Bipolar Disorder, Gejala dan Penyebabnya

Bipolar menjadi terkenal setelah ada salah satu artis di Indonesia yang menderita penyakit ini. Publik sempat dihebohkan dengan artis yang memiliki perilaku yang berubah drastis, ternyata perubahan perilakunya tersebut dipicu oleh penyakit Bipolar. Jika tidak segera diatasi, penderita bisa mengalami masalah kejiwaan yang serius. Memang penyakit ini tidak mendominasi di negara Indonesia seperti penyakit jantung, stroke bahkan kanker meski begitu penyakit ini tidak boleh disepelekan.

Apa Itu Gangguan Bipolar?

Gangguan Bipolar (Bipolar Disorder), juga dikenal sebagai depresi manic adalah suatu kondisi mental yang menyebabkan terjadinya perubahan mood yang ekstrem. Orang yang menderita gangguan Bipolar dapat berubah perasaan dari sangat bahagia (mania) menjadi sangat sedih (depresi). Sering kali diantara perubahan keduanya, penderita tetap mengalami kondisi mood yang normal.

Saat penderita merasa sedih, ia akan merasa tertekan, kehilangan harapan dan bahkan dapat kehilangan keinginan untuk melakukan kegiatan sehari-hari. Tetapi saat merasa senang, penderita akan merasa sangat bersemangat dan penuh gairah. Perubahan mood tersebut dapat terjadi beberapa kali dalam setahun atau bahkan dalam seminggu dalam kasus yang lebih parah. Kondisi jiwa ini dapat menyebabkan rusaknya hubungan pribadi, rendahnya motivasi dan produktivitas di tempat kerja dan yang lebih buruk lagi dapat menyebabkan perasaan ingin melakukan bunuh diri. Bagi penderita Bipolar Disorder, sangatlah penting untuk menghubungi bantuan medis saat mengalami perubahan mood.

Seberapa Umumkah Gangguan Bipolar?

Bipolar Disorder sering kali muncul pada masa akhir remaja atau awal masa dewasa. Meskipun begitu, tidak menutup kemungkinan kondisi ini juga dapat ditemukan pada anak dan orang dewasa. Setidaknya setengah dari kasus munculnya Bipolar Disorder pada penderita berusia di bawah 25 tahun dapat berlangsung seumur hidup. Selalu berkonsultasi dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Gejala  Bipolar

Gangguan Bipolar merupakan suatu masalah yang berhubungan dengan kejiwaan, dimana penderitanya bisa mengalami perubahan mood yang drastis. Contohnya saja adalah orang yang tadinya murung bisa menjadi tiba-tiba sangat bahagia begitupula dengan sebaliknya. Berikut ini adalah ciri ciri Bipolar yang harus diwaspadai oleh masyarakat luas.

– Suka Murung

Suka murung merupakan salah satu ciri orang yang mengalami Bipolar. Selain tanda dari Bipolar, suka murung ini merupakan ciri ciri depresi. Memang Bipolar merupakan efek dari depresi yang tidak segera diatasi sehingga gangguan kejiwaan bisa muncul. Oleh sebab itu kita harus tahu apa saja yang menjadi ciri ciri depresi sehingga depresi bisa segera diatasi dan tidak berubah menjadi Bipolar.

– Sedih Berlebihan

Ciri ciri Bipolar lainnya adalah dia akan merasakan sedih yang berlebihan. Sedih yang berlebihan itu seperti dia menangis terus menerus bahkan bisa berjam-jam. Tidak jarang pula orang yang terkena Bipolar ini suka mengurung diri di kamar. Di dalam kamar dirinya akan merenung bahkan tidak jarang menangis menjadi jadi.

– Mengamuk

Orang yang terkena Bipolar sesekali bisa mengamuk terhadap orang yang ada di sekitarnya, tidak jarang kenangan-kenangan buruknya semasa kecil sampai dengan dewasa melebur menjadi satu. Dia ingat betul siapa yang membuatnya merasa begitu buruk dan terjatuh. Ingatan-ingatan buruknya tentang hal yang tidak menyenangkan membuatnya mudah sekali untuk mengamuk.

– Mudah Marah

Orang yang mengalami gejala Bipolar akan mudah sekali marah. Sama halnya dengan orang stres dan depresi dia akan mudah sekali marah tepatnya hatinya sensitif. Orang yang hatinya sensitif semua hal akan terasa tidak mengenakkan dan tidak cocok di hatinya. Hal tersebutlah membuat orang yang terkena bipolar akan mudah sekali marah. Oleh sebab itu orang yang berdekatan dengan penderita Bipolar sebaiknya menjaga perkataan dan berhati-hati dalam bekomunikasi dengannya.

– Senang Berlebihan

Ciri ciri Bipolar lainnya adalah dia sangat senang berlebihan. Orang yang terkena Bipolar biasanya ketika dia merasa senang atau bisa meraih sesuatu yang dia inginkan, dia akan merasa senang berlebihan. Bahkan cara mengungkapkan kesenangannya dinilai teralu berlebihan atau lebay bagi orang kebanyakan. Hal itu disebabkan oleh perubahan syaraf yang ada di otak. Senang berlebihan merupakan ciri Bipolar dalam fase naik.

– Bersemangat

Anda bisa mengetahui orang yang terkena Bipolar sangat terlihat dari tingkah lakunya atau gerak geriknya. Saat fase naik, selain senang berlebihan, penderita Bipolar akan merasa sangat bersemangat. Semangatnya terasa menggebu gebu terutama ketika dia memiliki keinginan yang ingin diraihnya.

– Enerjik

Fase mania membuat penderita Bipolar memiliki emosi yang naik sehingga semangatnya terasa meletup letup. Semangatnya yang meletup letup membuat pendeirta Bipolar akan merasa sangat enerjik untuk melakukan hal-hal yang ada di dalam pikirannya. Saat dia enerjik, energinya seperti tidak pernah habis untuk melakukan ini itu, padahal jika orang normal yang melakukannya tentu orang normal tersebut akan sangat merasakan kelelahan.

– Nafsu Seks Meningkat

Orang yang terkena Bipolar saat fase mania dia akan memiliki nafsu seks yang meningkat. Meski tidak ditunjang dengan obat obatan tertentu, libido orang yang sedang dalam fase mania Bipolar akan sangat bergairah dan memiliki nafsu yang meningkat. Oleh sebab itulah orang penderita Bipolar akan mampu melakukan hubungan seks dalam waktu yang lama. Hal itu ditunjang dengan sifat enerjiknya yang datang saat fase mania.

Penyebab Bipolar

1. Struktur dan fungsi otak

Mekanisme kerja otak pada orang dengan gangguan Bipolar dengan orang normal atau dengan gangguan mental lain, memiliki karakteristik sendiri-sendiri. Hal ini penting untuk diketahui untuk menentukan pengobatan yang tepat untuk tiap-tiap gangguan mental.

2. Genetik

Ada kecenderungan bahwa gangguan Bipolar dipengaruhi oleh faktor genetik, namun tidak selalu. Apabila ada 2 bayi kembar identik, salah satu bayi mengalami gangguan Bipolar, maka bayi yang satu lagi belum tentu akan mengalami gangguan Bipolar juga walaupun memiliki genetik yang sama.

3. Keturunan

Anak yang memiliki riwayat keluarga, orang tua atau saudara kandung dengan gangguan Bipolar, maka cenderung akan memiliki gangguan Bipolar juga.

4. Pengaruh lingkungan sosial

Para peneliti telah menemukan bahwa mungkin terdapat beberapa faktor sosial yang dapat menyebabkan timbulnya Bipolar Disorder. Faktor-faktor tersebut dapat berupa perasaan stres akan suatu kejadian trauma di masa kecil, rendahnya kepercayaan diri atau mengalami suatu kehilangan yang tragis.

Pengobatan

Bipolar Disorder merupakan gangguan psikologis yang mengganggu dan bersifat jangka panjang. Akan tetapi pasien dapat mengontrol moodnya melalui rencana pengobatan yang baik. Gangguan Bipolar dapat dikontrol menggunakan obat-obatan dan layanan konseling (psikoterapi). Beberapa jenis obat-obatan yang dapat digunakan untuk mengatasi gangguan Bipolar adalah :

  • Mood stabilizer atau obat penenang
  • Obat anti-psikosis
  • Obat anti-depresi
  • Obat tidur

Setiap obat-obatan memiliki efek samping. Oleh karena itu penggunaan obat-obatan tersebut tidak boleh sembarangan, harus berdasarkan anjuran dan pengawasan dokter. Penghentian meminum obat secara tiba-tiba juga tidak dianjurkan karena dapat menimbulkan gejala Bipolar yang lebih parah.

Psikoterapi

Kombinasi antara psikoterapi dan penggunaan obat-obatan dapat menjadi terapi yang efektif pada gangguan Bipolar. Psikoterapi dapat dilakukan terhadap pasien dan juga keluarganya. Hal-hal yang dapat diberikan dalam psikoterapi dapat berupa dukungan, informasi dan juga panduan untuk mengatasi gangguan Bipolar.

Yang paling dibutuhkan oleh penderita Bipolar Disorder bukan hanya obat-obatan dan pengobatan yang intensif, namun juga dukungan moral dari keluarga. Maka, pastikan Anda tidak lantas menjauhi anggota keluarga Anda jika ada yang didiagnosa menderita Bipolar Disorder.

Next ArticleDeretan Penyakit Kelamin Wanita Dan Gejalanya