Kesetiaan Seorang Lelaki Yang Tak Tertandingi

Kesetiaan adalah sesuatu tindakan yang biasanya mempertahankan atau selalu menunggu untuk cintanya dalam keadaan dan kondisi apapun. Serta, Kesetiaan dalam percintaan adalah sesuatu hal yang sangat di idamkan oleh setiap pasangan. Juga, Kesetiaan merupakan ketulusan untuk menyimpan satu hati di dalam hati, dan berjanji untuk tidak akan menghianatinya dan juga sebagai bukti cinta yang paling nyata.

Penertian lain dari kesetiaan adalah Mereka yang menyimpan 1 nama di hatinya, Meski ia tau ada yang lebih baik darinya.

Ini menceritakan seorang pria yang berasal dari Medan yang lahir pada 24 juni 1986 Kota Medan. Pria ini dikenal dengan nama Anil Jaya Silin. Dalam segi percintaan, ia terkadang menjadi lemah karena besarnya Kesetiaan yang ia miliki. Entah mengapa Anil memiliki sifat Kesetiaan yang begitu sangat luar biasa.

Pada waktu Anil menjalani Hubungan dengan seorang Wanita yang sangat di sayanginya, Kesetiaannya teruji ketika saat berhubungan jarak jauh. Anil lebih memilih untuk selalu bersama dengan pacarnya walaupun ia sering digoda oleh salah satu pegawai Mol yang berada di Kota Jambi.

Pada saat itu, Anil yang sedang bekerja sebagai Security dan tinggal di sebuah kamar kos-kosan yang dekat dengan dimana tempat anil bekerja. Setelah lama anil merantau, Anil berkenalan dengan salah satu pegawai Mol yang ada di Kota Jambi, Setelah lama berkenalan dan sangat Akrab yang juga sering bermain ke tempat Kos-kosan anil. Pada suatu saat, Teman wanita anil mendatangi anil dan ingin meminta kunci kamar Kos anil dengan alasan untuk beristirahat yang dekat sambil makan siang, Dan Anil pun memberinya.

Pada suatu hari, Anil yang pada saat itu pulang kerja ke rumah Kos-Kosan dan sangat terkejut melihat teman wanitanya itu sudah berada di dalam kamar Anil, Spontan anil berkata ” Kok kamu ada di kamarku? ” Wanita menjawab, ” Aku hanya ingin bermain Dan saya sangat bosan dirumah”. Tidak lama kemudian, Wanita itu pergi ke Toilet Hampir sekitar 15 menit dan keluar dan kembali menuju kamar Anil dengan memakai handuk, Anil berkata, ” Mengapa kamu seperti ini? Ia diam saja dan melepaskan Handuk yang dipakainya, Dengan sangat terkejut, Anil melihat tubuh wanita tersebut tanpa tertutupi sehelai kainpun. Melihat itu, Anil mengambil handuk yang di jatuhkannya dengan tujuan untuk kembali menutupi tubuh wanita itu dengan tidak menyentuhnya sama sekali karena pada saat itu anil sangat ingat dengan pacarnya yang ada di medan. Sesudahnya itu, Anil keluar dan meninggalkan wanita itu sendiri di kamar Kos Anil. Dengan begitu menyesal, Anil Lompat dari jendela. Sekian dan Terima Kasih.

Kisah Cinta Yang Terkhianati

Sekitar tahun 2008, seorang lelaki asal kota Medan yang bernama Anil Jaya Silin, pada saat itu sedang bekerja menjadi Security di salah satu Mall yang ada di kota Medan dan ia di kirim oleh Bos perusahaannya menuju ke kota Sibolga dan bekerja disana dengan posisi kerja yang sama seperti di Medan.

Selama menjadi perantauan di kota Sibolga, Anil hidup menyendiri yang jauh dari keluarga. Anil menempuh hidupnya dengan melakukan tugas seorang perantau seperti masak sendiri, mencuci pakaian sendiri dan lain-lainnya dilakukan sendirian tanpa ada yang menemani.

Setelah beberapa bulan di perantauan, Anil pun memiliki banyak teman. Dengan teman yang Anil miliki, mereka hampir setiap harinya datang ke rumah kontrakan Anil untuk bermain dan sering pula diajak keluar untuk mengenal daerah kota Sibolga.

Sehubungan kami sering menjelajahi daerah kota Sibolga dan dikenali dengan teman yang lain, Sejak itu Anil pun memiliki banyak teman.

Dengan aktifitas Anil yang kosong setiap malam, teman-teman Anil yang juga sering mengunjungi rumah Anil dengan beramai-ramai dan dengan membawa pasangan masing-masing serta juga mereka sering membawa makanan atau minuman ringan dengan tujuan sebagai teman untuk mengobrol, dari sekian banyak teman Anil yang datang berkunjung dengan pasangannya, Anil merasa sangat kecil hati karena tidak mempunyai pasangan pada saat itu.

Pada suatu malam, Anil yang sedang berada di rumah dan menonton televisi dengan pintu rumah yang tertutup, sepasang teman dari sekian banyak teman Anil datang berkunjung dan bergabung dengan Anil menonton televisi sambil berbincang-bincang. Dengan perbincangan yang cukup panjang, salah satu dari teman bertanya, ” Anil, kamu sudah ada pacar?” Anil menjawab ” tidak ada” dan mereka berkata lagi, ” Anil mau tidak kami kenalkan dengan teman kami yang bernama Lina?” Anil menjawab, ” kita coba saja ya”.

Keesokan harinya, teman yang ingin mengenalkan temannya itu kepada Anil datang dan membawa temannya yang mau dikenalkan dengan Anil, dan kamipun langsung berkenalan serta saling meminta nomor telepon. Sudah banyak yang kami bicarakan pada saat itu dan berhubungan waktu yang sudah tidak menjanjikan lagi, Lina pun memutuskan untuk pulang kerumahnya sendirian. Dan teman yang lain tinggal juga bertanya kepada Anil, ” Gimana pendapat kamu Anil?” Anil menjawab, ” Untuk sekarang ini saya belum bisa memberi pendapat karena baru beberapa jam berkenalan”. Setelah berbincang lebih lanjut, kedua teman Anil itu pun pulang dan berkata ” Semoga cocok ya Anil ” dengan tersenyum anil membalasnya.

Setelah mereka pulang, Anil pun mengakhiri menonton televisi dan mengarah ke kamarnya berencana untuk tidur, sebelum Anil tidur, terlebih dahulu Anil mengirim pesan lewat telepon genggam yang menanyakan Lina sudah sampai di rumah atau belum, tidak lama kemudia Lina pun membalasnya yang berisi ” Sudah bang Anil ” dan Anil juga membalas ” Ok, Anil tidur duluan ya..”.

Keesokan harinya, Anil dan Lina saling memberi pesan dari telepon genggam. Dan hari-hari seterusnya seperti itu. Setelah lama kami berkenalan dan pada suatu hari, Anil mengajak Lina untuk makan malam bersama di salah satu rumah makan yang dekat dengan tempat tinggal Anil dan Lina pun menurutinya. Sewaktu kami makan, kami banyak berbincang dan saling memberi beberapa pertanyaan, setelah selesai makan, Lina berencana tidak langsung pulang karena ingin singgah ke rumah Anil dan mereka kembali berbincang-bincang. Tidak lama kemudian, Lina pun pulang dengan kata hati-hati yang di sampaikan Anil untuk Lina.

Setelah lama kenal, pada suatu malam, Anil berencana untuk mengajak Lina nongkrong dengan niat ingin menyampaikan perasaan Anil kepada Lina di salah satu Cafe yang ada di kota Sibolga dan itu dipenuhi oleh Lina. Dengan suasana yang sangat romantis dan dengan suasana yang sedikit gelap, sebelum makan, Anil mulai mengungkapkan perasaanya kepada Lina dan tanpa berpikir panjang, Lina pun menerima Anil sebagai kekasihnya. Anil yang merasa sangat bahagia yang sudah mendapatkan seorang kekasih, dengan setiap harinya Anil selalu memberi perhatian terhadap Lina dengan cara yang Anil bisa.

Hampir lebih 2 tahun menjalani hubungan, Anil memutuskan untuk menjalani hubungan yang lebih serius kepada Lina. Hingga pada suatu hari, Anil dan Lina memutuskan untuk mau menikah. Dan pada suatu hari, Lina mengajak Anil untuk mengunjungi rumahnya yang sedikit jauh dari kota Sibolga dan mereka pun mencari waktu untuk itu. Setelah hari yang sudah ditetapkan oleh Lina sendiri, Anil pun bersedia dengan hari yang ditentukan. Bertemu dengan hari yang sudah ditentukan untuk mengunjungi orang tua Lina, di pagi harinya Anil menelepon Lina untuk menepati janji yang sudah ditentukan dan pada saat itu telepon Lina tidak aktif, dengan rasa yang cemas, Anil memutuskan untuk pergi menemui Lina yang tinggal dengan kakaknya di Sibolga. Sesampainya Anil di rumah kakaknya, ternyata Lina tidak ada di rumah dan pengakuan kakaknya bahwa Lina dari tadi malam belum pulang kerumah. Mendengar itu, Anil merasa sangat khawatir dan Anil pun memutuskan untuk pulang.

Sesampainya di rumah, Anil selalu mencoba mencari tau keberadaan Lina. Tidak lama kemudian, Lina pun lewat didepan rumah Anil dan berhenti. Lina juga berkata, ” Maaf ya bang, Lina tidak mencintaimu, Lina juga mempunyai kekasih yang sangat Lina cintai”. Mendengar itu, Anil sangat kecewa dan hanya bisa diam. Dengan sangat kecewa, hidup Anil pada saat itu tidak menentu dan sangat kacau. Dan pada saat itu, Anil memutuskan untuk berusaha melupakannya walupun sangat sakit rasanya.