Kali Jodo, Pusat Perhatian Jakarta

Beberapa waktu yang lalu kita telah mendengar bahwa salah satu tempat prostitusi yang ada di Jakarta bernama Kali Jodo yang telah di tertibkan oleh pemerintah Jakarta. Lebih lanjut, perencanaan penertiban Kali Jodo yang sekarang sudah rata menjadi tanah akan dijadikan pemerintah menjadi tempat penghijauan, jogging track, futsal, dan tujuan rekreasi.

Salah satu alasan pemerintah Jakarta memusnahkan Kalijodo adalah karena dibangun secara ilegal pada area yang seharusnya menjadi lahan hijau.

Perundang-undangan Nasional Indonesia tidak menjalani tugasnya dengan baik untuk mengatur prostitusi. Namun, Romli Atmasasmita sebagai ahli hukum menyatakan bahwa jika suami dari perempuan cabul atau istri seorang suami yang membeli layanan seks komersial dilaporkan ke pengadilan, bisa dipenjara di bawah UU kecurangan.

Argumen terhadap prostitusi biasanya mengutip pengajaran agama dan nilai-nilai moral. Brili Agung menyatakan bahwa ajaran-ajaran Islam, Kristen dan Yahudi secara tegas melarang praktek prostitusi. Menurutnya, prostitusi dapat menghancurkan masa depan pelacur, dan ia mengatakan lagi bahwa sebagian besar perempuan mengubah hidupnya dengan melakukan tindakan tersebut.

Selain Kalijodo, tempat prostitusi lain yang ada diJakarta juga direncanakan akan ditutup oleh pemerintah setempat untuk menambah lahan penghijauan.

Selaku sebagai Gubernur Jakarta, Ahok mengakui bahwa menghancurkan Kalijodo tidak dapat memecahkan masalah prostitusi. “Dalam pengetahuan saya, prostitusi telah ada sejak dahulu kala. Dan mustahil untuk menggantikan upah bagi orang-orang yang biasanya menghasilkan Rp 200.000 bagi mereka yang tidak ingin bekerja di dapur, yang dibayar tiga juta Rupiah (per bulan).”

Pekerja seks komersial yang ada di Indonesia sudah ada sebelum era penjajahan. Selama masa Kerajaan berbeda, raja bisa mendapatkan gadis sebanyak yang ia inginkan. Bangsawan mengirim banyak anak perempuan mereka dan diserahkan kepada raja, dan akan dijadikan sebagai gundik.

Pada tahun 1864, Indonesia tepatnya kota Surabaya memiliki sebanyak 228 pelacur dari 18 rumah. Jumlah terus meningkat sampai sekarang. Setelah itu, sasaran berikutnya adalah Dolly yang telah ditutup pada tahun yang lalu, dan itu menjadi legenda sebagai tempat Prostitusi terbesar diasia tenggara yang lebih besar dari Thailand Patpong dan Geylang di Singapura.

 

Next ArticleSebagian Isi Dari Alkitab Yang Penting