Inilah Penyakit Bentuk Tubuh Apel Dan Pir

Setiap orang dikaruniai dengan bentuk tubuh yang berbeda-beda. Untuk lebih mudah membedakan satu sama lain, umumnya bentuk tubuh orang dibedakan menjadi beberapa bentuk yang menyerupai buah, seperti buah apel, buah pir dan yang lainnya. Karena setiap bentuk tubuh memiliki kecenderungan resiko kesehatan yang berbeda-beda, maka berbeda pula pola makan yang sebaiknya dilakukan.

Lapisan lemak tersebar di bawah permukaan kulit seluruh tubuh dan terkadang kita bisa melihat dengan jelas bagian tubah mana yang memiliki lemak paling banyak. Pada umumnya, bagian tubuh yang paling terlihat ada penumpukan lemak adalah perut dan area sekitar paha. Sebelumnya, perlu diketahui bahwa penumpukan yang berfokus bagian atas sekitar dada dan perut akan membuat tubuh kita terlihat seperti buah apel, sedangkan penumpukan lemak di sekitar perut bagian bawah, paha dan bokong akan menyebabkan tubuh kita terlihat seperti buah pir. Berikut ulasan penyakit tubuh berbentuk pir atau apel.

Apakah Tubuh Kamu Bentuk Apel Atau Pir?

Perbedaan mendasar dari kedua bentuk tubuh apel dan pir adalah bagian mana yang memiliki distribusi lemak paling banyak dan seberapa banyak lemak yang tersimpan. Untuk mengukurnya, kita perlu menggunakan rasio lingkar pinggang dan panggul. Caranya cukup sederhana yaitu dengan mengukur lingkar pinggang (di antara rusuk dan pusar) dan lingkar panggul (di sekitar tulang pinggang), lalu kemudian dibandingkan. Nilai rasio akan menentukan bentuk tubuh yang Anda miliki.

Jika nilai lingkar pinggang lebih besar dari nilai lingkar panggul, maka Anda cenderung memiliki bentuk tubuh apel. Sebaliknya, jika nilai lingkar pinggang lebih kecil dari nilai lingkar panggul, maka Anda cenderung memiliki bentuk tubuh pir. Bentuk tubuh apel cenderung memiliki nilai rasio lingkar pinggang dan panggul yang lebih besar dibandingkan bentuk tubuh pir. Itu artinya penumpukan lemak pada bentuk tubuh apel akan lebih banyak di bagian pinggang atau sekitar perut, erat kaitannya dengan obesitas sentral.

Alasan Perempuan Bertubuh Pir dan Laki-Laki Bertubuh Apel

Tubuh memiliki cara untuk menentukan distribusi lemak masing-masing dan salah satu yang mempengaruhinya adalah faktor hormonal. Contoh perbedaan hormonal yang paling sederhana adalah pada individu laki-laki dan perempuan. Perbedaan hormonal di antara keduanya menyebabkan perempuan cenderung memiliki tubuh pir dan laki-laki cenderung memiliki tubuh berbentuk apel.

Hormon testosteron yang lebih banyak pada laki-laki memungkinkan tubuh untuk menyimpan lemak lebih sedikit pada permukaan tubuh. Di samping itu, laki-laki tidak memiliki hormon estrogen sehingga memiliki luas panggul yang lebih kecil. Hal inilah yang menyebabkan lemak pada laki-laki cenderung tersimpan di sekitar permukaan perut sehingga laki-laki cenderung memiliki lingkar pinggang yang lebih besar.

Hormon estrogen akan membantu perempuan memiliki panggul yang lebih besar untuk kebutuhan masa kehamilan dan melahirkan. Hormon ini juga berperan agar lemak tubuh pada perempuan lebih banyak tersimpan di sekitar panggul. Namun bentuk tubuh pir pada perempuan dapat berubah seiring dengan berjalannya waktu. Saat mengalami menopause, tubuh perempuan akan mengalami kekurangan estrogen, sehingga lemak akan lebih banyak tersimpan di sekitar pinggang dan menyebabkan penumpukan lemak lebih banyak pada tubuh bagian atas, membuat tubuh perempuan yang mengalami menopause biasanya menjadi berbentuk apel.

Bentuk Tubuh Apel

Bentuk tubuh seperti apel memiliki pinggang yang besar, pinggul yang lebih kecil. Pada bentuk tubuh ini, lebih berisiko menimbun lemak di sekitar perut dan pinggang. Hal ini membuat bentuk tubuh apel lebih rentan terhadap penyakit:

Gangguan Makan

Memiliki bentuk tubuh apel mungkin memiliki risiko lebih besar terhadap gangguan makan. Sebab berdasarkan sebuah penelitian, kenaikan jumlah lemak pada perut erat kaitannya dengan nafsu makan yang tidak terkendali, sehingga kerap membuat pemilik tubuh bentuk apel semakin sulit untuk menyukai bentuk tubuhnya. Hal inilah yang membuatnya lebih rentan mengalami gangguan makan, baik menjadi berlebihan maupun amat kekurangan seperti bulimia dan anoreksia. Lebih lanjutnya, hal ini diketahui berkaitan secara psikis dan hormonal.

Penyakit ginjal

Bentuk tubuh yang menyerupai apel ternyata lebih berisiko mengalami penyakit ginjal. Meski hingga kini belum diketahui secara jelas mengapa, namun sebuah penelitian mengungkap, dengan bentuk tubuh ini cenderung memiliki tekanan darah yang tinggi pada ginjal, meskipun secara umum memiliki kondisi tubuh sehat dan tekanan darah yang normal. Tekanan darah pada ginjal akan semakin tinggi, jika mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.

Diabetes Dan Penyakit Jantung

Seseorang yang kelebihan berat badan memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes. Hanya saja, pemilik bentuk tubuh apel mungkin cenderung lebih berisiko terkena diabetes karena memiliki kelebihan penumpukan lemak pada bagian perut. Tak hanya itu saja, bentuk tubuh seperti apel juga harus lebih waspada terhadap penyakit jantung.

Bagi yang memiliki bentuk tubuh seperti apel, dianjurkan untuk membiasakan diri melakukan olahraga kardio guna membakar lemak. Selain itu, manfaat dari olahraga kardio juga mampu menguatkan otot perut, sehingga perut lebih ramping. Salah satu yang bisa menjadi pilihan adalah jogging.

Bentuk Tubuh Pir

Bentuk tubuh yang menyerupai buah pir memiliki bentuk tubuh bagian atas yang kecil sementara pinggul, paha dan bokong cenderung lebih besar. Bentuk tubuh pir cenderung lebih banyak menyimpan lemak pada tiga bagian tubuh bawah tersebut. Untuk itulah, pemilik bentuk tubuh seperti ini harus lebih hati-hati terhadap penyakit:

Daya Ingat Yang Buruk

Dari data yang didapatkan, pemilik bentuk tubuh pir, lebih berisiko mengalami gangguan daya ingat. Sebuah penelitian menyebutkan, dengan bentuk tubuh pir mengalami kerusakan fungsi otak dan memori, dibanding bentuk tubuh apel. Kemungkinan ini disebabkan jenis lemak yang tersimpan cenderung lebih banyak disekitar pinggul, dibandingkan pinggang. Dengan semakin menumpuk lemak tubuh, maka semakin tinggi pula risikonya dalam mengganggu daya ingat. Hal ini berkaitan dengan pelepasan hormon sitokin oleh lemak pada tubuh yang dapat menyebabkan peradangan, serta kerap kali mengganggu kemampuan kognitif.

Diabetes

Penumpukan lemak yang terdapat di bagian bokong dan paha juga bisa menyebabkan penyakit diabetes. Hanya saja, pemilik tubuh pir memiliki risiko lebih kecil terkena penyakit diabetes jika dibandingkan pemilik tubuh apel. Meski demikian, berat badan berlebih secara umum merupakan faktor risiko yang signifikan terhadap diabetes, jadi tetap perlu diwaspadai.

Untuk yang memiliki bentuk tubuh seperti pir agar tubuh tetap sehat, dianjurkan untuk rutin berolahraga sepeda. Latihan aerobik ini sangat baik untuk membantu membakar lemak pada bagian bawah tubuh, termasuk paha dan bokong.

Perlu diingat bahwa tubuh memiliki caranya sendiri untuk mendistribusikan lemak. Distribusi lemak di sekitar perut dan pinggang cenderung relatif dan dapat berubah seiring berjalannya usia. Apapun bentuk tubuh Anda saat ini, menjaga berat badan dan penumpukan lemak tubuh dengan menerapkan pola hidup sehat tetap diperlukan untuk mencegah berbagai penyakit degeneratif.

Next ArticlePohon Tempat Tinggal Favorit Para Hantu