Deretan Lokalisasi Prostitusi Terbesar Di Indonesia

Kita semua tahu jika prostitusi adalah bisnis paling tua di dunia. Bahkan sejak zaman Romawi kuno sekali pun praktik perdagangan jasa ini sudah ada. Di Indonesia sendiri, praktik semacam ini sudah ada sejak zaman kerajaan Nusantara. Lalu saat Belanda masuk, praktik prostitusi semakin gencar, bahkan sengaja disediakan sebuah tempat untuk menampung para wanita tuna susila ini.

Tempat prostitusi banyak berdiri dengan latar belakang kebutuhan ekonomi serta dorongan sosial masyarakat yang menjadi alasan adanya layanan prostitusi ini. Meskipun konsumen untuk bisnis tersebut cukup besar. Banyak yang mencibir, banyak pula yang menikmati bisnis prostitusi itu. Bahkan rupanya di Indonesia ada tempat-tempat lokalisasi yang dianggap sangat terkenal. Mau tahu? Hati-hati jangan berkunjung ke sini jika tidak paham betul dengan resikonya ya mari kita simak dibawah ini.

1. Sintai – Batam

Sebagai salah satu pulau termaju yang ada di Indonesia. Batam memang menjadi tempat strategis untuk bisnis lantaran lokasinya yang begitu dekat dengan Singapura dan malaysia. Tak hanya bisnis properti yang menjanjikan, bisnis mengenai kehidupan malam di Batam juga menjadi hal yang berkembang cukup pesat.

Disini ada lokalisasi Sintai yang menjadi lokalisasi terbesar di kepulauan Batam. Disebutkan ada PSK lokal sampai mancanegara yang mencari sumber penghidupan di Sintai. Tingginya transaksi uang di kehidupan malam Sintai yang mendapat julukan kota $ ini membuat para PSK terkena pajak penghasilan negara mencapai 10% dari pendapatannya perbulan.

2. Kampung Baru – Palembang

Kampung Baru adalah lokalisasi prostitusi tampak terselubung dengan rapi meskipun dilarang beroperasi. Di lokasi yang berada persis di Jalan Teratai Km 8 itu, para PSK sudah disediakan tempat khusus seperti rumah perkampungan yang sudah didesain layaknya rumah diskotik penuh dengan gemerlap lampu serta alunan musik yang menghentak jiwa termasuk juga disediakan ruangan khusus untuk pelanggan.

Di rumah-rumah tersebut ada banyak PSK yang jumlahnya puluhan, para PSK menjajakan dirinya dengan pakaian super feminim. Mereka sekali-kali menggoda dengan manja para pengunjung. Sehingga di tempat itu para pengunjung pun tidak akan kesulitan menemukan PSK, serta tidak perlu repot-repot untuk mencari.

3. Sanur XX –  Bali

Sanur selain dikenal sebagai kawasan wisata terkenal di Bali, kawasan Sanur juga dikenal sebagai salah satu tempat destinasi favorit bagi pria hidung belang yang ingin mencari kenikmatan sesaat dari para Pekerja Sek’s Komersial. Siang berganti malam, geliat kehidupan perempuan malam pun mulai menghiasi hingar bingarnya dunia gemerlap malam Sanur.

Sekelompok perempuan penjaja kemolekan tubuh telah bersolek dan berkumpul. Seperti biasanya mereka bersiap melakukan aktifitasnya menawarkan kenikmatan tubuhnya kepada lak-laki hidung belang. Semerbak harum aroma dupa menyapa saat melangkah masuk ke dalam pekarangan sebuah rumah dengan nomor berakhiran huruf “ XX ” .

4. Limusnunggal – Bogor

Di bogor terdapat sebuah tempat lokalisasi yang terkenal tepatnya di daerah cileungsi bernama Limusnunggal. Di Lumusnunggal terdapat banyak sekali bangunan tempat prostitusi seakan prostitusi disini sudah legal. Sebenarnya tempat ini sudah dibubarkan beberapa kali, namun karena ketidak tegasan dari pemerintah membuat tempat prostitusi seperti ini hidup kembali.

Ironisnya tempat prostitusi tersebut berdampingan dengan gedung sekolah. Kehidupan malam memang melekat pada orang-orang kelas menengah kebawah, tapi tidak menutup kemungkinan ada orang besar dibalik itu. Faktor ekonomi, keluarga dan banyak sekali alasan lainnya yang membuat para wanita bekerja menjajakan tubuhnya.

5. Saritem – Bandung

Saritem adalah salah satu lokalisasi paling tua yang ada di Indonesia. Letaknya di daerah Bandung, tepatnya di antara Jalan Astana Anyar dan Jalan Gardu Jati. Saritem pertama kali dibangun pada tahun 1838 saat Belanda masih menguasai Indonesia. Nama Saritem sendiri berasal dari nama seorang gundik Belanda bernama Nyi Saritem.

Sejak menjadi gundik, Saritem banyak sekali mencari wanita untuk dipekerjakan di rumahnya. Para gadis ini akan disuruh untuk melayani pada tentara Belanda terutama yang masih lajang agar mereka tidak terlalu stres dengan pekerjaan. Sejak saat itu lokalisasi ini terus berkembang hingga sekarang meski terus ada razia di sana. Saritem adalah wisata “esek-esek” paling terkenal di Bandung dan membuat banyak lelaki hidung belang ingin segara mengunjunginya. Saat ini Saritem telah resmi ditutup meski banyak yang bilang praktik prostitusi masih ada di tempat ini.

6. Jl.Pajajaran – Malang

Malang yang terkenal dengan kota berhawa sejuk dan dingin di malam hari rupanya tak luput dengan bisnis kehidupan malamnya. Salah satu kawasan yang terkenal adalah di Jl. Pajajaran. Pada zaman dulu, mulai sekitar jam 7 malam sampai menjelang Subuh banyak sekali gadis-gadis PSK yang bermunculan di kawasan ini untuk menjajakan tubuh mereka demi rupiah. Meskipun semakin berkembangnya kehidupan di Malang, para gadis PSK itu muncul semakin malam. Tak hanya mereka yang mengais-ngais rupiah, banyak juga gadis-gadis dengan masalah keluarga, kegagalan rumah tangga sampai memang penikmat kehidupan malam sering ditemukan di sini.

7. Dadap – Tangerang

Di kabupaten Tangerang, tepatnya di kecamatan Kosambi rupanya ada titik lokalisasi prostitusi yang terkenal bernama lokalisasi Dadap. Jika kalian berjalan ke rumah Krematorium Dadap, di kiri serta kanan jalan maka kalian bisa menemukan lokalisasi Dadap. Disebutkan segala aktivitas disini di mulai jam 19.30 malam, para PSK dengan berbagai macam gaya penampilan sudah duduk berbaris di sana untuk menunggu tamu yang bisa memilih mereka.

Meski nafsu duniawi begitu kuat untuk segera disalurkan, jangan sampai dirimu melangkah ke tempat malam di atas. Perkuat imanmu dengan terus mendekatkan diri kepada Sang Pencipta agar terhindar dari kawasan maksiat tersebut.

Next ArticleInilah Kandungan Dan Manfaat ASI