Fakta Surga Dunia Di Lantai 7 Hotel Alexis

Selain peredaran narkoba, praktik prostitusi di negeri ini memang sudah sangat kronis. Meski kegiatan tersebut sudah banyak dilarang maupun ditentang oleh sebagian masyarakat di banyak tempat, tetap saja banyak individu yang berasal dari berbagai suku maupun agama yang hobi menjalaninya.

Di Indonesia sendiri ada satu tempat yang konon kisah prostitusinya bak legenda urban. Dikatakan demikian, lantaran sedikit sekali bukti dokumentasi mengenai adanya kegiatan jual beli selangkangan di tempat tersebut. Hotel Alexis namanya. Hotel Alexis yang berada di Ibukota Jakarta sudah menjadi salah satu pusat prostitusi paling terkenal. Bahkan lebih pamor dari gang Dolly di Surabaya apalagi Kalijodo yang tinggal nama.

Entah karena pengaruh kebutuhan atau karena pengaruh kekuatan, meski sudah terkenal dengan bisnis lendirnya sampai sekarang hotel Alexis masih berdiri tegak plus dengan penawaran surga dunianya yang tak dapat ditolak para pria. Berikut fakta hotel Alexis yang mungkin masih awam bagi sebagian orang.

1. Bukan Tempat Liburan Keluarga

Hotel Alexis dikenal sebagai hotel kelas atas, bahkan meski secara umum menjadi tempat liburan namun hotel Alexis bukanlah tempat yang tepat untuk liburan keluarga. Ada dua alasan kenapa hotel ini tidak pas untuk Anda jadikan sebagai destinasi liburan keluarga Anda. Pertama karena tingginya harga menginap yang dipatok manajemen hotel dan alasan yang kedua di hotel ini ya pasti Anda tahulah prostitusinya yang merajalela. Bukan hanya klub malam, tapi juga terapi plus-plus sampai spa yang begitu memanjakan pria dan adik kecilnya.

2. Tidak Bisa Diakses Sembarang Orang

Praktek-praktek prostitusi di hotel Alexis memang sudah tidak asing lagi, khususnya bagi mereka yang memang petualang seks. Hanya saja faktanya sampai sekarang pihak Pemprov DKI sendiri belum dapat berbuat banyak karena bukti-bukti otentik sangat sulit mereka dapatkan. Hal tersebut karena penjagaan di hotel favorit pria ini memang sangat ketat. Setiap tamu yang datang berkunjung tidak bisa sembarangan langsung mengakses surga yang dikatakan Ahok. Bukan Cuma memblack list pengunjung yang berasal dari Pemprov, tamu-tamu lain pun harus tahu “kode” khusus untuk bisa mengaksesnya.

3. Mulai Ramai Dibicarakan Setelah Diekspos Blak-blakan Oleh Ahok

Kabar ini mulai menggemparkan publik sekitar setahun silam, kala gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama secara terang-terangan mengatakan bahwa praktik prostitusi di hotel itu memang benar adanya.

  • “Di hotel-hotel itu ada enggak prostitusi? Ada, prostitusi artis di mana? Di hotel. Di Alexis lantai tujuhnya surga dunia loh (prostitusi). Di Alexis itu bukan surga di telapak kaki ibu loh, tapi lantai tujuh.” Ujar Ahok di Balai Kota.”

Meski ia mengetahui bahwa prostitusi marak terjadi di lantai tujuh hotel tersebut, namun Ahok mengaku tak bisa seenaknya menggusur termpat tersebut. Penyebabnya adalah karena sedikit atau nyaris nihil bukti yang menunjukkan bahwa wisata lendir di Alexis benar-benar eksis.

Surga Dunia Hotel Alexis

Seperti yang telah diuraikan di atas, tak banyak informasi yang menunjukkan bahwa praktik jual beli selangkangan marak terjadi di lantai tujuh hotel ini. Hanya saja, lewat hasil penelusuran singkat kami di beberapa media dan forum online dapat disimpulkan bahwa bisnis prostitusi kelas konglomerat di hotel ini adalah benar adanya.

Jika tamu yang baru saja masuk ke pelataran parkir mengatakan kepada petugas bahwa mereka ingin mencari hiburan khusus di lantai tujuh, mereka akan diantar lewat elevator khusus yang langsung terhubung ke lantai tersebut. Begitu sampai di lantai surgawi yang dimau, pengunjung atau tamu akan diminta untuk menitipkan ponsel, kamera atau segala alat dan perangkat yang dianggap dapat merekam kegiatan di sana.

Di lantai tersebut, tamu akan langsung masuk ke sebuah ruangan yang menghampar luas di mana banyak wanita yang berasal dari berbagai negara, duduk manis dan menggoda di beberapa sofa yang disediakan. Beberapa yang paling terkenal adalah yang berasal dari Cina, Thailand dan Uzbekistan. Keterbatasan bahasa membuat mereka lebih memilih untuk duduk secara berkelompok dengan rekan satu negara mereka.

Tarifnya sendiri bermacam-macam, namun rata-rata di atas satu juta per malam. PSK paling mahal adalah yang dari Uzbekistan. Begitu selesai memilih wanita yang diinginkan, tamu akan diminta untuk menyelesaikan transaksi dan kemudian dipersilakan untuk pergi ke fasilitas utama.

Mereka biasanya memilih kolam air hangat dan panti pijat sembari berbasa-basi dan sedikit mengenal si wanita yang menemani mereka. Jika sudah puas dengan “foreplay,” barulah mereka mengajak wanita tersebut untuk masuk ke kamar hotel yang telah disediakan. Cerita putus di sini, karena setelah itu, tak ada yang tahu aktivitas apa saja yang dilakukan para tamu di hotel itu.

Begitulah sedikit kisah mengenai legenda urban praktik jual beli selangkangan di lantai tujuh hotel Alexis. Tentu bukan hal yang mudah membereskan tempat prostitusi yang menjadi sarang hiburan orang-orang berduit. Semoga saja calon gubernur terpilih, Anies Baswedan, dapat menuntaskan janji kampanyenya untuk menutup hotel tersebut. Entah bagaimana caranya.

Jika Anda bilang ini Hoax, jika Anda tidak percaya surga dunia di lantai 7 Hotel Alexis, silakan datang berkunjung dan buktikan sendiri, hanya saja tolong bawa uang lebih, jika tidak ada uang sulit untuk membuktikan, paling Anda hanya memandang dan dicuekin para wanita cantik di lantai 7 Alexis.

Next ArticleTernyata Ada Makna Dibalik Simbol Ini