Cacar Air: Ketahuilah Gejala, Pencegahan Serta Cara Mengatasi Varicella

Penyakit Cacar Air yang disebut Varicella oleh medis ini sangatlah umum bila terdengar di telinga masyarakat Indonesia. Penyakit semacam ini yang ditandai dengan bintik atau lepuh merah gatal dan biasanya akan muncul di sekujur tubuh manusia. Virus tersebut juga seringkali menyerang anak-anak dan memang sangat umum sekali terjadi di Indonesia. Hal seperti itu juga biasanya sudah menjadi siklus perjalanan masa kecil.

Sebagai orang tua, tentunya anda ingin agar anak selalu sehat dan ceria. Untuk itu, sejak lahir para orang tua sudah membekali anak dengan berbagai macam tindakan yang berguna untuk membuat anak selalu sehat dan memiliki kekebalan tubuh yang baik. Nah, kalau seandainya anda memiliki seorang anak, maka cobalah untuk memberikan Vaksinasi serta Mencegah Tetanus sekaligus. Kalau untuk anak segala hal pasti anda lakukan demi kesehatan anak. Bener nggak para orang tua. Ya’ kesehatan anda juga harus dijaga, biar bisa menjaga anak juga. 

Sejak penemuan Vaksin Cacar Air pada tahun 1990 kasus penderita penyakit tersebut sudah menurun dan sangat jarang seorang anak akan menderita Cacar Air. Seperti yang sudah diketahui juga, bahwa Virus semacam ini hanya menyerang manusia dalam sekali seumur hidup saja. Tapi sangat berbahaya juga lho. Pada umumnya Ruam gatal yang terjadi dan akan menumbilkan semacam luka maka hal seperti ini juga adalah salah satu gejala cacar air. Ruam adalah peradangan dan perubahan warna yang terjadi pada kulit, lalu akan menimbulkan benjolan yang mengelupas.

Setelah anda sudah mengetahui apa itu Ruam Gatal dan apa itu cacar air, maka saya juga sudah menyiapkan ulasan mengenai cacar air. Di artikel ini anda juga bisa mengetahui gejala cacar air, cara mencegahnya serta cara mengatasi cacar air tersebut. Berikut dibawah ini rangkumannya yang sudah saya kupas secara tuntas :

Gejala Cacar Air

Tidak hanya Ruam Gatal saja yang akan menjadi tanda atau gejala Cacar Air, pastinya masih ada lagi yang bisa anda ketahui selanjutnya. Karena untuk lebih mengetahui lebih dalam lagi segala gejala yang akan dirasakan seorang anak selain Ruam gatal yang terjadi. Ciri dan gejala cacar air biasanya muncul 7-21 hari setelah paparan. Gejala cacar air berupa demam ringan, pilek, batuk ringan, sakit kepala, lemas dan tidak nafsu makan.

Kalau persoalan Bentol-bentol biasanya akan muncul pada tubuh 2-3 hari setelahnya yang kemudian berkembang menjadi lenting gatal berisi cairan yang kemudian mengering dan akan berbentuk koreng dalam 4-5 hari. Lenting yang muncul dapat berjumlah sedikit, atau dapat pula lebih dari 500 lentingan. Cacar air biasanya menular sejak 1-2 hari sebelum ruam muncul, hingga 6 hari setelah lenting terbentuk. Maka mulut, telinga dan mata juga dapat berbentuk luka. Virus ini juga bisa menyebar melalui :

  • Air Liur
  • Batuk
  • Bersin
  • Terkena Cairan dari Bekas Luka Cacar Air

Nah, setelah anda mengetahui segala gejalanya dan akan bisa menular pada orang lain yang ada disekitar anda. Tentunya ada juga harus segera mendatangi dokter untuk memeriksa dan berkonsultasi tentang segala keluhan yang sudah anda rasakan tadinya. Nah, saya juga sudah merangkum pada saat seperti apa anda harus ke dokter. Berikut dibawah ini bila Anda mengalami gejala-gejalanya :

  • Bintik merah menyebar ke salah satu mata atau kedua mata Anda
  • Bintik menjadi lebih sensitif dan panas. Ini dapat menjadi tanda infeksi
  • Pusing, disorientasi, denyut jantung cepat, sesak, gemetar, batuk yang berat, muntah, kaku leher atau demam tinggi lebih dari 39,4°C
  • Riwayat keluarga memiliki sistem imun yang rendah atau memiliki anak berusia kurang dari 6 bulan

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau keluhan lainnya, segeralah konsultasikan dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang pastinya sangat berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda maupun siapa saja yang mengalaminya, anak, Saudara, tetangga. Karena artikel ini tentunya juga untuk memberikan satu infromasi mengenai penyakit Cacar Air. Agar anda bisa selalu untuk mewaspadai akan penyakit semacam ini.

Pencegahan Cacar Air

Nah, setelah anda mengetahui gejala-gejala dari penyakit cacar air. Sekarang tugas anda adalah melakukan pencegahannya. Karena mencegah memang lebih baik daripada mengobati. Usaha pencegahan juga baiknya diberikan mulai sejak awal yakni dengan Imunisasi untuk vaksin untuk Virus Varisella Zoster. Untuk imunisasi diberikan satu kali pada anak sehat berumur 1 sampai 12 Lalu pada saat ABG atau pubertas dapat diberikan lagi, lantaran kekebalan dari vaksin imunisasi bertahan lebih kurang 10 tahun saja saat dewasa dapat juga diberikan lagi.

Untuk lebih lanjut lagi yang bisa anda lakukan pencegahan selain dari Vaksinasi, tentunya bisa juga anda terapkan guna mencegah cacar air tersebut. Berikut dibawah ini langkah-langkah yang bisa anda lakukan sehari-harinya dalam kehidupan untuk mencegah Cacar Air :

  • Menjaga Kebersihan Badan : pakaian dan lingkungan. Pakaian dan lingkungan kotor merupakan sumber dari penyakit. Badan yang kotor akan mudah terinfeksi oleh kuman penyakit.
  • Mengkonsumsi Makanan Bergizi : Makanan bergizi membuat tubuh sehat dan berstamina kuat sehingga dapat menangkal serangan infeksi kuman penyakit
  • Menghindari sumber penularan penyakit cacar air

Selain pencegahan diatas, usahakan anda juga tidak bekerja terlalu keras atau bermain terlalu lama. Kebiasaan begadang sangat tidak baik. Selain mengurangi efektivitas pola tidur anda, karena pada waktu malam hari itu diciptakan dengan mengistirahatkan tubuh untuk segera tidur. Selama waktu tidur itulah tubuh akan membuat sistem Imun agar tubuh anda kembali fit dan segar lagi.

Cara Mengobati Cacar Air

Jika anda sudah mengetahui gejala dan cara mencegah penyakit Cacar Air. Saya juga akan memberikan cara agar anda dapat mengatasi penyakit tersebut. Karena seseorang yang mengalami cacar air biasanya akan sembuh dalam kurun waktu 10 hari sampai 21 hari. Sedangkan bekas luka akan hilang selama 14 hari berikutnya. Dalam waktu itu, penderita harap lebih menjaga kesehatan tubuhnya dengan mengkonsumsi buah, sayur dan menjaga pola tidur.

  • Sibinlah (mandi ringan) dengan membasuh air hangat pada tubuh anda. Beberapa orang menambahkan antiseptic untuk menghindari bakteri menyebar. Lalu keringkan dengan hati-hati (usahakan gelembung di tubuh anda jangan sampai pecah) caranya menepuk pelan-pelan. Berikan bedak gatal yang mengandung menthol salycil pada gelembung tadi.
  • Usahakan jangan memecah gelembung. Sebab bisa menyebarkan virus keseluruh badan anda. Selain itu memicu infeksi kulit jika tidak diobati dan dibersihkan.
  • Jika ada gelembung yang pecah, biarkan cairan di dalamnya mongering sendiri. Jangan mengelupas atau mengorek-orek kopengnya. Sebab, bisa menimbulkan bekas pada kulit. Biarkan lepas sendiri. Pakailah salep sesuai resep dokter. Kandunganya mampu mengurangi iritasi, mengurangi bekas, serta menyembuhkan.
  • Berikan obat penurun panas; Karena dibarengi dengan kenaikan suhu tubuh, biasanya anak-anak mengalami sakit kepala. Anda bisa memberikan paracetamol 10mg/kg berat badan (BB) dosis. Dianjurkan sebanyak 3 kali sehari setelah makan.
  • Jika terjadi infeksi; Kemungkinan adanya infeksi pada cacar air juga mungkin terjadi. Salah satu solusinya dengan pemberian antibiotic seperti eritromisin sebanyak 3 kali sehari.

Orang yang tidak dapat menerima vaksin dapat mencoba untuk menghindari virus tersebut dengan membatasi kontak dengan orang yang terinfeksi. Tapi ini bisa jadi sulit, karena penyakit Cacar air tersebut tidak dapat diidentifikasi dengan lecetnya sampai sudah menyebar ke orang lain selama berhari-hari. So, tetap jaga kesehatan dan lingkungan anda agar tidak mudah terserang dari berbagai penyakit lainnya.

Hanya inilah yang bisa saya berikan informasi mengenai Penyakit Cacar Air. Semoga artikel ini bisa juga memberikan manfaat bagi kehidupan para pembaca sekalian. Akhir kata saya ucapkan banyak terimakasih atas waktu dan perhatiannya.

“Janganlah mengeluh atas sakit yang sedang kamu derita karena hal tersebut tidak akan mampu merubah apa yang sedang kamu rasakan menjadi lebih baik”

Next ArticleMengenal Lebih Dalam Penyakit Pneumotoraks