Deretan kelainan Pada Mata Yang Mengerikan

Mata adalah salah satu panca indra yang berfungsi sebagai organ penglihatan. Sama halnya dengan panca indra lainnya, mata juga sangat penting untuk kita jaga kesehatannya. Mata juga memiliki kelainan atau penyakit langka. Katarak dan kebutaan adalah yang paling umum menyerang mata. Tapi selain itu, ada kelainan-kelainan lainnya yang lebih mengerikan lagi dari pada katarak atau buta dan Mungkin Anda belum pernah mendengar atau melihatnya. Nah, berikut ini ada beberapa kelainan mata yang sangat aneh dan langka.

Menangis Darah

Haemolacria atau lebih dikenal dengan menangis darah mungkin menjadi salah satu kelainan pada mata paling langka sekaligus menyeramkan. Pada tahun 2009 seorang remaja bernama Calvino Inman mengalami menangis darah suatu hari. Ia pun langsung dilarikan ke rumah sakit dan melakukan serangkaian pemeriksaan seperti scan CT, MRI dan USG. Namun beberapa tes itu tidak membawakan hasil yang pasti untuk menguak penyebab haemolacria.

Selain Calvino ada orang lain yang mengalami hal serupa, ia bernama Michael Spann. Awalnya Spann mengalami sakit keras di kepalanya, tiba-tiba pendarahan mulai muncul di matanya, hidung dan mulut. Semenjak saat itu, ia suka menangis darah setidaknya satu atau dua kali dalam seminggu. Meskipun penyebabnya masih belum diketahui, namun sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2004, mereka melihat empat orang penderita haemolacria sembuh dengan sendirinya tanpa perawatan medis.

Mata Bintang

Selain aneh, kondisi mata bintang juga sangat langka terjadi di dunia. Namun pria Austria pernah mengalami kondisi seperti ini setelah terkena pukulan di matanya beberapa bulan sebelumnya. Ketika penglihatannya memburuk, ia pun berkunjung ke dokter spesialis mata. Para dokter terkejut mendapati kelainan aneh ini dimana didapati katarak berbentuk bintang sempurna. Lalu katarak pun dihilangkan dan diganti dengan lensa.

Kondisi yang sama juga dialami oleh seorang teknisi listrik yang sempat terkena sengatan listrik sehingga memiliki katarak berbentuk sama dengan pria Austria tadi. Menurut pendapat medis, mata bintang dapat terbentuk karena terkena tekanan keras pada mata sehingga memunculkan gelombang kejut yang merusak struktur lensa.

Beda Warna Mata

Heterochromia adalah suatu kondisi dimana warna pada kedua mata berbeda antara kiri dan kanan. Kondisi ini biasanya disebabkan karena faktor genetik atau keturunan, namun tidak menutup kemungkinan karena kelainan sejak bayi dalam kandungan. Kebanyakan penderitanya memiliki warna mata yang tidak jauh berbeda, hanya sedikit perbedaan warna antara kedua bola mata. Namun beberapa penderita mengalami kondisi beda warna total antara kedua bola mata seperti mata kanan berwarna biru dan mata kiri berwarna coklat.

Mata Merah

Orang Indonesia biasanya memiliki warna mata hitam atau cokelat, sedangkan orang barat biasanya memiliki mata yang biru. Namun pernahkah kamu melihat mata yang berwarna merah? Biasanya orang yang memiliki warna mata merah adalah orang albino.

Orang albino cenderung memiliki warna mata merah karena mengalami kondisi yang disebut albinisme atau kondisi yang disebabkan kurangnya melanin, pigmen yang memberikan warna pada kulit dan rambut.Kekurangan melanin ternyata juga dapat mempengaruhi warna mata sehingga membuat mata itu berwarna merah atau merah muda. Selain itu kekurangan melanin bisa membuat retina tidak bekerja secara efisien dalam menyerap cahaya. Hal itu bisa menyebabkan fotofobia, sebuah kondisi yang bisa membuat mata kesakitan kalau melihat cahaya yang terang.

Kelumpuhan Mata

Ternyata mata juga bisa mengalami kelumpuhan seperti halnya kaki dan tangan. Kelainan ini bisa membuat mata kehilangan semua fungsi sensor. Namun kelumpuhan mata juga dikaitkan dengan gejala-gejala penyakit lain seperti diabetes, penyakit arteri perifer, tumor di kelenjar hipofisis, atau masalah kardiovaskular.

Kelumpuhan mata juga dikaitkan dengan dengan sindrom Kearns-Sayre, yang dapat menyebabkan pigmen terbentuk di bagian belakang mata. Tanda-tanda sindrom ini diantaranya kejang dan ketulian, yang biasanya menyerang pada masa remaja.
Namun dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, kelumpuhan mata dapat memicu sindrom Moebius, yang dapat membuat seluruh wajah jadi lumpuh.

Polycoria

Polycoria atau disebut juga Pupula duplex merupakan suatu kondisi langka patologi pada organ mata yang sangat jarang terjadi pada manusia. Ciri khas mata Polycoria adalah memiliki lebih dari satu pupil mata dibagian iris, lebih tepatnya berlapis dan biasanya kondisi ini sudah dimiliki sejak dilahirkan. Jumlah pupil ini bahkan bisa mencapai 2 sampai 3 buah.

Meski seseorang terlahir dengan kelainan mata Polycoria, hal ini tidak membahayakan kesehatannya dan fungsi mata masih tetap berjalan normal. Hanya sedikit merasakan ketidaknyamanan saja terutama jika dimalam hari, saat kondisi lingkungan sangat minim cahaya.

Sindrom Mata Kucing

Sindrom mata kucing yang disebut juga sebagai sindrom Schmid–Fraccaro, penyebabnya adalah gangguan kromosom langka pada kromosom 22 dimana koloboma iris (lensa mata, retina, kelopak, diskus optikus) mengalami kondisi turun dan miring seperti bentuk segitiga atau bentuk mata pada hewan kucing.

Kelainan mata aneh ini adalah warisan genetik dari orang tua dan bisa menurun pada generasi keturunannya. Tidak seperti mata Polycoria, kondisi sindrom mata kucing bisa berakibat buruk pada kesehatan si pemiliknya terutama mempengaruhi gangguan ginjal, jantung serta fungsi telinga.

Itulah beberapa manusia dengan kelainan mata paling aneh yang cukup mengerikan. Karena itu jagalah mata Anda dengan sebaik-baiknya, karena melalui mata lah Anda dapat menikmati dan menyaksikan keindahan dunia ini.

Waspada, Inilah Bahayanya Air Seni Berbusa

Pernahkah anda memperhatikan air seni atau air kencing anda ketika buang air kecil? Suatu penyakit bisa dilihat atau dideteksi hanya melalui air kencing, tak jarang jika Anda sedang dalam kondisi kurang sehat dokter menanyakan apa warna dari air kencing anda, apakah berbusa atau berbau busuk. Bukan begitu?

Pada dasarnya air seni atau air kencing adalah cairan sisa yang diekskresikan oleh ginjal yang kemudian akan dikeluarkan dari dalam tubuh oleh urinasi. Air seni adalah proses alami untuk membuang molekul-molekul sisa dalam darah yang disaring oleh ginjal untuk menjaga hemeostasis cairan tubuh. Kencing bertujuan untuk membuang racun atau sisa-sisa yang berbahaya bagi tubuh anda. Jika anda melihat busa pada air kencing anda, maka bisa jadi hal ini menandakan ketidaknormalan atau gangguan kesehatan pada tubuh anda. Ada penyebab klinis yang lebih berbahaya. Beberapa gangguan medis bisa ditandai dengan gejala urin berbusa yaitu:

Penyakit Ginjal

Penyakit ini terjadi akibat komplikasi dari diabetes atau batu ginjal. Tidak bisa dipungkiri jika terjadi gangguan pada ginjal, maka otomatis air kencing kita akan mengalami sesuatu hal yang tidak normal. Penyakit ginjal akan mampu menyebabkan kinerja ginjal yang tidak maksimal sehingga mampu membuat air kencing anda nampak lebih berbusa.

Proteinuria

Proteinuria merupakan salah satu penyakit yang diakibatkan kelebihan protein dalam tubuh. Maka dari itu banyak pihak atau ahli kesehatan memberikan saran kepada kita untuk mengkonsumsi protein dengan takaran yang cukup. Karena jika tubuh anda kebanyakan menyimpan protein, maka hal itu bisa membuat air kencing anda berbusa. Lakukan pengobatan yang tepat dengan mengonsultasikannya dengan dokter.

Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih biasanya disebabkan oleh bakteri atau jamur. Bakteri dan jamur ini akan menyerang dan mengganggu saluran kemih anda sehingga bisa membuat pengeluaran air seni anda terganggu dan biasanya disertai dengan rasa nyeri dan panas saat proses pengeluaran air seni anda sehingga akan berbusa. Selain itu, gangguan pada saluran kemih juga bisa mengakibatkan air seni berbusa.

Sifilis

Sifilis merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Treponema pallidum. Penyakit ini bisa menular melalui hubungan seksual, baik vaginal, rektum, anal maupun oral. Sifilis tidak menular melalui peralatan makan, tempat dudukan toilet, knop pintu, kolam renang dan tukar-menukar pakaian. Penyakit ini bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya air kencing berbusa.

Dehidrasi

Saat anda kekurangan cairan, maka urine yang terbentuk juga akan lebih pekat dan terkonsentrasi. Air seni yang lebih terkonsentrasi ini cenderung untuk membentuk busa. Oleh karena itu, penuhi kebutuhan cairan anda setiap harinya dengan mengonsumsi 7-8 gelas air per hari guna menghindari kondisi dehidrasi dan urine berbusa akibat kekurangan cairan.

Gejala Urin Berbusa

  • Kelelahan
  • Kehilangan nafsu makan
  • Mual dan muntah
  • Perubahan jumlah air kencing yang keluar
  • Air kencing keruh, berwarna gelap atau kadang berdarah
  • Pembengkakan pada tangan, kaki, wajah dan perut. Ini bisa terjadi karena adanya penumpukan cairan pada ginjal.

Jika anda mengalami gejala-gejala seperti di atas ( air kencing berbusa setiap kali buang air kecil), sebaiknya segera periksakan diri anda ke dokter. Dokter mungkin akan memeriksa air kencing anda untuk memastikan adanya protein dalam air kencing atau proteinuria, yang biasa menjadi penyebab paling sering dari air kencing berbusa.

Komplikasi Akibat Urin Berbusa

Jika penyakit ini tidak segera diobati, maka akan bisa menimbulkan komplikasi, antara lain :

1. Lemas

Untuk kanak-kanak, penyakit ini akan menyebabkan mereka mengalami gangguan kesehatan berupa lemas dan tidak bisa bergerak dan pada akhirnya harus mendapat perawatan dari rumah sakit hingga sembuh.

2. Antibodi Lemah

Penyakit ini menyebabkan antibodi badan menjadi lemah. Hal ini memberikan peluang bagi kuman untuk menjangkit atau menyerang tubuh yang antibodinya lemah, hal buruk bisa terjadi ketika kuman yang menyerang sangatlah kuat bahkan bisa menimbulkan kematian.

3. ESRF

Komplikasi yang menakutkan ialah kegagalan fungsi buah pinggang peringkat akhir atau End Stage Renal Failure (ESRF) di mana buah pinggang tidak lagi dapat berfungsi. Dengan begini maka penderita tidak akan bisa bergerak atau beraktifitas. Selain itu, penyakit ini juga bisa membuat darah menjadi pekat. Hal ini akan menyebabkan terjadinya penyumbatan pada saluran darah. Seperti gangguan pada saluran darah di dalam kaki (Deep Vein Thrombosis).

Cara Mengatasi Urin Berbusa

Untuk mengatasi masalah berbusanya air seni kita. Ada beberapa yang bisa kita lakukan untun mengatasinya, baik menggunakan bahan herbal atau bahan kimia yaitu :

Obat Steroid

Obat steroid bisa digunakan untuk menetralisir kandungan protein yang berlebih dalam air kencing. Dengan netralnya kandungan protein maka air kencing kita otomatis menjadi normal dan tidak berbusa.

Menggunakan Obat Diuretics

Cara ini bisa dilakukan ketika muka dan badan kita mulai membengkak. Dengan menggunakan obat ini kencing anda akan lancar dan pembengkakan yang terjadi akan perlahan mengempis.

Antibiotik

Pemberian zat antibiotik bisa digunakan untuk mengobati kencing berbusa ini. Dengan adanya zat antibiotik diharapkan kuman-kuman penyebab berbuihnya air kencing bisa hilang dan larut bersama air kencing yang keluar.

Itulah informasi mengenai bahaya dirapkan pola hidup sehat. Semoga dengan adanya informasi ini menambah pengetahuan anda dan semakin waspada akan tanda-tanda yang dikeluarkan oleh tubuh.

Yuk, Kenali Penyakit Hemofilia Dan Pengobatannya

Mungkin anda bertanya-tanya apa itu penyakit Hemofilia? Bagaimana cara mencegah penyakit Hemofilia ? Disini akan dibahas beberapa hal penting mengenai hemofilia. Penyakit Hemofilia merupakan salah satu penyakit kelainan genetik darah yang diakibatkan oleh kurangnya faktor dari pembekuan darah dan wanita kebanyakan sebagai gen pembawa dari penyakit ini dan bisa menurunkan gen-gen tersebut kepada keturunannya. Bagi mereka yang memiliki penyakit ini, saat tubuh atau kulit mereka terluka maka darah yang keluar akan mengalir cepat dengan deras dan cukup sulit untuk membeku dan berhenti.

Hemofilia terbagi atas dua jenis yaitu hemofilia A dan hemofilia B. Hemofilia A dikenal juga dengan nama hemofilia klasik. Jenis inilah yang paling banyak kekurangan faktor pembekuan darahnya. Faktor pembeku darah yang dimaksud adalah faktor VII. Hemofilia A umumnya menyerang pria. Wanita pada umumnya hanya bersifat karier atau pembawa sifat. Wanita yang menderita penyakit hemofilia dikarenakan ibunya yang karier dan ayahnya yang juga penderita.

Hemofilia B dikenal juga dengaunya Sten nama Christmas disease yang diambil dari nama penemven Chirstmas asal Kanada. Jenis ini kekurangan faktor IX protein darah sehingga menyebabkan masalah pada pembekuan darah. Baik hemofili A ataupun B keduanya adalah penyakit yang jarang ditemukan. Hemofilia A terjadi sekurang-kurangnya 1 di antara 10.000 orang. Sedangkan hemofilia B lebih jarang ditemukan yaitu 1 di antara 50.000 orang.

Hemofilia A dan B dapat digolongkan dalam 3 tingkatan yaitu ringan, sedang dan berat. Penderita hemofilia ringan lebih jarang mengalami pendarahan. Mereka mengalaminya hanya dalam situasi tertentu seperti operasi, cabut gigi atau ketika mengalami luka yang serius. Wanita hemofila ringan mungkin akan mengalami pendarahan lebih pada saat menstruasi.

Penderita penyakit hemofilia sedang lebih sering terjadi pendarahan dibandingkan hemofilia ringan, namun tidak separah hemofilia berat. Pendarahan kadang terjadi akibat aktivitas tubuh yang terlalu berat, seperti olahraga yang berlebihan. Sedangkan penderita hemofilia berat adalah yang paling parah. Mereka hanya memiliki kadar faktor VII atau IX kurang dari 1% dari jumlah normal di dalam darahnya. Penderita hemofilia berat dapat mengalami pendarahan beberapa kali dalam sebulan. Terkadang pendarahan terjadi begitu saja tanpa sebab yang jelas.

Gejala Penyakit Hemofilia

Seseorang yang memiliki hemofilia memiliki gejala atau tanda-tanda yang bervariasi, hal ini tergantung pada tingkat faktor pembekuan dan kemungkinan besar akan mengalami perdarahan setelah mengalami operasi ataupun setelah mengalami suatu cidera. Namun jika tingkat faktor pembekuan parah, maka penderita kemungkinan besar akan mengalami perdarahan spontan. Tanda-tanda atau gejala utama hemofilia adalah perdarahan yang berlebihan dan mudah memar.

1. Perdarahan yang berlebihan

Banyaknya perdarahan yang terjadi tergantung pada seberapa parah tingkat hemofilia. seseorang yang memiliki jenis hemofilia ringan kemungkinan besar tidak akan memiliki tanda-tanda atau gejala kecuali mengalami perdarahan yang berlebihan pada saat melakukan prosedur perawatan gigi, kecelakaan maupun operasi. Seorang pria yang memiliki tingkat hemofilia yang berat dapat mengalami perdarahan berat pada saat melakukan prosedur sunat atau khitan.

2. Perdarahan ada sendi

Salah satu bentuk lain dari perdarahan internal pada seseorang yang memiliki hemofilia adalah perdarahan yang terjadi di lutut, siku atau persendian lainnya. Perdarahan ini dapat terjadi tanpa adanya alasan atau cedera yang jelas. Adapun gejala yang bisa timbul akibat perdaran sendi antara lain adalah :

  • Pada awalnya perdarahan akan menyebabkan sesak pada daerah persendian tanpa adanya rasa sakit maupun timbulnya tanda-tanda perdarahan.
  • Terjadi pembengkakan pada persendian yang memberikan efek panas saat tersentuh, serta rasa yang menyakitkan pada saat sendi digerakkan.
  • Saat pembengkakan terjadi terus menerus, pada akhirnya akan menyebabkan hilangnya gerakan sendi untuk sementara waktu.
  • Jika tidak segera ditangani, perdarana sendi dapat mengakibatkan kerusakan pada organ itu sendiri.

3. Perdarahan pada otak

Perdarahan yang terjadi pada organ otak merupakan bentuk dari komplikasi yang sangat serius dari gangguan hemofilia. Hal ini dapat terjadi pada saat timbul benjolan kecil di kepala atau cedera yang lebih serius. Seseorang yang mengalami perdarahan di otak, kemungkinan besar akan mengalami beberapa gejala seperti :

  • Timbulnya rasa sakit dan rasa kaku pada bagian kepala dan leher yang terjadi dalam jangka waktu yang lama.
  • Mengalami mutah yang berulang kali,Timbulnya rasa kantuk serta perubahan perilaku.
  • Terjadi kelemahan mendadak atau terjadinya kejanggalan dari lengan, kaki, atau mengalami masalah saat sedang berjalan.

4. Luka yang sulit kering dan sembuh

Salah satu ciri lainnya dari penyakit hemophilia ini adalah jika terjadi luka maka akan sangat sulit sembuh dan tidak kunjung mengering. Ini merupakan gejala yang paling umum dialami oleh para penderita hemophilia. Luka yang sulit sembuh dan kering ini diakibatkan tidak adanya pembekuan di dalam darah sehingga membuat darah terus keluar.

Penyebab Dari Penyakit Hemofilia

1. Faktor keturunan atau genetika

Hemofilia merupakan jenis penyakit yang diturunkan dan bersifat genetik. Itu artinya ketika orang tua anda memiliki bakat hemofilia, maka anda akan memiliki resiko tinggi mengidap kelainan darah ini sendiri. Jarang sekali terjadi kasus hemolia pada orang tanpa garis keturunan yang memiliki kelainan hemofilia ini.

2. Kurangnya zat pembeku darah

Apabila seseorang mengalami hemofilia, namun tidak memilliki garis keturunan dari kelainan hemofilia, maka kemungkinan penyebab hemofilia ini karena mengalami defisit atau kekurangan zat pembeku darah.

3. Kurangnya protein

Selain zat besi, ada protein pembekuan darah yang bertugas untuk membantu mempercepat dan melancarkan pembekuan darah. Protein-protein ini dilambangkan dengan angka romawi I hingga XIII (faktor 1 hingga faktor 13) ke- 13 faktor ini merupakan faktor-faktor penting dalam berjalannya proses pembekuan darah pada diri seseorang. Kekurangan salah satu faktor saja dapat menyebabkan hemofilia dan sulitnya terjadi pembekuan darah.

Pengobatan Hemofilia

Sampai saat ini belum ada obat untuk menyembuhkan hemofilia, akan tetapi kebanyakan orang dengan penyakit hemofilia ini dapat menjalani kehidupan dengan cukup normal. Pengobatan hemofilia bervariasi tergantung pada jenis hemofilianya dan seberapa berat penyakitnya.

  • Pengobatan untuk hemofilia A ringan. Pengobatan yang biasa dilakukan yaitu menggunakan suntikan lambat hormon desmopressin (DDAVP) ke pembuluh darah untuk merangsang pelepasan faktor pembekuan darah yang lebih banyak untuk menghentikan pendarahan.
  • Sedangkan pengobatan untuk hemofilia A berat atau hemofilia B. Perdarahan dapat berhenti hanya setelah infus faktor pembekuan yang berasal dari darah manusia yang disumbangkan oleh donor atau dari produk rekayasa genetika yang disebut faktor pembekuan rekombinan. Infus yang berulang-ulang mungkin diperlukan jika pendarahan berlangsung serius.
  • Obat hemofilia yang disebut antifibrinolitik terkadang diresepkan bersama dengan terapi penggantian faktor pembekuan. Fungsi obat ini untuk membantu pembekuan darah yang lebih kuat.

Berolahraga secara teratur

Kegiatan seperti berenang, naik sepeda dan berjalan dapat membangun otot sekaligus melindungi sendi. Namun olah raga yang melibatkan kontak fisik seperti sepakbola, hoki atau gulat tidak aman untuk orang dengan hemofilia.

Hindari obat-obatan tertentu

Obat yang dapat memperburuk perdarahan antara lain aspirin dan ibuprofen. Oleh karena itu, sebaliknya gunakanlah acetaminophen (Parasetamol) yang aman untuk menghilangkan rasa sakit ringan dan ketika demam. Selain itu hindari juga obat-obatan tertentu yang memiliki efek mengencerkan darah, seperti heparin dan warfarin.

Jaga kebersihan gigi dan mulut

Hal ini dapat membantu agar tidak memerlukan pencabutan gigi karena gigi yang rusak. Pencabutan gigi dapat menyebabkan perdarahan yang berlebihan.

Itulah faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya hemofilia pada manusia. Pada dasarnya penyebab dari hemofilia bukanlah dari gaya hidup tidak sehat, namun lebih mengacu kepada faktor keturunan atau genetik. Sekian pembahasan tentang penyakit hemofilia, semoga bermanfaat.

Penyebab Dan Tanda Penyakit Lupus

Penyakit lupus adalah salah satu bentuk penyakit autoimun, artinya sistem kekabalan tubuh (imun) menyerang sel-sel jaringan dan organ tubuh secara terus menerus sehingga menimbulkan peradangan kronis. Dengan kata lain penyakit lupus diartikan sebagai penyakit peradangan kronis autoimun. Peradangan yang disebabkan oleh lupus dapat mempengaruhi banyak sistem tubuh, diantaranya: sendi, kulit, ginjal, sel darah, otak, jantung dan paru-paru sehingga menimbulkan banyak sekali gejala atau manifestasi klinis yang beragam. Oleh karena itu penyakit lupus ini sulit dideteksi karena tanda-tanda dan gejala sering kali mirip dengan penyakit lain.

Tanda-tanda penyakit lupus:

  • Kelelahan
  • Nyeri sendi dan bengkak atau kekakuan, biasanya di tangan, pergelangan tangan dan lutut
  • Memiliki bintil merah pada bagian tubuh yang sering terkena matahari, seperti wajah (pipi dan hidung)
  • Fenomena Raynaud membuat jari berubah warna dan menjadi terasa sakit ketika terkena dingin
  • Pleurisy (radang selaput paru-paru) yang dapat membuat bernapas terasa menyakitkan, disertai sesak napas
  • Bila ginjal terkena dapat menyebabkan tekanan darah tinggi dan gagal ginjal
  • Wajah mulai merah-merah
  • Pada kulit muncul bintik-bintik
  • Rambut rontok
  • Sering sariawan

Namun bukan berarti jika terkena satu gejala lantas didiagnosis lupus. Itu terjadi jika gejalanya terjadi secara berurutan dan lebih dari dua minggu dan biasanya pasien dianjurkan untuk segera memeriksakan diri.

Tipe-Tipe Penyakit Lupus

1. Lupus eritematosus sistemik (systemic lupus erythematosus/SLE)

Jenis lupus inilah yang paling sering dirujuk masyarakat umum sebagai penyakit lupus. SLE dapat menyerang jaringan serta organ tubuh mana saja dengan tingkat gejala yang ringan sampai parah. Gejala SLE juga dapat datang dengan tiba-tiba atau berkembang secara perlahan-lahan dan dapat bertahan lama atau bersifat lebih sementara sebelum akhirnya kambuh lagi.

Banyak yang hanya merasakan beberapa gejala ringan untuk waktu lama atau bahkan tidak sama sekali sebelum tiba-tiba mengalami serangan yang parah. Gejala-gejala ringan SLE terutama rasa nyeri dan lelah berkepanjangan dapat menghambat rutinitas kehidupan. Karena itu para penderita SLE bisa merasa tertekan, depresi dan cemas meski hanya mengalami gejala ringan.

2. Lupus eritematosus diskoid (discoid lupus erythematosus/DLE)

Jenis lupus yang hanya menyerang kulit disebut lupus eritematosus diskoid (discoid lupus erythematosus/DLE). Meski umumnya berdampak pada kulit saja, jenis lupus ini juga dapat menyerang jaringan serta organ tubuh yang lain.

DLE biasanya dapat dikendalikan dengan menghindari paparan sinar matahari langsung dan obat-obatan. Gejala DLE di antaranya:

  • Rambut rontok.
  • Pitak permanen.
  • Ruam merah dan bulat seperti sisik pada kulit yang terkadang akan menebal dan menjadi bekas luka.

Lupus Akibat Penggunaan Obat

Efek samping obat pasti berbeda-beda pada tiap orang. Terdapat lebih dari 100 jenis obat yang dapat menyebabkan efek samping yang mirip dengan gejala lupus pada orang-orang tertentu.

Gejala lupus akibat obat umumnya akan hilang jika anda berhenti mengonsumsi obat tersebut sehingga anda tidak perlu menjalani pengobatan khusus. Tetapi jangan lupa untuk selalu berkonsultasi kepada dokter sebelum memutuskan untuk berhenti mengonsumsi obat dengan resep dokter.

Penyebab Penyakit Lupus

Penyebab kondisi ini pada penyakit lupus belum diketahui. Menurut sebagian besar pakar, SLE disebabkan oleh kombinasi dari beberapa penyebab.

Para pakar menduga bahwa ada beberapa faktor genetika yang dapat mempertinggi risiko seseorang terkena lupus. Faktor-faktor lingkungan juga dapat memicu penyebab penyakit ini.

Pengaruh Genetika

Faktor ini dipercaya sebagai salah satu penyebab SLE karena ada penelitian yang membuktikan bahwa jika salah satu anak kembar identik menderita SLE, saudaranya juga memiliki risiko setinggi 25% untuk terkena penyakit yang sama. Bukti lainnya adalah tingkat perkembangan SLE dengan variasi yang signifikan dalam tiap grup etnis.

Mutasi genetika kemungkinan berperan besar sebagai penyebab SLE. Menurut para peneliti ada beberapa mutasi genetika yang kemungkinan menjadi pemicu meningkatnya risiko SLE. Saat terjadi kekacauan pada perintah normal dari gen tertentu, mutasi genetika akan muncul. Hal ini akan menyebabkan keabnormalan dalam kinerja tubuh.

Gen-gen termutasi umumnya berhubungan dengan fungsi tertentu dari sistem kekebalan tubuh. Mungkin inilah yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh penderita SLE mengalami kerusakan. Alasan di balik jumlah penderita lupus pada wanita yang lebih banyak dari pada pria kemungkinan karena sebagian gen termutasi mengandung kromosom X. Kromosom adalah struktur dalam inti sel yang mengandung informasi genetika. Pria memiliki satu kromosom X dan satu kromosom Y, sedangkan wanita memiliki sepasang kromosom X.

Pengaruh Lingkungan

Risiko orang-orang yang rentan menderita SLE bisa saja meningkat jika dipicu oleh beberapa faktor lingkungan. Meski belum terbukti secara luas, faktor-faktor tersebut meliputi:

  • Perubahan hormon yang terjadi pada wanita, misalnya pada saat pubertas atau hamil.
  • Paparan terhadap sinar matahari.
  • Obat-obatan yang dapat memicu lupus-akibat-obat. Jenis lupus ini biasanya akan hilang saat konsumsi obat yang menjadi penyebabnya dihentikan.
  • Selain faktor-faktor di atas, virus Epstein-Barr (EBV) juga dianggap berkaitan dengan SLE. Tetapi yang menjadi masalah adalah infeksi virus ini jarang menunjukkan gejala. Jika ada pun, gejalanya berupa penyakit demam kelenjar.

Cara Penanganan Penyakit Lupus

Walaupun sebenarnya penyakit lupus tidak dapat disembuhkan, namun ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk meredakan penyebab penyakit lupus tersebut. Contoh cara tepat yang dapat menangani penyakit lupus di antaranya adalah:

1. Menghindari Sinar Matahari

Karena jika terkena paparan sinar matahari langsung akan memperparah ruam pada kulit bagi penderita lupus. Oleh karena itu akan sangat disarankan apabila penderita penyakit lupus untuk menghindari kontak dengan sinar matahari secara langsung.

2. Obat Anti Inflamasi Non-Steroid

Contoh dari obat ini adalah naproxen, ibuprofen, piroxicam atau yang lainnya. Obat anti inflamasi ini dapat mengurangi nyeri pada sendi. Namun, untuk penggunaan obat ini sendiri harus mengikuti anjuran dari dokter. Karena obat anti inflamasi ini memiliki berbagai macam efek samping. Seperti mengakibatkan masalah lambung, ginjal, hati bahkan jantung.

3. Kortikosteroid

Kortikosteroid ini juga merupakan obat anti inflamasi yang digunakan untuk meredakan rasa nyeri. Kortikosteroid diberikan ketika masalah pada penderita penyakit lupus sudah cukup parah, sehingga diberikan obat ini. Namun karena dosisnya yang tinggi, sangat disarankan agar mengikuti anjuran atau resep dari dokter. Karena obat ini memiliki efek samping seperti penipisan tulang, kelebihan berat badan, diabetes, serta dapat meningkatkan resiko infeksi.

4. Obat Imonusupresan

Obat ini dapat digunakan untuk menekan sistem kekebalan tubuh. Karena penyakit lupus merupakan penyakit yang diakibatkan oleh sistem kekebalan tubuh yang berlebih. Oleh karena itu obat ini cukup efektif untuk menekan kerusakan yang diakibatkan oleh penyakit lupus. Obat ini juga dapat digabungkan dengan kortikosteroid sesuai anjuran dari dokter tentunya. Karena obat ini sendiri tergolong obat-obatan keras, sehingga memang perlu dosis dari dokter.

5. Rituximab

Obat ini masih tergolong baru, yang awalnya dikembangkan untuk menangani penyakit kanker darah, contohnya limfoma. Namun, ternyata obat ini juga cukup efektif untuk menangani penyakit seperti lupus. Karena obat ini juga mematikan sel B, yaitu sel yang memproduksi antibodi yang juga menyebabkan penyakit lupus itu sendiri. Untuk penggunaan harus mengikuti anjuran dokter karena termasuk obat baru.

Demikian artikel yang membahas tentang penyebab munculnya penyakit lupus. Meski para pakar kesehatan masih meneliti penyebab penyakit lupus yang paling kuat namun penting diketahui bahwa penyakit yang mematikan ini umumnya menyerang wanita usia produktif (15-40 tahun). Jadi jika anda wanita muda yang sedang sakit (apalagi terdapat ruam) namun tidak juga sembuh, besar kemungkinan anda terkena lupus. Segera konsultasikan dengan dokter untuk antisipasi sejak dini.

Manfaat Ciuman Bibir Dan Dampaknya

Ciuman merupakan salah satu bumbu ketika menjalani hubungan percintaan. Ibarat sayur tanpa garam, percintaan akan hambar rasanya jika tidak melakukan aktifitas ciuman. Dari beberapa ciuman, ciuman bibir lah yang paling disukai dan disenangi oleh setiap pasangan. Bahkan, aktifitas ciuman mulut ini dianggap oleh sebagian orang sebagai budaya dan telah menjadi ciri modern di era globalisasi saat ini

Berciuman emang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. tentu saja berciuman disini adalah ciuman atas dasar cinta dan bukan karna nafsu belaka. ciuman karna cinta akan membangkitkan semangat dan hormon-hormon tubuh akan berkerja dengan maksimal. ciuman dengan penuh cinta akan memciptakan kebahagian

Berikut manfaat ciuman bibir :

 

1. Membuat Suasana Hati Senang

Saat kita berciuman otak kita bereaksi dengan hormon dopamin yang membuat hati kita semakin senang, kemudian hormon serotonin yang meningkatkan suasan hati menjadi lebih tenang. Suasana hati yang berpadu dengan emosi membuat kita melupakan beberapa masalah membuat pikiran rilek loo.

2. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Sama seperti air liur dapat membantu kebersihan mulut, juga dapat memberikan sistem kekebalan tubuh Anda. Ada lebih dari 700 jenis bakteri di dalam mulut manusia. Oleh karena itu, bertukar air liur saat ciuman dapat memperkenalkan tubuh untuk bakteri baru. Penelitian telah menunjukkan bahwa memiliki jumlah beragam bakteri dalam tubuh kita berhubungan dengan kesehatan yang lebih baik. Khususnya ketika datang ke mikrobiota atau mikroorganisme yang hidup di dalam tubuh kita.

3. Menurunkan kecemasan

Berciuman telah terbukti menurunkan hormon stres kortisol dan meningkatkan serotonin yaitu bahan kimia yang bertanggung jawab untuk menjaga keseimbangan suasana hati di otak. Selain itu ciuman juga telah memiliki manfaat yang sama dengan meditasi, terutama dari kemampuannya untuk melepaskan oksitosin, yang juga dikenal sebagai hormon cinta sehingga dapat menurunkan kecemasan.

4. Membakar kalori tubuh

Sama halnya dengan berolahraga ciuman dapat membakar berkisar dua hingga enam kalori per menit. Sementara ciuman dengan lidah yang menggunakan semua otot di wajah dapat membakar hingga 26 kalori per menit. Seperti penelitian mengungkapkan setidaknya Anda menggunakan 30 otot saat berciuman, yang membantu menjaga pipi tetap tidak kendur

5. Mengurangi reaksi alergi

Dr Hajime Kimata, ahli allergology di sebuah klinik di Jepang, dan merupakan salah satu menyandang piala Nobel mengungkapkan 30 menit dari ciuman dapat mengurangi efek dari reaksi alergi. Menurutnya berciuman dengan pasangan sembari mendengarkan musik lembut menjadi salah satu terapi untuk menghilangkan alergi.

6. menurunkan tekanan darah

Karena bibir terdiri dari pembuluh darah, saat ciuman pembuluh darah melebar sehingga memungkinkan darah mengalir ke organ-organ vital lainnya. Ciuman menurunkan kadar kortisol, yang tidak hanya menurunkan kecemasan, tetapi juga tekanan darah.

7. Memperlambat penuaan

Karena berciuman meningkatkan aliran darah ke wajah sehingga merangsang produksi kolagen dan protein yang berlimpah. Kedua hal ini dibutuhkan untuk kulit yang lebih segar terawat. Anda juga jauh terlihat lebih muda.

8. Membakar kalori tubuh

Sama halnya dengan berolahraga ciuman dapat membakar berkisar dua hingga enam kalori per menit. Sementara ciuman dengan lidah yang menggunakan semua otot di wajah dapat membakar hingga 26 kalori per menit. Seperti penelitian mengungkapkan setidaknya Anda menggunakan 30 otot saat berciuman, yang membantu menjaga pipi tetap tidak kendur.

9. Meningkatkan hasrat seksual

Ciuman meminta otak Anda untuk melepaskan obat mujarab kebahagiaan yang terkandung dalam bahan kimia seperti serotonin, dopamin, dan oksitosin. Selain itu, testosteron yang merupakan hormon yang bertanggung jawab untuk dorongan seks pada pria dan wanita dilepaskan ke dalam air liur selama ciuman yang lama.

Dampak ciuman bibir yang harus anda ketahui :

Sayangnya dibalik kenikmatan ciuman bibir, aktifitas ini kadang menjadi sumber penularan penyakit dan bisa memberikan ancaman yang membahayakan bagi manusia. Adapun bahaya ciuman bibir diantaranya:

1. Mendatangkan Penyakit Infectious Mononucleiosi

Penyakit Infectious Mononucleiosi atau kissing disease merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus cytomelago. Virus ini terdapat pada kelenjar air liur, air seni, sperma, lendir leher rahim, air susu ibu dan darah. Jika masuk melalui air liur, virus ini akan masuk ke dalam sel epitel pada bagian luar mulut dan tenggorokan sehingga hal ini memungkinkan virus untuk berkembang biak yang pada akhirnya bisa menginfeksi sel darah putih. Bukan hanya melalui ciuman mulut yang berlebihan, penyakit ini juga bisa menular melalui donor darah, transplantasi organ, oral seks dan persalinan.

2. Mengalami Masalah Pada Bagian Otak

Penyakit kissing disease yang ditimbulkan akibat ciuman mulut, ternyata bisa menyerang selaput otak sehingga jaringan otak akan layu. Akibatnya, sel-sel otak secara perlahan akan mengalami kematian. Gejala yang dirasakan biasanya berupa kesulitan mendengar, gangguan dalan melihat, serta lumpuh.

3. Menyebabkan Herpes

Herpes yang merupakan penyakit radang kulit juga bisa disebabkan oleh ciuman mulut, yang bisa menimbulkan gelembung-gelembung berisi air pada kulit. Penyakit ini umumnya mucul pada mulut dan pinggang bagian atas. Selain itu, herpes simplex juga bisa muncul dengan gejala sariawan pada mulut. Herpes biasanya sangat gampang menular ke orang lain ketika lesi telah terbentuk atau meletus atau bisa juga terjadi saat ciuman mulut. Bahkan virus ini bisa menyebar ke orang lain dari lokasi leci dan jika herpes sudah sembuh.

4. Menyebabkan Kutil

Kutil biasanya timbul akibat dari penebalan lapisan kulit luar yang terjadi secara berlebihan. Kutil umumnya disebabkan oleh virus HPV yang biasa menyerang kulit. Penularannya bisa melalui kontak langsung seperti melalui ciuman mulut yang dalam.

5. Mendatangkan Meningokokus

Penyakit Meningokokus merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri sehingga bisa membahayakan penderitanya, sebab penyakit ini berupa radang selaput otak dan sumsum tulang belakang. Bakteri ini bisa menular melalui kontak langsung seperti berciuman atau melalui air liur si penderita.

6. Menyebabkan Sipilis

Sipilis merupakan penyakit infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri spiroset treponema palladium sub-spesies palladium. Pada umumnya penyakit ini menular melalui kontak seksual atau dalam masa hamil dari ibu ke janinnya. Namun, baru-baru ini terdapat laporan yang mengatakan bahwa sipilis juga bisa menyebar dengan melakukan ciuman mulut secara terus menerus karena bakteri ini bisa menempel pada luar dan dalam mulut termasuk lidah. Oleh karena itu, penyakit ini harus segera diobati karena jika tidak disembuhkan, maka bisa mengakibatkan kebutaan hingga kerusakan otak.

7. Mendatangkan Penyakit Lainnya

Selain dari beberapa penyakit yang telah disebutkan diatas, ciuman mulut juga bisa menularkan penyakit lainnya seperti ISPA (Infeksi Saluran Penafasan Akut), TBC (penyakit yang menyerang paru-paru yang biasa ditandai dengan batuk darah), Hepatitis (penyakit kuning atau radang hati), dan Thyfoid (penyakit yang menginfeksi usus halus atau tyfus). Dari beberapa penyakit ini, sebaiknya penyakit hepatitis yang lebih diwaspadai sebab infeksi ini bisa terjadi jika darah dan air liur yang terinfeksi langsung bersentuhan dengan selaput lendir aliran darah orang lain.

Namun Anda masih bisa mencegah hal itu terjadi dengan cara-cara berikut :

Hal pertama yang bisa Anda lakukan untuk terhindar dari bahaya ciuman bibir adalah dengan menjaga kebersihan mulut. Rutinlah menyikat gigi pada pagi dan sebelum tidur malam, atau setelah makan. Sampaikan pula hal ini kepada pasangan Anda.

Ketika Anda sedang batuk atau pilek, pasti Anda tidak ingin orang lain minum atau makan dari peralatan yang sama dengan Anda. Itu dilakukan karena bisa membuat seseorang tertular penyakit Anda. Hal ini berlaku pula ketika Anda berciuman. Maka hindari berciuman ketika Anda atau pasangan sedang mengidap penyakit atau terdapat luka pada bibir serta mulutnya. Jika Anda sayang pada pasangan, Anda harus jujur kepadanya ketika Anda sedang menderita penyakit tertentu. Orang yang benar-benar sayang kepada pasangannya tentu tidak akan menjerumuskannya ke dalam bahaya.

Cara lain yang bisa dilakukan untuk meminimalisasi risiko terkena virus atau bakteri adalah dengan melakukan vaksinasi. Suntik kekebalan tubuh pada virus penyakit ini sangat dianjurkan, terutama buat Anda yang belum pernah mendapatkannya sewaktu kecil. Anda bisa menanyakan kepada dokter mengenai suntik vaksin apa yang bisa didapatkan untuk mencegah tubuh terinfeksi virus atau bakteri akibat berciuman.

Dengan mengetahui beberapa bahaya ciuman bibir, maka sebagai manusia kita harus tetap waspada. Intinya seseorang harus mengetahui secara baik dengan siapa ia berciuman. Oleh karena itu, jangan membiasakan gonta-ganti pasangan agar bisa mengurangi resiko terkena penyakit. Adapun berciuman mulut yang baik seharusnya hanya dilakukan terhadap pasangan sejati seperti suami atau istri. Dan yang tak kalah pentingnya jagalah kesehatan mulut.