Inilah Kandungan Dan Manfaat ASI

Hampir setiap wanita di dunia ini pasti mendambakan menjadi seorang wanita seutuhnya, yaitu dengan melewati proses menikah dan melahirkan atau dari seorang istri menjadi ibu. Dikatakan bahwa transformasi dari istri menjadi ibu adalah tahap menuju kesempurnaan dan anugerah tak terhingga dari Yang Maha Kuasa bagi sebagian besar wanita.

“Saat bayi lahir, ada tiga haknya yang harus dipenuhi: mendapat dekapan hangat anda sebagai ibunya, makanan dari menyusui dan rasa aman bahwa ibunya cukup pengetahuan akan kehadirannya di dunia. Dan ASI memenuhi ketiga-tiganya.” Begitu yang dikatakan oleh Dr. Grantly Dick-read, MD, seorang ahli kesehatan anak.

Mendengar jeritannya saat lahir adalah momen paling membahagiakan bagi seorang ibu maupun ayah. Tangisannya adalah senyum yang mengharukan. Secara medis, tangisan bayi berfungsi sebagai penguat jantung dan pita suaranya. Jika bayi tidak menangis biasanya dokter akan berusaha bagaimana caranya bayi menjerit.

Jeritan tangis bayi adalah awal dari perjalanan panjangnya. Setelah dinyatakan lahir normal, baik berat badan maupun panjang badannya, tugas anda sebagai ibu adalah memberikan haknya untuk menyusui secara eksklusif hingga minimal usia 6 bulan. Akan lebih baik jika sampai usia 2 tahun. Menyusui inilah yang akan menentukan kualitasnya di masa mendatang. Semakin baik pengetahuan anda dalam menyusui, semakin berkualitas pula bayi anda.

Mengapa ASI Sangat Disarankan?

American Academy of Pediatrics (AAP) menganjurkan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama terus sampai paling sedikit 12 bulan. Kandungan ASI sangat berguna untuk bayi dan ibu. Bagi bayi, ASI dapat melindungi dari infeksi dan mengurangi tingkat risiko terkena diabetes, obesitas dan asma. Sedangkan bagi ibu, proses menyusui akan membantu rahim berkontraksi dan membuat pendarahan pasca melahirkan berhenti lebih cepat.

Menyusui juga dapat mengurangi risiko terkena kanker payudara dan ovarium dan paling penting ikatan kasih sayang antara ibu dan anak akan terjalin erat dari proses menyusui ini. Kandungan ASI terbagi dua yaitu makro dan mikro nutrien. Yang termasuk makronutrien adalah karbohidrat, lemak dan protein sedangkan mikronutrien adalah vitamin dan mineral.

Keajaiban Dalam Kandungan ASI

Hal yang menakjubkan dari kandungan ASI adalah bahwa karakteristik cairan ini dapat berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan bayi. Kandungan ASI ibu yang melahirkan bayi usia kandungan normal akan berbeda dengan kandungan ASI pada ibu yang melahirkan bayi prematur. Seiring waktu, kandungan ASI juga berubah sesuai pertambahan usia bayi. Nutrisinya akan disesuaikan dengan kebutuhan bayi pada tiap tahap perkembangan.

Tiap sesi menyusui, kandungan ASI kaya akan air dan laktosa di awal pemberian. Sedangkan di akhir sesi menyusui, kandungan ASI akan lebih banyak didominasi oleh kalori dan lemak. Beberapa minggu kemudian, kandungan ASI akan lebih sedikit diisi dengan sel-sel darah putih tetapi lebih banyak enzim antibakteri yang bernama lisozim. Selama masa menyusui berlangsung, kadar enzim ini akan terus tinggi.

Berikut kandungan ASI yang baik untuk bayi:

1. Kolostrum

Zat kolostrum adalah air susu kental yang keluar pertama kali setelah proses melahirkan. Warnanya kekuningan. ‘Cairan emas’ ini diproduksi mulai masa kehamilan hingga sekitar 2 minggu setelah melahirkan. Para ahli menganjurkan sebisa mungkin bayi yang baru lahir mendapatkan kolostrum mengingat manfaatnya yang sangat besar.

Apa manfaatnya untuk bayi sehingga sangat direkomendasikan para ahli?

  • Meningkatkan kekebalan bayi atau antibodi. Terhadap serangan penyakit yang mungkin terjadi pada periode perkembangan selanjutnya. Bahkan, kolostrum dapat mencegah bayi dari sindrom kematian mendadak (Sudden Infant Death Syndrome) hingga 22 persen. Di sisi lain, statistik kematian bayi karena sindrom ini adalah 87 : 3, di mana ada tiga bayi yang mati mendadak dari 87 bayi. Sindrom ini salah satunya disebabkan penundaan menyusui dini.
  • Mengajarkan bayi untuk menyusu, melatih ibu terampil menyusui. Saat bayi lahir tidak serta merta dia bisa langsung menemukan puting susu ibunya. Dia masih perlu dibimbing dan diarahkan. Demikian juga sang ibu yang masih belum pernah menyusui sebelumnya. Di sinilah peran inisiatif menyusui sejak dini memiliki nilai penting. Di samping sebagai titik awal asupan nutrisi bayi, juga sebagai sarana pembelajaran bagi keduanya. Menyusui adalah keterampilan yang dapat dipelajari dan juga dilatih dengan dukungan sang ayah sebagai penunjang kesuksesannya.
  • Mempengaruhi pertumbuhan sel-sel otaknya. Pada bayi yang baru lahir dikenal dengan istilah ‘golden age’, di mana periode ini terjadi pada 1.000 hari pertama sejak kehamilan hingga lahirnya bayi. Pada periode inilah perkembangan otaknya mengalami perkembangan yang sangat pesat (Growth Spurt), seperti semburan air dari dalam mulut. Terjadi sangat cepat dan pesat. Setelah itu akan kembali berkembang normal seperti biasanya di atas usia dua tahun.
    Untuk peremajaan tulang maupun penggantian sel kulit yang telah mati. Dalam kolostrum terdapat kandungan kalsium dan vitamin D serta vitamin C yang berfungsi terhadap penguatan tulang, khusunya pada usia 1-6 bulan pertama.

2. Protein

Kebutuhan kadar protein bayi sangat besar. Manfaat dari cukupnya asupan nutrisi ini adalah sebagai pembentuk dan pengganti sel-sel tubuh yang telah mati. Kandungan protein yang ada dalam ASI jauh lebih besar dari kandungan protein yang ada di dalam susu sapi. Disamping secara kualitas lebih baik protein ASI, penyerapan oleh tubuh juga lebih mudah protein ASI dibanding susu sapi. Hal ini disebakan kandungan protein (whey dan kasein) keduanya berbeda, baik dari segi porsi maupun daya serapnya oleh tubuh.

Karnitin Kandungan ASI yang baik selanjutnya yaitu Karnitin. Perannya untuk membantu proses pembentukan energi yang diperlukan dalam mempertahankan metabolisme tubuh. Kadar karnitin dalam ASI cukup tinggi terutama pada 3 minggu pertama saat menyusui, bahkan di dalam kolostrum kadar karnitin ini lebih tinggi lagi. Karnitin akan lebih banyak bayi dapatkan dari ASI ketimbang susu formula.

3. Lemak

Lemak dalam kandungan ASI lebih banyak dibandingkan dalam susu sapi dan susu formula. Kadar lemak yang tinggi sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembang otak bayi agar lebih sehat. Lemak omega 3, omega 6, asam lemak rantai panjang seperti asam dokosaheksanoik (DHA) dan asam arakidonat (ARA) banyak ditemukan dalam ASI, kedua jenis asam ini (DHA dan ARA) berperan terhadap perkembangan jaringan saraf dan retina mata. ASI juga mengandung asam lemak jenuh dan tak jenuh yang seimbang dibandingkan susu sapi yang lebih banyak mengandung asam lemak jenuh. Asam lemah jenuh sendiri apabila terdapat dalam jumlah banyak dan lama tidak baik untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah.

4. Karbohidrat

Laktosa adalah karbohidrat utama dalam ASI, fungsinya sebagai salah satu sumber energi untuk otak. Kadar laktosa dalam ASI hampir 2 kali lipat dibandingkan dengan laktosa pada susu sapi atau susu formula. Karbohidrat dalam kolostrum juga rendah, tetapi jumlahnya meningkat terutama laktosa, seiring pemberian ASI transisi (7-14 hari setelah melahirkan). Sesudah melewati masa ini maka kadar karbohidrat ASI dapat dikatakan relatif stabil.

5. Vitamin

Yang perlu diingat oleh ibu adalah konsumsi makanan ketika menyusui. Apa yang dimakan dan diminum oleh ibu juga akan berpengaruh pada bayi. Tak terkecuali vitamin yang dikandung makanan tersebut.

Untuk menyebut beberapa saja, kandungan vitamin dalam ASI adalah vitamin D, A, B, C dan E. Masing-masing dari vitamin tersebut memiliki fungsi dan manfaat tertentu. Vitamin D untuk kekuatan tulangnya, meskipun kadarnya dalam ASI tidak terlalu banyak. Namun, ini bisa disiasati dengan menyinari bayi dengan matahari di pagi hari sebagai pencegahan untuk masalah tulang pada periode usia 0-6 bulan kelahiran.

Vitamin A berfungsi utamanya untuk indera penglihatan bayi. Kandungan vitamin A sangat besar pada kolostrum dan mulai berkurang saat sudah memasuki periode transisi ASI matang, di mana sebagian besar porsi ASI sudah dalam bentuk cairan air, namun tetap mengandung zat-zat penting bagi bayi. Vitamin A juga memiliki peran dalam kekebalan tubuh, pembelahan sel dan pertumbuhan.

Vitamin B merupakan zat yang mudah larut dalam cairan. Di dalam ASI, fungsi dari vitamin ini adalah sebagai pelengkap dalam mencegah dari anemia (kekurangan darah), terlambatnya perkembangan, kurang nafsu makan dan iritasi kulit.

Dalam perkembangan saraf dan peremajaannya vitamin C memilik fungsi besar. Selain itu vitamin C berpengaruh pada pertumbuhan gigi, tulang dan kolagen, ia juga mampu mencegah bayi anda dari serangan penyakit. Namun, terlalu banyak konsumsi vitamin juga tidak baik karena efek samping yang ditimbulkan. Beberapa konsumsi buah jeruk atau buah lain yang mengandung vitamin C bisa menjadi pilihan alami dalam suplai vitamin ini ke dalam ASI. Hindari mengkonsumsi vitamin C buatan.

Vitamin E utamanya untuk kesehatan kulit. Selain itu, vitamin E sebagai penambah sel darah merah bayi yang bernama hemoglobin sehingga melindunginya dari anemia (kekurangan darah). Vitamin E juga membantu untuk melindungi retina dan paru-paru.

6. Mineral

Kalsium merupakan mineral utama yang ada dalam ASI. Yang menjadi poin penting dari mineral ini adalah daya serapnya terhadap tubuh. Meskipun kadarnya lebih rendah dibanding susu formula, namun daya serapnya mencapai 20-50 persen. Sedangkan susu formula hanya 4-7 persen. Sedangkan kekurangan mineral dapat menyebabkan gejala kulit merah dan terlambatnya pertumbuhan. Kesimpulannya, daya serap ke dalam tubuh bayi lebih penting dari pada kadar mineral yang diberikan.

Hal yang tak kalah penting dari pemaparan di atas adalah kesadaran anda sebagai ibu untuk menjadi dokter pribadi yang selalu siaga setiap saat dalam hal kecukupan menyusuinya.

Next ArticleFakta Surga Dunia Di Lantai 7 Hotel Alexis