Menyembah Dewi Cinta, Ritual Seks Teraneh di Negara Haiti

Setiap daerah sudah pasti akan berbeda juga tradisi dan budanya. Ya’ begitu juga dengan berbeda negara dan benua. Setiap daerah, budaya dan negara tentunya pasti mengisahkan tradisi-tradisi unik tersendiri yang berbeda-beda. Nah, apakah anda tahu negara yang bernama Haiti? yang dihuni oleh orang-orangt berkulit hitamBukan berarti orang kulit hitam itu adalah rakyat Haiti ya, karena masih banyak juga negara yang di huni orang kulit hitam.

Haiti adalah sebuah negara di Karibia yang meliputi bagian barat pulau Hispaniola dan beberapa pulau kecil lainnya di Laut Karibia. Haiti merupakan negara kedua yang merdeka di Benua Amerika setelah Amerika Serikat. Dia juga salah satu produsen gula terpenting di dunia. Haiti juga merupakan salah satu negara termiskin di dunia. Apalagi setelah dilanda gempa hebat pada tahun 2009 yang menyebabkan ekonomi negara itu berantakan.

Di negara Haiti tersebut juga memiliki tradisi Ritual Seks Teraneh. Upacara ritual memang sudah menjadi salah satu budaya yang tidak bisa lepas dari kehidupan masyarakat di dunia, ya’ termasuk negara Haiti. Memang tradisi disana atas kebiasaan secara turun menurun dilakukan sejak zaman “Nenek Moyang”. Tentunya tradisi keunikan dan teraneh semacam ini akan meminta perhatian seluruh umat di dunia juga.

Ritual seks teraneh yang masih saja masih dilakukan oleh negara ini, memang sangat sulit untuk diterima secara logika. Seandainya hal semacam ini terjadi di negara yang sudah maju atau dengan tingkat modernnya yang tinggi, tentu pastinya ritual tersebut akan dihapuskan. Ya’ namanya juga suatu tradisi yang memang sudah dilakukan dari buyut dan menjadi warisan juga bagi para suku yang sekarang masih menjalankannya.

Jika aktivitas seksual yang seharusnya dilakukan secara pribadi, akan tetapi malah dilakukan secara tidak wajar dan di depan umum juga. Di Haiti, ritual semacam ini namanya adalah Menyembah Dewi Cinta yang dilakukan pada area air terjun Saut D’eau dan dengan yang tidak wajar, yakni yang diawali dengan mandi lumpur dan darah. Ritual tersebut juga sudah dijalankan mereka untuk menyembah Dewi Cinta dengan cara telanjang bulat tanpa memakai busana apapun, tanpa terkecuali. Semua ikut melakukan tradisi semacam ini.

Pastinya anda penasaran juga bukan? bagaimana sih negara ini bisa melakukan ritual kayak begituan? kok bisa sampai di depan umu juga ya? Wahh, pertanyan semacam inin yang lahir di benak para pembaca sekalian akan terjawab dengan alasan-alasan dan memang merekalah yang akan mengetahui makna dan arti dari ritual penyembahan Dewi Cinta tersebut. Dibawah ulasannya yang sudah saya rangkum.

Tata Cara Ritual Menyembah Dewi Cinta

Seperti yang sudah saya katakan tadi. Dengan melakukan ritual menyembah dewi cinta juga biasanya dilakukan pada sebuah air terjun yang terdapat di air terjun Saut D’eau. Ritual semacam ini juga sangat rutin yang dilakukan setiap bulan Juli dan pada setiap tahunnya. Memang bulan Juli juga dianggap mereka sebagai waktu yang sangat tepat bagi pasangan suami istri untuk melakukan Aktivitas seksual tersebut. Seandainya anda ingin mengunjungi tempat tersebut, maka datanglah pada bulan Juli. Maka anda pastinya bisa menyaksikan orang yang telanjang semuanya.

Disana juga mereka yang menjalani ritual menyembah dewi cinta juga akan membasuh tubuh mereka dengan menggunakan lumpur yang sudah memang dipersiapkan. Anehnya lagi nih, mereka juga telah mencampuri lumpur tersebut dengan darah yang di peroleh dari hewan sap dan kambing yang memang digunakan untuk korban juga. Masyarakat lokal di Haiti akan membersihkan dirinya dengan menggunakan lumpur di area tersebut sebelum akhirnya mereka melakukan hubungan seksual di air terjun saut d’eau.

Sudah pasti pada umumnya, bahwa manusia mandi menggunakan air bersih. Namun tidak bagi masyarakat Haiti, mereka justru menggunakan lumpur yang memang digunakan untuk membersihkan diri mereka. Khusunya lagi bagi para praktisi Voodoo, nantinya akan melakukan persembahan kepada dewi cinta dengan mandi bersama menggunakan lumpur yang telah dicampur dengan darah binatang sepert sapi atau kambing. Merak juga memang yang tidak memiliki rasa malu lagi pada saat masyarakat haiti akan bertelanjang bulat dan mandi lumpur.

Ritual seks teraneh semacam ini dilakukan yang secara bersama-sama oleh para pasangan suami istri yang sudah menikah melalui tradisi disana. Dengan Ritual menyembah dewi Cinta memang juga sudah dipercaya dan diyakini. Bahwa  apabila sebuah pasangan tidak melakukan ritual ini, maka pasangan tersebut akan terkena sial yang berkepanjangan dalam hidupnya. Dengan ritual menyembah dewi cinta melalui mandi lumpur dan darah sebelum akhirnya bercinta di air terjun saut d’eau ini dipercaya akan memberikan kekuatan penyembuhan maupun menyempurnaan dalam melakukan aktivitas seksual.

Nah, begitulah ritual yang dilakukan orang haiti yang menyembah dewi cinta dengan cara yang tidak masuk akal atau diluar logika kita sebagai manusia juga. Seperti yang anda bisa lihat sendiri juga, sudah pasti ritual semacam ini sangatlah berkesan aneh, sampai-sampai menjijikkan. Karena mereka yang harus melumuri tubuh dengan menggunakan lumpour seperti yang sudah anda ketahui tadi diatas. Ya’ walau bagaimanapun, itu sudah menjadi tradisi mereka yang sudah merasuk dan mendarah daging ke anak cucu mereka.

Mungkin seiring berkembangnya zaman, mereka pasti nanttinya juga akan sadar bahwa hal semacam itu adalah hal yang tida seharusnya dilakukan di depan umum serta ritual semacam itu adalah hal yang tidak bisa diterima oleh otak nalar manusia secara umunya. Ya’sekianlah informasi keunnikan mengenai ritual seks teraneh di dunia yang di lakukan masyarakat Haiti. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan anda juga para pembaca dan akhir kata saya ucapkan banyak terimakasih atas perhatiannya.

Inilah Fakta Dan Fungsi Budak Dalam Sejarah Dunia

Perbudakan sudah ada dalam sejarah manusia sejak 12.000 tahun yang lalu. Sejak manusia mulai bisa bertanam, berburu dan beternak, perbudakan diterapkan untuk memperoleh keuntungan besar tanpa harus mengeluarkan upah. Budaya ini akhirnya berkembang sampai di era modern hingga muncul istilah master dan servant.

Salah satu kebudayaan yang mengenal adanya perbudakan adalah Romawi kuno. Di masa lalu, budak-budak di kawasan Romawi diperlakukan dengan buruk. Bahkan mereka bisa dengan mudah dibunuh meski tidak melakukan kesalahan. Perbudakan telah mengalami banyak perubahan fungsi. Namun satu hal yang tak bisa dihilangkan. Perlakukan tak manusiawi yang diterima servant dari master yang memilikinya. Mereka harus patuh meski harus kehilangan nyawa. Berikut ulasan selengkapnya.

1. Mesopotamia – Pekerja Proyek Bangunan

Mesopotamia kuno mengizinkan seseorang atau kelompok tertentu melakukan perbudakan. Mereka biasanya membeli budak dari penduduk lokal yang membutuhkan uang. Banyak sekali anak-anak atau wanita dijadikan budak untuk membangun peradaban Mesopotamia hingga menjadi besar dan tak tertandingi di masanya.

Budak di Mesopotamia bisa menjadi bebas jika mampu menebus harganya saat pertama kali dibeli. Namun hal ini jarang sekali terjadi mengingat budak tidak mendapatkan upah. Selain itu, seorang bayi yang lahir dari budak secara otomatis memiliki status budak sama seperti yang dimiliki ibunya.

2. Memiliki Budak Adalah Budaya

Memiliki budak sudah seperti budaya di zaman Romawi kuno masa itu. Semua warga baik yang kaya hingga yang paling miskin bisa memiliki budak. Mereka yang berada di strata ekonomi rendah bisa memiliki 1-2 budak yang biasanya dipekerjakan di rumah atau pun di ladang dengan perlakuan yang sangat mengerikan.

Semakin tinggi status ekonomi seseorang maka akan semakin banyak juga budak yang dimiliki. Sebut saja seorang dengan nama Nero, dia memiliki sekitar 400 budak yang bekerja di rumah dan persawahannya. Selanjutnya ada Gaius Cecillus Isidorus yang memiliki sekitar 4.166 budak hingga dirinya wafat.

3. Bangsa Viking – Mendapatkan Uang dari Jaul Beli Budak

Sekitar abad ke-9 hingga 10 masehi, Bangsa Viking banyak sekali melakukan penangkapan warga lokal di area Skandinavia, Eropa. Mereka menculik warga lokal yang sekiranya memiliki nilai untuk dijual sebagai seorang budak kepada bangsa-bangsa di Inggris dan juga di daratan Arab.

Manusia dianggap sebagai komoditas yang bisa dijual belikan untuk mendapatkan banyak uang. Rata-rata budak yang diperjualbelikan adalah wanita dan beberapa pria muda yang bisa dijadikan pekerja paksa. Perbudakan di era Viking menandakan jika Eropa di masa lalu benar-benar sangat kelam.

4. Tiongkok Kuno – Pekerja Pertanian

Perbudakan pertama kali dilakukan di Tiongkok kuno sekitar tahun 2100 sebelum masehi. Di era ini banyak orang ingin mengurangi biaya operasional pertanian hingga akhirnya menggunakan budak untuk bekerja di ladang tanpa diperbolehkan istirahat. Jika master meninggal dunia, budak akan dibunuh lalu dikubur bersama-sama sebagai tanda kesetiaan.

Perbudakan di Tiongkok terus berkembang hingga tahun 9 masehi era Raja Wang Mang. Di era ini perbudakan mulai diberi aturan hingga menjual orang tak bisa dilakukan dengan mudah. Dan lagi di era setelah Wang Mang banyak sekali budak dari Arab yang dijadikan pekerja paksa di Tiongkok. Perbudakan di Tiongkok berakhir di awal abad ke-20.

5. Populasi Budak yang Sangat Banyak

Untuk ukuran kebudayaan yang masih sangat kuno. Romawi kuno memiliki jumlah budak yang terbilang banyak. Di masa Romawi masih berkuasa, setidaknya sudah ada 2 juta budak yang tersebar ke seluruh pelosok negeri. Mereka diambil dari para rakyat kecil atau pun kawasan di mana mereka berhasil melakukan pendudukan

Sebuah sumber yang ditulis oleh McKeown pada 2013 menyebutkan bahwa di awal abad masehi setidaknya 90% orang yang di kawasan Romawi (Italia) adalah keturunan budak. Jadi bisa dilihat betapa populasi budak sangatlah banyak. Hingga sekarang, mungkin penduduk asli di Italia juga berdarah budak yang diturunkan oleh leluhurnya.

6. Pesisir Barbary – Budak Pekerja dan Budak Seks

Pesisir Barbary meliputi negara-negara seperti Maroko, Algeria, Tunisia, dan Libya. Di masa itu banyak sekali bajak laut dari negara itu menyerang kawasan Eropa yang tak terlalu kuat. Banyak sekali penduduk yang ditangkap lalu dijadikan budak untuk dijual di Jazirah Arab. Budak ini banyak berasal dari Italia, Prancis, Portugal, hingga Inggris.

Setidaknya 1 juta lebih warga kulit putih dari Eropa harus rela menjadi budak di kawasan Arab yang sangat kejam. Mereka banyak sekali dijadikan pekerja proyek dan juga para wanita yang cantik akan dijadikan pelampiasan nafsu para majikannya. Perbudakan ini berakhir di awal abad ke-19 saat kekuatan militer di Eropa sudah semakin kuat.

7. Pembebasan Budak di Romawi Kuno

Budak-budak yang ada di Romawi kuno bisa menyatakan diri sebagai manusia bebas ketika mereka melakukan prestasi. Master yang melihat budaknya bisa melakukan apa saja akan memberikan hadiah berupa kebebasan. Cara selanjutnya yang bisa dilakukan adalah dengan membayarkan sejumlah uang kepada master sebagai harga dari dirinya sendiri.

Budak yang telah bebas dari majikannya bisa menjalani hidup seperti biasa. Mereka bisa membeli rumah hingga memiliki budak sendiri. Selanjutnya, budak juga masih diwajibkan untuk bekerja selama beberapa waktu di rumah majikan meski statusnya sebagai pekerja biasa dan dibayar dengan upah yang sesuai.

Itulah beberapa fakta dan fungsi perbudakan manusia dari masa ke masa. Hidup budak bisa hilang begitu saja jika masternya dia mati, perbudakan seharusnya tak ada lagi di dunia ini. Manusia sudah sepantasnya dihargai lebih tinggi apa pun statusnya. Karena pada dasarnya manusia sama dan tak ada bedanya.

Inilah Ritual Unik Agar Cepat Hamil Di Berbagai Negara

Hamil dan memiliki keturunan menjadi dambaan bagi setiap pasangan suami istri, bahkan di kalangan masyarakat kita sendiri rumah tangga seolah tidak lengkap tanpa kehadiran buah hati. Namun harapan tersebut tentu tidak hanya terjadi di tanah air saja karena dambaan untuk memiliki keturunan tentu terjadi bagi semua pasangan di Negara manapun itu. Keinginan yang kuat akan memperoleh kehamilan pun kadang membuat sejumlah kalangan percaya akan ritual-ritual tertentu yang dipercaya bisa mempercepat kehamilan dan meningkatkan kesuburan mereka. Baik itu bersifat medis maupun non medis yang percaya akan mitos aneh agar cepat hamil, seperti beberapa mitos mendapatkan keturunan berikut yang ada di dunia, rela melakukan hal-hal yang konyol untuk mendapatkan anak.

Penasaran seperti apa saja itu? Berikut informasinya.

1. Memegang Kelamin Patung Nisan Victor Noir, Perancis

Di Perancis, terutama di kota Paris mitos tentang kesuburan dialamatkan kepada sosok Victor Noir, seorang jurnalis pada zaman Napoleon yang kisah hidup dan kematiannya cukup kontroversial. Patung Victor Noir dalam keadaan terlentang yang menandai makamnya di Pere Lachaise dipercaya oleh warga Paris dapat meningkatkan kesuburan, kebahagiaan dalam kehidupan seksual dan keberuntungan dalam mendapatkan jodoh.

Mitos yang dipercaya oleh para wanita untuk meningkatkan kesuburan seseorang harus mencium bibir patung, meletakkan bunga di atas topi Noir yang tergeletak di sebelahnya dan menggosok tonjolan kemaluan di celananya. Saking banyaknya orang yang mencoba cara ini, bagian kemaluan patung Noir yang terbuat dari perunggu sampai berubah warna.

Untuk menghindari pengkultusan terhadap patung ini, pihak berwenang kota Paris sempat memasang pembatas yang menghalangi orang untuk menyentuh patung. Tetapi tindakan ini kemudian mendapat protes keras dari para wanita Paris hingga akhirnya penghalang itu dibuka kembali.

2. Duduk Di Kursi Ajaib Santa Maria Francesca, Italia

Urban legend selanjutnya datang dari wilayah Naples, Italia, khususnya di gereja La chiesa. Kursi panas bin ajaib ini dipercaya oleh masyarakat membantu untuk mendapatkan keturunan. Kursi siapakah tersebut? Kenapa begitu ajaib? Kursi ini adalah salah satu kursi kesayangan dari santo wanita, Santa Maria Francesca delle Cinque. Kursi ini konon katanya menyimpan rambut sang santo wanita yang telah menghabiskan waktu di kursi tersebut selama 200 tahun masa hidupnya.

Konon, Santa Maria Francesca delle Cinque dinobatkan sebagai salah satu wanita yang suci luar biasa dan memiliki mukjizat berupa stigmata, yakni lima luka yang muncul di tubuh secara ajaib sama seperti luka Yesus Kristus saat disalib. Dari peristiwa itulah kata delle Cinque berasal yang artinya “lima luka Yesus”. Kepercayaan masyarakat tentang kursi ajaib tersebut kenapa dihubungkan dengan cepat mendapatkan bayi, tidak jelas asal usulnya. Salah satu yang legenda yang terkuat mengatakan bahwa dahulu, ada seorang wanita yang susah sekali mendapatkan momongan, setelah duduk di kursi sang santo, wanita tersebut akhirnya bisa memiliki anak.

Legenda ini akhirnya menyebar ke seluruh masyarakat di Italia. Banyak para wanita dan suaminya berbondong-bondong datang ke gereja La chiesa untuk sekedar duduk di kursi sang santo. Di dinding-dinding sekitar kursi tersebut juga dihiasi oleh foto-foto orang tua dan anak yang dipercaya sebagai hasil nyata setelah duduk di kursi ajaib tersebut. Mau mencobanya?

3. Melewati Batu Berlubang Di Men-An-Tol, Inggris

Anda pernah mendengar tentang MEN-an-Tol? MEN-an-Tol adalah formasi batuan dari Zaman Perunggu yang terlatak di Cornwall, Inggris. Menurut Wikipedia susunan tiga buah batu bulat berlubang yang letaknya tak jauh dari daerah Madron ini juga dikenal oleh warga lokal dengan nama Batu Crick. Nama Men-an-Tol sendiri dalam Bahasa Cornish berarti ‘batu berlubang’. Batu-batu granit Men-an-Tol ini dipercaya oleh warga setempat dapat mendatangkan kesburan bagi wanita. Legenda yang dipercaya hingga saat ini adalah jika pada bulan purnama seorang wanita melewati batu-batu berlubang itu sebanyak tujuh kali, dia akan segera hamil.

Tampaknya kepercayaan ini berasal dari legenda kuno tentang peri penjaga batu Men-an-Tol yang konon memiliki kemampuan ajaib dalam menyembuhkan. Menurut cerita, seorang ibu mendapat musibah karena seorang peri jahat. Anaknya dikutuk dan diubah menjadi buruk rupa. Kemudian si ibu membawa anaknya melewati batu Men-an-Tol dan mantra si peri jahat pun kemudian luntur. Anaknya kembali seperti semula berkat sihir si peri pelindung batu.

4. Tradisi Penyamaran Jadi Roh Hutan Dan Melempar Wanita Ke Kolam

Nah, kalo tradisi aneh satu ini datang dari negara Swiss, lokasi tepatnya berada di wilayah Ettingen. Mitos ini asal usulnya dari sebuah cerita tentang keberadaan roh hutan yang dahulu sering menculik para wanita untuk dijadikan istri. Mitos tersebut akhirnya berkembang menjadi sebuah ritual agar wanita segera hamil.

Seperti apa ritual yang dilakukan? Para pria lokal di daerah Ettingen menyamar menjadi semak belukar agar tampak seperti roh hutan. Kemudian para wanita datang. Para roh hutan yang menyamar ini bersembunyi di semak-semak, kemudian mereka menarik, menggendong dan melempar wanita tersebut ke kolam atau air mancur. Dengan ritual tersebut dipercaya wanita yang melakukannya bisa segera hamil dan mendapatkan anak.

5. Melempar Pakaian Dalam Ke Atap Rumah Di Kongo

Tradisi “nyeleneh” selanjutnya berasal dari suku Yansi di negara Kongo. Para wanita, khususnya yang sudah menikah, memiliki tradisi untuk melempar celana dalam dan BH ke atap rumah mereka. Pakaian dalam yang telah dilempar tersebut, dibiarkan saja selama beberapa waktu. Mereka boleh menggantinya kembali dengan pakaian dalam baru dan dilempar kembali di bulan selanjutnya. Ritual ini dipercaya oleh masyarakat suku Yansi membantu para wanita mendapatkan keturunan.

Itulah tradisi aneh seputar mitos dan takhyul fertilitas yang dianut dan dijalankan oleh orang-orang di berbagai belahan dunia. Bagaimana dengan daerah Anda? Mitos tentang kesuburan seperti apa yang ada dalam budaya daerah Anda?

Wicca, Agama Tertua Di Dunia Beraliran Sihir

Kehidupan umat beragama di muka bumi sudah dimulai sejak ratusan juta tahun yang lalu. Saat ini kisah-kisah mereka pun telah menjadi legenda yang selalu diceritakan hingga keturunan-keturunan selanjutnya. Mungkin sebagai umat beragama, kalangan masyarakat di tanah air masih cukup ragu dengan kekuatan-kekuatan sihir, namun bagi warga Inggris sihir atau hal-hal magis lainnya sudah mereka anut sejak awal peradaban hidup mereka. Salah satu aliran yang boleh disebut agama yang menganut sihir adalah agama Wicca. Agama inilah yang menjadi aliran legendaries bagi warga Inggris khususnya hal gaib

Sejarah Agama Wicca

Wicca adalah agama yang bisa dikatakan sebagai kepercayaan pertama manusia yang hidup dibumi. Dr.Margaret Murry telah menelusuri asal usul sihir dari zaman Paleolitik, sekitar 25.000 tahun yang lalu. Manusia pada zaman itu bergantung terhadap hewan dan tumbuhan di sekitar mereka, kemudian animisme dikembangkan menjadi sebuah agama pertama. Animisme menganggap fenomena alam roh sebagai suatu kepercayaan yang erat didalamnya. Dewa dan Dewi, atau roh yang mengendalikan lautan, pegunungan dan hewan yang diburu. Wicca merupakan aliran spiritual asal Inggris yang mengakui bahwa kedua unsur feminin dan maskulin terkait dengan Dewa-Dewi. Aliran ini mempercayai bahwa alam adalah tempat suci yang harus dilindungi.

Wicca tidak memiliki ideologi tetap dalam keyakinan yang bervariasi, namun pada umumnya bahwa penganut Wicca mendapatkan hubungan dengan roh-roh alam melalui perayaan yang tertera dalam kalender Wicca. Tidak ada larangan universal mengenai makanan, seks, penguburan, dalam peraturan Wicca. Penganut Wicca bisa menjadi seorang Kristen, Yahudi, Muslim, Buddha, Tao, Druid atau agama (dan spritual) apapun. Karena tidak ada larangan dalam agama Wicca tentang hal tersebut. “Kristen Wicca” mungkin menghadapi skeptisisme terbesar, namun mengingat sejarah dan realitas yang sedang berlangsung diduga mengalami penganiayaan (The Burning Times).

Wicca memiliki respek sangat dalam terhadap alam dan pengetahuan tertentu dimana kita tidak memiliki hak untuk mengeksploitasi keuntungan sendiri. Ajaran Wicca sangat prihatin dengan konservasi dan ekologi seperti dalam semua agama yang ada di masa Neo-Pagan. Agama Wicca mempercayai bahwa roh adalah esensi, yang setiap objek menghubungkannya dengan alam. Mitologi agama Wicca tertentu menyatakan bahwa Wicca sudah ada sejak zaman batu, inspirasi dan tradisi mereka berasal langsung dari para Dewa.

Tradisi Spiritual Dan Sihir Dalam Agama Wicca

Penganut Wicca memiliki seni tersendiri dalam berhias dan memakai perhiasan, di antaranya menggunakan kekutan tanaman (khususnya untuk wewangian mereka). Mereka juga menggunakan kristal sebagai perawatan kecantikan alami dan juga untuk kekuatan spiritual. Tak heran jika anting, liontin dan kalung yang mereka pakai bukanlah benda sembarangan. Namun berbahan dasar batu mulia dengan makna tertentu dalam simbol agama Wicca. Kristal sendiri diyakini sebagai lambang kekuasaan pemakainya.

Bermula pada tahun 1951, saat Inggris membatalkan undang-undang sihir. Maka, pria bernama Gerald Gardner muncul di mata publik sebagai orang pertama yang menyebut dirinya penyihir modern. Selanjutnya, Gardner mengawali munculnya tradisi Gardnerian Wicca yang disusul dengan tradisi Alexandria dan sejumlah tradisi Wicca lain yang jumlahnya hingga mencapai ratusan. Aidan Kelly, seorang pengamat meyakini bahwa sosok Gerald Gardner, Margaret Murray dan Charles Leland adalah orang-orang yang mempersatukan Wicca modern.

Wicca, Agama Tertua Saat Ini

Wicca adalah tradisi asli bangsa Inggris, Skotlandia, Irlandia dan Wales, berkembang jauh sebelum sebelum 500 SM yang menandai awal zaman besi. Situs suci periode ini diantaranya Avebury/Silbury dan Stonehenge yang merupakan peninggalan penting agama Wicca dalam legenda kuno Inggris (salah satunya Mabignogian). Wicca sudah menjadi agama yang diakui wilayah Inggris selama hampir 1000 tahun hingga tahun 1951.

Agama Wicca merupakan agama Neo-Pagan berdasarkan tradisi Inggris, Irlandia, Skotlandia dan Wales (masa pra-Kristen). Asal-usulnya dapat ditelusuri lebih jauh dalam masyarakat Paleolitik yang menyembah Dewa Pemburu dan Dewi Kesuburan. Sebuah lukisan ditemukan dalam gua di Perancis yang diperkirakan berumur 30.000 tahun, menggambarkan seorang pria dengan kepala rusa jantan dan seorang wanita dengan perut hamil. Mereka berdiri dalam lingkaran dengan sebelas manusia. Dengan bukti tersebut, agama Wicca mungkin merupakan agama tertua di dunia.

Peralatan Untuk Ritual Pemujaan

Peralatan ritual dalam pemujaan di agama Wicca adalah athame (pisau ritual) dan piala yang merupakan gelas ritual. Ada juga beberapa tradisi Wicca yang menggunakan sapu, perhiasan, bel, pentakel, tongkat, drum, piring khusus, dupa, kuali,pedang, tongkat sihir dan lilin. Penggunaan dan pembuatan peralatan masing-masing memiliki arti berbeda.Dalam ritual agama Wicca, biasanya melibatkan ruangan berbentuk lingkaran (ruangan suci), tarian, lagu-lagu yang dinyanyikan, makanan atau anggur, doa dari kekuatan dewa dan ucapan syukur dalam penutupan upacara. Beberapa upacara yang dilalukan Wicca “Sabbats” atau “Esbats” untuk mengawali transisi kehidupan baru seperti pernikahan, penyembuhan, kematian dan kelahiran seorang anak

Perburuan Penyihir, Upaya Pemusnahan Aliran Agama Wicca

Beberapa penganut agama Wicca menyebut diri mereka “Penyihir” memanfaatkan sebagai tanda solidaritas dengan para korban Pembakaran (Burning Times). Meskipun banyak Wicca hari ini mungkin melemparkan mantra dan santet, ini tidak dianggap sebagai bagian integral dari Wicca oleh semua Wicca. Hampir semua agama Wicca memiliki upacara atau praktek psikologis untuk lebih membiasakan diri dengan pencipta, mendorong wawasan dan rasa keberhasilan. Sebagian mungkin mencoba melemparkan ‘mantra cinta‘ atau ‘kutukan’ lainnya.

“The Burning Times” merupakan istilah yang digunakan dalam modern Neo-Pagan merujuk pada penyihir besar Eropa yang diburu dari awal periode modern, bertepatan dengan waktu reformasi dan dilihat oleh banyak orang sebagai langkah penting dalam menghancurkan Kristen dalam agama Pagan atau sebuah gerakan bawah tanah. Beberapa penulis mengklaim sebanyak sepuluh juta orang tewas dalam perburuan penyihir, sementara penelitian terakhir menyebutkan jumlah kematian yang didokumentasikan antara 20 ribu hingga 100 ribuan, lebih dari 80 persen adalah wanita. Berapapun jumlah korban ‘pemburuan penyihir’ dipandang sebagai martir oleh banyak Wicca hingga hari ini. Wicca bukanlah agama tradisional beraliran sihir, dan semua sihir belum tentu bagian dari agama Wicca.

Begitulah Wicca, yang diyakini sebagai kepercayaan pertama di dunia. Meski keberadaannya menimbulkan pro dan kontra di masyarakat, namun hingga kini eksistensi Wicca dikatakan masih ada.

Sungguh Mengerikan, Manusia Diperlakukan Sama Dengan Hewan

Rasisme adalah masalah yang sudah ada sejak dulu. Hingga saat ini, perilaku rasis sebenarnya juga masih bisa dijumpai meski sudah tidak sebanyak dan sekejam dulu. Hal ini karena masyarakat mulai menyadari bahwa pada hakikatnya, apapun ras, suku atau etnisnya, mereka semua adalah manusia yang setara.Haruskah kita kembali ke masa-masa rasis seperti dulu? Yang mana persamaan hak sama sekali tidak ada artinya. Bahkan orang-orang minoritas diperlakukan layaknya binatang, parahnya lagi suku dan etnis tertentu justru dijadikan sebagai objek pameran, dikerangkeng dan dipertontonkan oleh mereka yang menganggap dirinya bangsawan.

Ya, seperti itulah masalah rasisme yang pernah terjadi. Tidak hanya diskriminalisasi dan ingin dimusnahkan tapi mereka justru dipamerkan layaknya hewan di kebun binatang. Nah, inilah kebun binatang manusia dalam sejarah.

1. Suku Asli Amerika Diarak di Sepanjang Eropa

Kebanyakan orang tahu betul bahwa suku asli Amerika telah diperlakukan dengan tidak adil selama bertahun-tahun. Tapi tidak banyak yang tahu seberapa keterlaluan perlakuan yang mereka terima dan bagaimana sejarah berusaha keras untuk menyembunyikannya. Banyak orang mulai berkampanye bahwa Christopher Columbus bukanlah pahlawan yang menemukan Amerika seperti yang sering diceritakan.

Colombus bukanlah yang pertama menginjakkan kaki di Amerika karena di sana telah tinggal suku asli Amerika. Ia menjadi serakah dan berusaha mencuri emas milik suku Indian Amerika. Tidak hanya itu saja, ia juga menculik ratusan dari mereka dan membawanya ke Eropa untuk diarak dan dipajang sebagai keanehan yang hidup. Banyak dari mereka akhirnya meninggal hanya dalam waktu 6 bulan, tapi Colombus tidak menghentikan kegiatan ini. Ratusan suku asli Amerika tewas hanya agar orang-orang Eropa bisa mendapatkan tontonan yang menurut mereka aneh.

2. Suku Jarawa

Suku Jarawa adalah salah satu suku terisolasi di bagian Andaman, India. Secara resmi pemerintah India pun telah menerapkan peraturan tegas untuk melindungi suku ini. Namun hal tersebut tidak menghentikan sejumlah pebisnis untuk mengeksploitasi suku Jarawa. Bahkan inilah salah satu bukti nyata masih adanya rasisme di dunia meski era sudah modern seperti sekarang ini. Sejumlah pebisnis diketahui menawarkan sebuah tur “spesial” untuk bertemu langsung dengan suku Jarawa. Parahnya lagi suku Jarawa justru diperlakukan layaknya hewan di kebun binatang, yang mana mereka dipaksa untuk menari demi mendapatkan biskuit atau pisang.

3. Memajang Suku Igorot, Filipina

Setelah terjadinya perang antara Amerika dan Filipina, Amerika yang menang memutuskan bahwa mereka akan memperlakukan musuh mereka lebih jauh lagi dengan cara memamerkan mereka di tempat umum sebagai suku barbar. Awal Festival Dunia tahun 1904 di St. Louis saat itu bertepatan dengan berakhirnya perang. Maka Amerika membuat pameran manusia hidup, termasuk diantaranya lahan pameran seluas kurang lebih 190 meter yang diisi dengan suku Igorots, Filipina. Saat itu, suku ini dikenal akan kebiasaannya memakan anjing. Jadi sebagai bagian dari pertunjukan, mereka dipaksa membunuh dan memotong anjing secara terus menerus untuk menghibur para penonton. Ini semua dibuat untuk memperkuat stereotipe yang sebenarnya salah. Suku Igorot hanya sesekali makan anjing sebagai bagian dari upacara tertentu saja.

4. Wanita Afrika – Pengidap Steatopygia

Pada abad ke-19, seorang dokter Inggris bernama William Dunlop mengunjungi Afrika. Dalam perjalanan pulang, ia berhasil meyakinkan seorang wanita Afrika bernama Sartjie untuk bergabung dengannya. Sementara ia mungkin telah memberikan segala macam alasan untuk membujuk sartje ikut bersamanya ke inggris, semuanya langsung menjadi jelas bahwa motif sebenarnya dari William adalah untuk menampilkannya ke pada publik dikarenakan karakteristik tubuh Sartje yang agak aneh. Dia berganti nama menjadi Sarah Bartman (atau Baartman) untuk menghilangkan identitas lamanya dan membuatnya terdengar lebih Eropa.

Sartjie kemudian ditampilkan di seluruh Eropa, kadang-kadang sebanyak 11 jam sehari. Dia selalu telanjang atau sebagian telanjang untuk menampilkan karakteristik yang aneh. Sartje memiliki kondisi langka yang dikenal sebagai steatopygia, dimana ada akumulasi besar lemak di daerah sekitar bokong dan dan alat kelaminnya. Dia pada dasarnya diarak keliling sebagai pertunjukan orang aneh dan akhirnya ia meninggal karena cacar dan alkoholisme. Dia diejek secara mengerikan dan ilmuwan mempertanyakan apakah ia mungkin “missing link” yang selama ini dicari. Yang mana menunjukkan bahwa dia sama sekali tidak dianggap sebagai manusia. Bahkan Wanita malang ini dibedah setelah kematiannya. Menunjukkan betapa mengerikannya tindakan manusia hanya untuk sebuah hiburan

5. Pria Suku Pigmy Yang Disamakan Dengan Kera

Di usia 23 tahun, seorang suku pygmy bernama Ota Benga dibawa ke New York oleh seorang penjelajah, Samuel Phillips Verner dan tinggal di lahan kebun binatang Bronx. Di usia yang masih muda, Benga telah mengalami berbagai kejadian sulit mulai dari 2 kali menjadi duda, lolos dari pembantaian dan sebelumnya pernah dijadikan budak. Yang lebih mengenaskan lagi, di New York ia diperlakukan layaknya binatang.

Benga disuruh berjalan di sekitar lahan kebun binatang dan dipaksa melakukan apapun yang membuatnya terlihat barbar. Tidak lama, ia dimasukkan area tertutup agar bermain dengan kera-kera dan ditampilkan sebagai contoh tahap awal evolusi manusia. Hal ini akhirnya menarik banyak penonton dan menjadikannya perhatian nasional. Banyak orang memprotes tindakan penganiayaan terhadap manusia tersebut.

Pada akhirnya ia dibebaskan dari kandang, tapi ia terus diikuti dan diejek oleh orang-orang. Benga yang marah dan frustasi kemudian melukai beberapa orang pengunjung dengan panahnya. Ia akhirnya diselamatkan oleh beberapa orang, diajari berbahasa Inggris, mendapatkan pekerjaan, serta menerima perlakukan yang lebih baik dari sebelumnya. Namun rasa sakit dan tersiksa masih tersimpan dalam dirinya, ditambah dengan kehidupan di dunia baru yang asing akhirnya membuatnya bunuh diri beberapa tahun kemudian.

Beberapa kisah kejam dan mengerikan tersebut membuktikan bagaimana terkadang manusia bisa begitu kejam terhadap orang lain hanya demi menghibur diri. Tapi hal ini juga menunjukkan sudah seberapa jauh kita melangkah sebagai manusia yang mampu menghargai dan menghormati orang lain.

Tradisi Kejam Terhadap Wanita Di Dunia

Seperti yang kita tahu bahwa sudah sejak lama Hak Asasi Manusia sangat diagungkan, apalagi jika bicara soal hak asasi wanita. Tapi hal tersebut tidak berlaku kepada para wanita yang hidup di suku pedalaman. Dan konyolnya, fenomena ini bukan hanya ada di jaman kuno saja, di era modern sekarang pun tradisi nyeleneh ini masih ada yang tetap dipelihara.
Namun di dunia ini ada beberapa aksi yang sangat membuat para wanita ini terganggu dan menjadi kaum yang ditindas. Tidak hanya pada tindakan kriminal, namun juga beberapa tradisi yang dibuat oleh beberapa suku ini sepertinya terus memberikan kekejaman bagi para wanita. Berikut ulasan mengenai tradisi-tradisi kejam terhadap wanita yang sangat mengerikan:

1. Khitan Perempuan

Banyak mungkin yang mengatakan bahwa khitan adalah salah satu hal yang wajib dilakukan teruntuk kaum lelaki saja. Namun jangan salah, ternyata perempuan juga bisa di khitan loh! Dari beberapa kelompok golongan atau suku, tradisi khitan pada perempuan ini wajib hukumnya untuk dilakukan. Suku yang masih mempertahankan dan menjalankan tradisi Khitan pada kaum hawa adalah suku Sabiny yang berada di wilayah Uganda.

Tradisi khitan ini terbilang cukup ngeri dan sangar, bagaimana tidak ngeri jika khitan yang dilakukan di suku ini harus dengan memotong sebagian klitoris atau mungkin bahkan semua bagian klitoris yang bertujuan untuk menjadikan hasrat seksual wanita menjadi berkurang, sehingga akan menjadikannya pasangan yang selalu setia kepada suaminya kelak. Bayangkan betapa sakitnya tradisi ini, wajib dilakukan oleh perempuan yang mulai menginjak dewasa, duhhh bikin gimana gitu kan?

2. Setrika Dada

Tradisi yang memperlakukan wanita dengan sangat kejam adalah sebuah tradisi yang dilakukan di Kamerun. Di negara ini terutama di suku yang hidup di pedalaman, ada sebuah tradisi yaitu setrika payudara. Ya, tentunya tradisi ini dilakukan hanya kepada wanita dan dilakukan saat wanita ini masih berusia sangat kecil yang baru mengalami pubertas. Orang Kamerun mempercayai bahwa payudara yang besar dan menonjol seperti yang diinginkan oleh banyak wanita di dunia ini adalah sumber nafsu dari para pria di sekitarnya. Sehingga tujuan dalam melakukan setrika payudara ini untuk menjauhkan sang wanita itu sendiri dari pelecehan seksual dan juga hamil di luar nikah. Caranya pun sangat kejam, yaitu wanita ini akan disetrika dadanya dengan batu atau logam yang telah dipanaskan dan setelah itu dadanya terus diikat dengan rapat menggunakan korslet.

3. Berlari Saat Haid

Tradisi aneh ini dapat ditemui di suku Navajo khususnya suku Indian Apache yang tinggal di Amerika bagian utara. Di suku pribumi yang satu ini, para wanita yang telah haid harus melakukan sebuah ritual yang sangat melelahkan bahkan terkesan kejam.

Bagi para wanita yang mengalami haid pertama kali, mereka harus berlari dengan menggunakan pakaian tradisional terbuat dari kulit rusa. Sambil memakai baju yang berat, selama 4 hari berturut-turut, wanita tersebut harus berlari ke arah timur dimana matahari terbit.

Pada malam harinya yaitu hanya di malam pertama setelah wanita tersebut berlari, dia harus duduk dengan posisi selonjor dan harus dilakukan sampai pagi menjelang. Bukan hanya itu saja, esoknya dia diwajibkan untuk membuat kue besar terbuat dari tepung jagung. Kue tersebut dibuat untuk semua anggota suku yang menghadiri acara tradisi tersebut.

4. Berendam Saat Menstruasi

Selain suku Navajo di Amerika Utara, suku Nootka yang ada di Kepulauan Vancouver juga memiliki ritual tak kalah kejam dalam memperlakukan kaum wanita disana. Untuk para wanita yang baru menstruasi atau dalam bahasa mereka disebut dengan menarche, mereka harus menjalani sebuah tradisi yang tidak lazim karena tetua suku akan membawa mereka ke laut lalu meninggalkan mereka sendirian disana.

Di laut tersebut, wanita yang sedang haid harus berendam buka-bukaan total selama beberapa hari. Hal ini dilakukan untuk menguji kekuatan wanita tersebut. Mungkin tujuan ritual ini ialah untuk membuat wanita tersebut bisa menahan rasa sakit saat melahirkan nanti.

Akan tetapi, apapun alasannya, di akhir ritual banyak wanita yang melakukan hal tersebut tidak kuat untuk berdiri karena kelelahan dan saat itulah anggota suku akan bersorak gembira karena menganggap wanita tersebut telah berhasil melewati ritual kedewasaan.

5. Dibakar dan Digigit Semut Beracun, Suriname

Di Suriname khususnya di suku yang bernama Carib ini juga terdapat sebuah tradisi yang sangat kejam dan juga tidak berperikemanusiaan kepada para kaum wanitanya. Tradisi ini adalah semacam tradisi penyambutan masa pubertas sang wanita. Ketika sang wanita telah mengalami haid untuk pertama kali, ada ada tradisi dimana wanita ini harus menguji kekuatannya dan keberaniannya dengan memegang kapas berapi hingga tangan melepuh dan juga memakai baju dari tikar yang penuh dengan semut beracun. Hal ini tentunya tidak hanya menimbulkan luka bakar yang parah, namun juga gigitan menyakitkan dari sang semut.

Ngeri rasanya melihat tradisi yang menyakitkan tersebut harus dilakukan oleh para wanita di sana. Karena jika tidak dilaksanakan, justru mereka yang akan diasingkan. Padahal beberapa ritual tersebut sebenarnya justru berpotensi membahayakan si gadis. Beruntunglah bagi para wanita yang tidak perlu merasakan ritual tersebut agar dianggap sudah dewasa.