Deretan Fakta Gila Tentang Psikopat

Pada artikel ini akan dipaparkan fakta gila tentang psikopat. Jika disinggung masalah psikopat, Anda mungkin akan mengingat beberapa film-film Hollywood yang dipenuhi dengan tayangan pembunuhan psikopat. Meskipun penggambaran psikopat tidak begitu cocok dalam film-film tersebut, tetapi ada satu hal yang pasti: Bahwa mereka sangat menakutkan dan mereka tidak memiliki empati. Artinya, mereka tidak merasa bersalah dan sangat impulsif. Mereka juga terkadang cukup cerdik, manipulatif dan juga menarik.

Disini akan dipaparkan beberapa fakta gila tentang psikopat yang terus-menerus membuat para ilmuwan terkejut dengan fakta yang akan dipaparkan dibawah ini.

1. Psikopat Tak Mengenal Rasa Takut

Psikopat tak bisa mengerti rasa takut, sehingga dia juga tak bisa melihat rasa takut dari wajah orang lain. Meski korbannya sudah membelalakkan mata dengan wajah ketakutan, mereka tak akan bisa mengenali dan berpikir bahwa korbannya sedang ketakutan. Hasil ini ditemukan peneliti dari Georgetown University yang melakukan tes terhadap 36 anak. Beberapa anak dengan tingkat psikopatik tinggi diketahui tak bisa membedakan antara wajah ketakutan dan wajah yang netral. Hal ini diperkirakan karena adanya kerusakan pada Amygdala, bagian otak yang mengontrol respon terhadap rasa takut. Bagian luar Amygdala pada psikopat lebih tipis dan kecil dibandingkan dengan otak manusia normal.

Uniknya, hal ini tak mempengaruhi efek penangkapan emosi lain, seperti rasa sedih dan lainnya. Tak hanya tak bisa mengenali rasa takut, psikopat juga tak bisa merasakan rasa takut. Mereka seringkali kesulitan ketika harus merespon hal-hal yang menakutkan. Seorang pembunuh yang psikopat dan menjadi objek penelitian di Marsh College bahkan pernah mengatakan: “Aku tak tahu ekspresi apa itu, tapi aku tahu itu adalah ekspresi yang ditunjukkan orang sebelum aku menusuk mereka.”

2. Psikopat Kecanduan Dofamin

Saat seorang pembunuh serial bernama Ted Bundy diwawancarai tentang motif membunuhnya, pria ini mengatakan bahwa dirinya hanya suka membunuh saja. Apakah yang mendorong pria ini suka membunuh? Dan mengapakah psikopat suka sekali memanipulasi orang lain? Hal ini berhubungan dengan dofamin, yaitu Neurotransmitter yang mengakifkan pusat penghargaan di otak kita. Jadi, alasan psikopat membunuh sama dengan alasan kita jatuh cinta atau memakan cokelat. Tetapi bedanya, psikopat kecanduan dofamin dalam skala besar, dimana hal ini menjadi salah satu dari fakta gila tentang psikopat.

Otak psikopat tidak hanya memproduksi Dofamin lebih banyak, tetapi sebenarnya juga “Menilai Terlalu Tinggi” Neurotransmitter tersebut. Hasrat untuk mendapatkan dofamin inilah yang menjadi alasan mengapa psikopat sangat terobsesi untuk menjalankan cara mereka sendiri, meskipun orang lain dirugikan.

Sebuah studi dilakukan untuk mempelajari sifat alami psikopatik, dimana beberapa subyek diberikan Amphetamines yang disandingkan dengan Neuron yang mengproduksi Dofamin. Obat-obatan ini ditandai secara radioaktif untuk mempelajari seberapa banyak dofamin yang diproduksi sebagai respon dari amphetamines. Para ilmuwan ini mendapati bahwa orang-orang yang menunjukkan impulsifitas antisosial tinggi, yaitu hasrat dan keinginan untuk mengendalikan orang lain, menghasilkan jauh lebih banyak dofamin dibandingkan yang lainnya.

3. Psikopat Bisa Mengubah Rasa Empati Mereka

Bayangkan saklar lampu yang ada di rumah Anda. Seperti itulah keadaan empati seorang psikopat. Sejak dulu banyak orang percaya bahwa psikopat tak bisa merasakan empati. Namun faktanya, mereka sebenarnya bisa jika mereka mengaktifkan empati mereka. Untuk itu, psikopat bisa terlihat sangat ramah, meyakinkan dan memanipulasi orang lain. Namun ketika empati itu dimatikan, mereka bisa membunuh dengan brutal dan dingin tanpa merasa kasihan sedikit pun pada korbannya. Ketika mereka membunuh, mereka memilih untuk mematikan empati tersebut. Namun ketika mereka sedang bersikap ramah, bisa jadi mereka menghidupkan empati itu lagi.

4. Psikopat Memiliki Indera Penciuman Yang Buruk

Pada september 2013, profesor Jason Castro dan Chakra Chennubholta memutuskan untuk membuat kategori yang dikenal oleh manusia. Mereka menemukan bahwa manusia bisa mengenali 10 jenis bau. Beberapa orang memang memiliki kesulitan saat mengenali beberapa jenis bau tertentu, namun berbeda dengan psikopat.

Peneliti menemukan bahwa psikopat memiliki kesulitan untuk mengidentifikasi bau. Semakin kuat kecenderungan psikopat mereka, semakin sulit pula mereka mengenali bau. Hal ini sebenarnya menarik, karena seringkali psikopat dengan mudah mengelabui petugas dalam tes empati atau simpati. Namun mereka selalu gagal dalam tes mengenali bau.

5. Psikopat Memiliki Pola Berbicara Yang Khusus

Sementara psikopat bisa terlihat manipulatif, ramah dan cerdas, namun peneliti dari Cornell University menemukan bahwa psikopat seringkali memiliki pola pembicaraan yang sama. Dan ini seringkali meluncur begitu saja dari mulut mereka. Hasil ini ditemukan peneliti setelah melakukan wawancara terhadap 52 pembunuh, 14 di antaranya adalah psikopat.

Setelah menganalisis pembicaraan, peneliti menemukan adanya kesamaan dalam cara bicara psikopat. Mereka sangat sering menggunakan kata “mmm” dan “uh” lebih sering daripada penjahat yang lain. Selain itu, mereka kebanyakan menggunakan frase sebab-akibat, termasuk penggunaan kata ‘karena’. Ketika penjahat lainnya lebih sering membicarakan keluarga, psikopat berfokus pada kepentingan mereka seperti makanan, minuman dan kebutuhan lain.

6. Psikopat Suka Ngetroll Di Internet

Trolling atau mengerjai orang di dunia maya diketahui sebagai salah satu kegemaran psikopat. Hal ini ditemukan peneliti setelah melakukan survei. Orang yang memiliki kecenderungan sebagai psikopat diketahui suka melakukan trolling di internet atau bermain sebagai musuh di game online hanya agar bisa membunuh dan menyiksa karakter lain.

Orang yang seringkali mengerjai orang lain di dunia maya memiliki kecenderungan kepribadian narsis, sadis dan psikopat. Mereka suka menyakiti dan mengerjai orang lain dan tidak memiliki sopan santun. Peneliti telah menemukan adanya kaitan antara kebiasaan trolling di internet dengan kecenderungan seseorang sebagai psikopat.

Itulah fakta gila psikopat. Ketika Anda memiliki kenalan dengan ciri-ciri di atas, lebih baik berhati-hatilah. Meski ada juga kasus psikopat yang tak melakukan kejahatan seperti sudah dijelaskan sebelumnya. Namun sebaiknya selalu waspada dan berhati-hati.

Next ArticleInilah Fakta Menjadi Seorang Dokter