Deretan Penyakit Kelamin Wanita Dan Gejalanya

Penyakit kelamin merupakan jenis penyakit yang disebabkan oleh kuman yang ditularkan melalui hubungan seks oral maupun melalui hubungan antar kelamin. Maka dari itu, untuk menghindari penyakit kelamin ini dianjurkan agar tidak melakukan hubungan seks secara sembarang dan tidak membabi buta. Setia pada pasangan atau menggunakan alat pengaman seperti kondom adalah alternatifnya. Dibandingkan kelamin pria, bentuk kelamin wanita yang terbuka lebih memiliki risiko tinggi terhadap penyakit.

Biasanya penyakit kelamin pada wanita disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. Membersihkan secara teratur tidak cukup untuk menghindari anda dari timbulnya penyakit kelamin pada wanita. Beberapa gejala penyakit kelamin pada wanita ada yang normal dan tidak perlu dikhawatirkan. Namun mengenali gejala penyakit kelamin pada wanita sejak dini bisa menyelamatkan diri bahkan nyawa anda dari risiko kematian.

1. Herpes

Wanita terbilang lebih rentan terhadap penyakit menular seksual (PMS) herpes. Pada awalnya mungkin penderita tidak merasakan tanda-tanda terkena infeksi herpes. Jika seseorang sudah terinfeksi virus ini, maka virus akan tetap hidup di dalam tubuh meskipun mungkin virus tersebut dalam keadaan tidak aktif.

Pada wanita, virus herpes dapat menular dan masuk melalui mulut, labia, vagina dan juga kulit yang terluka. Penularan herpes dapat terjadi jika adanya kontak kulit langsung, termasuk aktivitas seksual baik vaginal, anal, maupun oral dengan penderita herpes.

Tanda-tanda terinfeksi virus herpes yaitu mengalami gejala seperti flu dan demam diikuti dengan nyeri pada otot dan sendi, permukaan kulit pada area yang terinfeksi akan terasa gatal kemudian menjadi panas seperti terbakar disertai nyeri, mengalami keputihan abnormal, dapat disertai sakit kepala serta buang air kecil terasa menyakitkan. Kemudian diikuti munculnya lenting kemerahan berisi cairan atau luka di sekitar vagina, bokong, selangkangan atau pada area sekitar bibir dan mulut yang tumbuh berkelompok.

2. Bartholinitis

Bartholinitis adalah infeksi pembengkakan yang berada dipinggir salah satu kelenjar Bartholin dan terletak pada bagian dasar labia. Penyebab penyakit ini karena terjadi infeksi dan gonokokus atau dapat juga karena adanya bakteri lain. Bartholinitis dapat menyerang kelenjar penderita, namun penyakit ini tidak menular saat berhubungan seks.

Kelenjar ini berukuran kira-kira 1cm dan terletak pada lubang awal vagina. Kelenjar bartholin ini berfungsi sebagai pelumas saat melakukan hubungan seksual karena kelenjar ini menghasilkan sedikit cairan untuk bibir vagina saat berhubungan seksual. Gejala pada penyakit ini berupa demam dan tidak enak badan. Sedangkan gejala pada vagina, mengalami pembengkakan pada kanan atau kiri vagina dan merasa nyeri bila diraba. Hal ini dapat berujung terjadi kista bartholinitis bila tidak cepat dirawat oleh dokter pakar.

3. Kandidiasis

Kandidiasis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh jamur yang bersifat akut ataupun subakut yang biasanya disebut jamur Candida. Jamur ini semacam ragi, terdapat dalam tubuh, sistem imun yang kuat akan dapat menolak datangnya penyakit kandidiasis. Jamur ini tidak hanya menyerang vagina tetapi dapat menyerang paru-paru, mulut, kulit dan lain-lain. Kandidiasis pada vagina biasanya dikarenakan obat antibiotik yang lebih sering dipakai, penggunaan pil KB dan obat-obatan lain yang mengubah suhu daerah vagina sehingga timbul jamur candida.

Gejalanya mengalami rasa gatal, terbakar dan keluarnya cairan kental berwarna putih, dapat menyebabkan infeksi saluran kemih. Jamur pada mulut biasanya disebut dengan thrush, bila jamur menjalar lebih dalam maka akan menyerang tenggorokan sehingga penderita akan sulit menelan, hilang selera makan, mual dan sakit tenggorokan. Gejala dapat dilihat dengan adanya gumpalan seperti busa pada mulut atau bintik-bintik merah.

Pengobatan pada penyakit ini tidak akan menghilangkan candidi yang berada dalam tubuh, akan tetapi untuk mengendalikan jamur itu agar tidak berlebihan, tentu dengan sistem kekebalan tubuh lebih berpengaruh terhadap jamur tersebut karena bakteri dalam tubuh dapat mengendalikan jamur tersebut.

4. Salpingitis

Salpingitis merupakan peradangan saluran tuba. Hampir semua kasus salpingitis disebabkan oleh infeksi bakteri, termasuk penyakit menular seksual gonore dan klamidia. Peradangan yang terjadi dapat menyebabkan kerusakan permanen pada saluran tuba sehingga dapat menyebabkan infertilitas pada wanita.

Pada kasus salpingitis ringan, gejala yang ditimbulkan mungkin tidak terlihat oleh penderita. Adapun gejala yang mungkin muncul adalah keputihan tidak normal dan bau, munculnya bercak, sakit pada perut dan punggung bawah, dismenorea atau rasa sakit saat menstruasi, sakit saat masa subur, sakit saat berhubungan seksual, demam, sering buang air kecil serta mengalami mual dan muntah. Jika gejala salpingitis muncul, disarankan untuk berkonsultasi kepada dokter guna mendapatkan penanganan. Dokter mungkin akan memberikan obat antibiotik untuk membunuh bakteri penyebab infeksi.

5. Kanker serviks

Hampir semua kanker serviks disebabkan oleh HPV. Gejala kanker serviks yang berkaitan dengan siklus menstruasi, infeksi jamur dan infeksi saluran kemih mungkin tidak disadari sebagai gejala kanker serviks hingga akhirnya berada pada stadium lanjut. Adapun gejala pada kelamin wanita yang berhubungan dengan kanker serviks diantaranya, adanya gangguan menstruasi seperti menstruasi dengan jumlah perdarahan berlebih, perdarahan yang tidak normal diluar siklus menstruasi, nyeri maupun perdarahan saat berhubungan seksual, keputihan yang tidak normal disertai bau, sering buang air kecil dan terasa sakit. Jika gejala ini timbul, dianjurkan untuk berkonsultasi kepada dokter.

Lakukanlah pemeriksaan pap smear secara berkala, sebagai langkah deteksi dini kanker serviks, terutama bila Anda telah aktif secara seksual, apalagi bila memiliki riwayat terinfeksi kutil kelamin. Bila perlu lengkapi dengan vaksinasi sebagai tindakan pencegahan.

6. Keputihan

Keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina yang bukan berupa darah. Keputihan pada wanita terbagi menjadi 2, keputihan fisiologis dan keputihan patalogis. Keputihan fisiologis biasanya terjadi menjelang menstruasi atau setelah menstruasi bisa juga semasa subur datang setiap bulan tetapi tidak dalam jangka waktu lama. Keputihan patalogis biasanya terjadi karena infeksi atau bakteri yang berada dalam atau sekitar vagina. Hal ini biasa terjadi karena adanya bakteri, virus ataupun parasit di daerah vagina dan dapat menjalar dan menyebabkan peradangan atau penyakit yang lebih lanjut.

7. Trikomoniasis

Trikomoniasis adalah penyakit yang menular melalui hubungan seksual, penyebabnya protozoa parasit. Trikomoniasis pada wanita biasanya menyerang vagina untuk pencegahan dalam penyakit ini menggunakan kondom saat berhubungan adalah cara yang tepat. Penyakit ini adalah penyakit yang sangat umum ditemukan di dunia dan salah satu penyakit dari 3 penyakit vagina yang paling umum pada wanita.

Faktor terjadi penularan adalah karena berganti-ganti pasangan, berhubungan dengan lelaki yang baru, menggunakan obat injeksi atau penularan dari berhubungan dengan lelaki yang terinfeksi. Gejala yang terlihat pada wanita adalah pada dinding vagina berwarna kekuning-kuningan atau kuning kehijau-hijauan, berbusa dan berbau tidak enak. Dinding vagina akan terlihat sembam dan kemerah-merahan.

Penting untuk selalu memeriksakan diri, terutama jika kehidupan seksual Anda tergolong aktif, pernah melakukan hubungan seks tanpa pengaman atau Anda merasa berisiko terhadap penyakit kelamin. Sadari setiap perubahan yang terjadi pada tubuh Anda, sekecil apapun itu. Konsultasikan lebih lanjut dengan dokter untuk pemahaman yang lebih mendalam.

Next ArticleKumpulan Pasukan Yang Berani Mati Di Dunia