulkan satu permintaan untuknya. Akhirnya si wanita tua itu mau menyembunyikan si kematian dan ketika dewa menghampirinya, dia bertanya apakah kamu melihat kematian lewat sini?

Wanita tua itu menjawab tidak ada siapapun yang lewat sedari tadi dia duduk. dewa yang tahu segalanya marah karena wanita tua itu sudah berani berbohong, ia pun mengutuk dirinya. Karena kamu menyembunyikan dirinya, biarlah kematian itu menimpa hidupmu dan kamu tak bisa lagi hidup abadi, ungkap dewa.Kematian manusia kedua terjadi pada seorang gadis muda yang menyembunyikan kematian dalam perutnya. Sejak itulah dewa yang geram pada umat manusia karena suka berbohong, akhirnya memutuskan dengan membiarkan sang Kematian melakukan apapun yang dia mau. Itulah asal usul mengapa manusia harus mati dan rohnya pergi meninggalkan jasad dibumi dalam kisah mitologi Afrika.

2. Anjing Hutan Yang Menutup Pintu Keabadian, Mitologi Amerika Kuno

Kaum pribumi Amerika mempercayai hewan-hewan sebagai dewa mereka dan berdasarkan kaum pribumi Amerika, kematian datang ke bumi sebagai akibat perbuatan Dewa Anjing Hutan (Coyote). Pada saat manusia diciptakan, mereka semua hidup abadi dan akhirnya mengarah ke ledakan populasi. Hal ini menyebabkan Para Dewa berkumpul untuk membicarakannya termasuk di dalamnya Si Dewa Anjing Hutan.

Semua setuju bahwa kematian adalah solusi terbaik namun hanya untuk dijalankan sementara saja. Hanya Anjing Hutan yang tidak setuju, mengatakan bahwa kematian itu harus permanen sama halnya untuk binatang. Karena keputusan mayoritas adalah kematian sementara, maka manusia diputuskan untuk meninggal secara bergantian. Jadi saat seorang manusia meninggal maka yang sudah meninggal lebih dulu dapat kembali hidup dengan melewati sebuah pondok ciptaan para Dewa. Anjing Hutan yang tidak menyukai ide tersebut, menghalangi pintu pondok menyebabkan roh orang yang telah meninggal malah pergi ke daratan roh dan menyebabkan kematian jadi permanen.

Para Dewa serta manusia yang mengetahui hal tersebut sangatlah marah dan berusaha membunuh Anjing Hutan. Ia terus kabur hingga saat anaknya mati digigit anjing dan segala obat juga tidak bisa bekerja. Anjing Hutan sangat marah namun yang lain mengatakan bahwa “Jangan lupa bahwa kamulah yang menginginkan hal ini” Coyote yang menyesal juga tidak bisa berbuat apa-apa karena kematian juga sudah menjadi abadi.

3. Harapan Maui dan Dewi Hine-nui-te-po

Dalam mitologi Maori, dikisahkan tentang Hine-nui-te-po adalah seorang Wanita pertama di kerajaan langit, Dewi malam, kematian serta sang penguasa neraka. Ayahnya sekaligus suami bernama Tane, Dewa Agung pertama yang berjalan di bumi.Awalnya hubungan itu dirahasiakan oleh Tane, namun sejak ia tahu bahwa sang suami adalah ayahnya sendiri ia sangat jijik dan kabur ke neraka meninggalkan Tane sambil menitipkan anak-anak mereka yang konon dipercaya sebagai manusia pertama di bumi.

Para generasi keturunan manusia pertama berusaha untuk mencari obat keabadian agar tidak bisa merasakan kematian. Menurut petunjuk kitab kuno, dikatakan satu-satunya cara memperoleh hidup abadi dengan membalikkan alur kelahiran yang terletak di Miss V Dewi Hine-nui-te-po, mereka diharuskan masuk ke miss V nya dan keluar dari mulutnya.Utusan manusia pemberani ini bernama Maui, ia bersama teman-temannya mendatangi Neraka tempat singgasana di Dewi Kematian. Sebelum ia memulainya ia berkata kepada teman-temannya agar jangan pernah bersuara untuk tidak membangunkan sang dewi.

Kemudian Dewi Hine-nui-te-po yang sedang tidur dalam keadaan mengangkang, dimasukin Miss V nya oleh Maui dengan cara merubah dirinya terlebih dahulu menjadi cacing (versi lain mengatakan kadal).
Namun baru saja ia berusaha memasuki pintu Miss V, teman-temannya tidak sanggup untuk menahan tawa dan tak sengaja mereka membangunkan sang Dewi dari tidurnya. Dengan spontan ia menutup rapat-rapat pahanya dan membuat tubuh Maui patah terbagi dua, ia pun tewas seketika. Inilah kisah tragis manusia yang kehilangan harapan untuk menghindari takdir kematian.

4 Perselingkuhan Sang Adik, Mitologi Australia Pribumi

Dalam Mitologi Australia, asal mula kematian diceritakan berkaitan dengan manusia pertama yakni Purukapali. MItologi itu menceritakan mengenai waktu sebelum kematian ada di dunia dan keluarga pertama yang terdiri Purukapali si Pria Pertama, istrinya yang bernama Bima, adik laki-lakinya yang bernama Tapara dan bayinya.

Dikisahkan bahwa Tapara yang belum menikah ingin mendapatkan istri kakaknya, Bima. Bima saat itu sedang memanen ubi dan Tapara melihat itu sebagai kesempatan. Mereka bertemu berdua dan kemudian menghabiskan waktu sore mereka dengan bercinta satu sama lain. Pada saat itu, Si Kakak, Purukapali sedang mengurus bayinya yang tiba-tiba lapar. Purukapali kemudian pergi mencari-cari istrinya yang tidak dapat ditemukan di manapun.

Matahari sudah terbenam, Bima dan Tapara kembali, menemukan sang bayi yang sudah meninggal karena kelaparan. Purukapali yang menyadari apa yang terjadi, sangat marah dan memukul Tapara sedemikian rupa hingga ia kabur dan berubah menjadi bulan. Luka tersebut masih dapat dilihat pada permukaan bulan. Kakaknya yang masih sangat marah menggendong bayinya yang telah meninggal, melakukan tarian kematian sambil bersumpah bahwa semua manusia akan mengalami kematian sejak saat itu hingga akhirnya ia pergi ke laut dan tidak pernah terlihat lagi. Bima sendiri kabur dan berubah menjadi burung sambil menyesali perbuatannya.

5. Pisang atau Bulan, Mitologi Madagascar

Suatu hari Sang Dewa menanyakan pasangan manusia pertama yang tinggal di Surga mengenai kematian seperti apa yang mereka inginkan. Ia memberikan dua pilihan seperti bulan atau seperti pohon pisang. Pasangan tersebut tentu kebingungan dan menanyakan Sang Dewa arti dari masing-masing kematian tersebut.

Sang Dewa menjelaskan bahwa si bulan akan mati setiap bulan dimana ia semakin lama akan semkain kecil dia angkasa namun ia terlahir kembali dan semakin besar setiap harinya hingga benar-benar bulat sepenuhnya. Sedangkan pohon pisang memang harus mati dan tidak kembali namun ia menghasilkan sebuah biji yang menghasilkan pisang baru. Jadi sebelum ia mati ia telah berhasil menciptakan kehidupan yang baru.

Pasangan tersebut memikirkan kedua pilihan ini dalam waktu yang sangat lama, membicarakannya sepanjang malam dan membayangkan jika mereka memilih bulan, mereka memang akan abadi namun kehidupan mereka akan membosankan dan kesepian. Akhirnya mereka memutuskan bahwa mereka lebih baik mengalami keramaian dan keajaiban menghasilkan kehidupan baru daripada keabadian. Lelaki pertama dan wanita pertama ini akhirnya mempunyai banyak anak, hati mereka dipenuhi cinta dan kebahagiaan namun akhirnya harus tua dan meninggal, tidak pernah kembali sama halnya seperti pohon pisang. Sejak saat itu, semua manusia harus meninggal dan menyisakan ruang untuk kehidupan baru yaitu anak-anak mereka.

6. Buah Terlarang, Kitab Kejadian

Dalam kepercayaan Kristiani, pada awalnya manusia yakni Adam dan Hawa benar-benar berada dalam keadaan yang suci dan tidak mengenal dosa saat mereka tinggal di Taman Eden bersama Tuhan Yesus. Namun Si Ular (Iblis) menggoda mereka untuk memakan buah dari pohon terlarang yaitu pohon dengan buah pengetahuan akan yang baik dan jahat.

Sesudah memakannya, mereka terjerumus ke dalam dosa dan malu akan ketelanjangan mereka di depan Tuhan. Tuhan kemudian mengusir mereka dari Taman Eden dan inilah yang menjadi cikal bakal jatuhnya umat manusia ke dalam dosa. Dikatakan ini jugalah yang menyebabkan manusia harus lahir dengan dosa dan menyebabkan mereka harus mengalami siklus kehidupan tidak abadi yakni lahir, tua, sakit dan mati. Berdasarkan kisah ini, inilah sebabnya mengapa seorang manusia tidak dapat mencapai kehidupan abadi dan harus mengalami kematian tanpa adanya belas kasihan Tuhan.

7. Kotak Pandora, Mitologi Yunani

Kebanyakan dari Anda mungkin pernah mendengar istilah Kotak Pandora, tapi tahukah Anda kalau itu ternyata adalah asal mula kematian dalam Mitologi Yunani? Dalam mitologi Yunani, Zeus memerintahkan Sang Dewa Keterampilan, Hephaestus, menciptakan Pandora, yakni wanita pertama di Bumi. Dewa-Dewi lain kemudian memberikan Pandora berbagai kelebihan seperti Athena yang memberikannya baju, Aphrodite yang memberikannya kecantikan, Hermes memberikannya kemampuan berbicara, dan seterusnya.

Singkat cerita, Prometheus mencuri api dari Olympus dan memberikannya ke manusia, Zeus yang mengetahui hal tersebut marah dan membalas dendam dengan memberikan Epimetheus, adik Prometheus, seorang wanita yang tidak lain dan tidak bukan adalah Pandora. Prometheus sudah mengetahui bahwa itu merupakan pertanda dari sesuatu yang tidak baik, namun Epimetheus tetap saja ingin menerima Pandora sebagai istrinya. Tapi selain hadiah yang indah itu, Zeus juga memberikan sebuah kotak dengan kunci ke Pandora dan Epimetheus, disertai dengan peringatan untuk jangan pernah membukanya.

Epimetheus tahu bahwa Zeus sangatlah sulit ditebak, oleh karena itu ia juga meminta istrinya, Pandora, untuk jangan pernah membuka kotak tersebut. Sayangnya, suatu hari saat Epimetheus tertidur, karena rasa penasaran Pandora mencuri kunci dari Epimetheus dan membuka Kotak tersebut. Dari kotak itu keluarlah semua hal yang buruk di dunia ini, dimulai dari kebencian, kemarahan, penyakit dan juga kematian. Saat Pandora berusaha menutup kembali kotak tersebut, semua sudah terlambat dan kotak itu sudah tidak berisikan apa-apa kecuali satu cahaya kecil yakni Harapan. Jika Anda berpikir Zeus akan marah ke Pandora, maka Anda salah. Ia tidak melakukan apa-apa ke Pandora karena ia sudah tahu itu akan terjadi. Itulah kisah di balik kotak Pandora, kejahatan, kematian, dan harapan.

8. Kisah Dewa Sno-Nyosa dan Kucing yang Pelupa

Kita mulai dengan mitos kematian dan sampai kini masih dipercaya sebagian besar masyarakat yang tinggal di Libea, Afrika Barat. Diceritakan dalam mitologi Liberia, proses hidup dan mati makhluk hidup termasuk manusia berkaitan erat dengan Dewa Sno-Nyosa, sang Penguasa langit dan bumi. Setelah ia menciptakan dunia beserta isinya, Dewa Sno-Nyosa mengutus ke empat anaknya untuk tinggal di bumi. Dan sekian lama tinggal dibumi mereka pun melahirkan banyak keturunan yang dijuluki dengan nama ‘manusia’. Dan pada suatu saat sang ayah memberikan perintah agar mereka kembali ke surga.Namun perintah itu mereka tolak dengan alasan mereka sudah sangat betah tinggal di bumi. Mendengar ucapan sang anak membuat Dewa Sno-Nyosa murka besar, ia lalu mencabut roh mereka dan membiarkan jasad mereka membusuk di Bumi.Dan ia pun memberikan kutukan kepada keturunan mereka yakni umat manusia, bahwa hidup mereka tidak lagi abadi dan bisa merasakan sakit, hingga mengalami kematian.

Takut membayangkan betapa seramnya penderitaan yang harus mereka terima. Membuat umat manusia di bumi mencoba untuk mencari obat penawarnya agar bisa hidup abadi lagi. Akhirnya mereka mendengar tentang tabib sakti yang memiliki obat keabadian. Tapi, karena takut manusia yang diutus akan memanfaatkan obat itu untuk dirinya sendiri,maka mereka pun mengirim seekor kucing untuk mengambil obat tersebut.Kucing itu kemudian berhasil mendapatkannya,namun saat dalam perjalanan ia sempat beristirahat dan mandi di sungai.Ia pun meletakkan obat keabadian tersebut di dahan pohon.

Begitu selesai mandi, tak sengaja ia langsung pulang dan lupa membawa obat abadi tersebut. Dan sekembalinya ia pulang, umat manusia marah besar karena mengetahui ia lupa membawa obat abadi yang telah diberikan oleh Tabib Sakti.Kucing itu akhirnya kembali mencari-cari obatnya namun tidak berhasil menemukan. Kemudian ia mencoba meminta lagi kepada sang tabib.Seketika, Tabib tersebut memarahi si kucing dan mengatakan bahwa obat keabadian itu hanya ada satu-satunya di dunia.Inilah penyebab pertama kali kenapa roh manusia harus meninggalkan jasad tak bernyawa mereka di bumi alias matek.Dan mungkin, ini juga alasan kenapa kucing sampai sekarang tidak pernah menyukai air alias mandi hehehe.

Sekian dulu artikel tentang asal mula kematian manusia menurut kisah-kisah mitologi dunia, semoga artikel ini cukup menghibur kamu sebagai bacaan dongeng sebelum tidur. Tapi satu hal yang pasti adalah kematian akan terjadi pada semua mahluk hidup. So, gunakan hidup ini dengan bijak ya. 🙂

Next ArticleInilah Penyihir Yang Paling Terkenal Di Dunia